Ketua Umum PB KAMI, Sultoni, menyerukan gerakan tobat nasional menyikapi berbagai bencana di Indonesia, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta meminta pemerintah memperkuat penanganan bencana. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, LIBA86.COM – Pengurus Besar Komunitas Aktivis Muda Indonesia (PB KAMI) menyerukan gerakan tobat nasional menyikapi berbagai bencana yang melanda Indonesia, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di sejumlah wilayah. Ketua Umum PB KAMI, Sultoni, menilai situasi tersebut harus menjadi momentum introspeksi nasional sekaligus memperkuat komitmen menjaga lingkungan dan memberantas berbagai persoalan bangsa.
Sultoni menyoroti kondisi yang disebutnya sebagai darurat korupsi, terutama dugaan penyalahgunaan anggaran kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Ia juga menyinggung peredaran narkoba dan berbagai persoalan sosial yang menurutnya membutuhkan perhatian serius. Karena itu, ia meminta Presiden Prabowo Subianto mengerahkan langkah maksimal melalui kebijakan tegas, koordinasi lintas sektor, serta penguatan mitigasi dan penanganan bencana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Sultoni, penanggulangan bencana tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan teknis, tetapi perlu diiringi upaya spiritual dan kesadaran kolektif masyarakat. Ia menegaskan, ikhtiar lahiriah dan batiniah harus berjalan beriringan, mulai dari penanganan dampak bencana, pencegahan kerusakan lingkungan, hingga penguatan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.
Secara khusus, PB KAMI meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan pelaksanaan salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah ancaman kekeringan dan karhutla. Sultoni juga mengajak para ulama serta tokoh agama di seluruh Indonesia untuk menyerukan tobat nasuha dan muhasabah nasional sebagai momentum memperbaiki perilaku serta meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Kami mengajak para ulama untuk bersama-sama menyerukan tobat nasuha. Mari kita bermuhasabah dan memohon ampun kepada Allah agar bangsa Indonesia dijauhkan dari segala bencana dan mara bahaya,” tegas Sultoni, Sabtu (17/10/2026).
Ia menambahkan, gerakan tobat nasional tidak boleh berhenti sebatas doa dan seruan moral. Menurutnya, ajakan tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga kelestarian lingkungan, mencegah perusakan alam, memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik, serta membantu masyarakat yang terdampak bencana. PB KAMI berharap pemerintah, ulama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas dapat bersinergi menghadapi ancaman kebencanaan sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk memperbaiki kondisi bangsa.
“Melalui seruan ini, PB KAMI mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan ikhtiar, doa, dan kepedulian sosial agar Indonesia senantiasa mendapat perlindungan serta mampu menghadapi berbagai tantangan kebencanaan,” pungkasnya.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI

































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































