Nama Eks Plt Kadis PUPR Madina Terseret Dugaan Aliran Dana Rp7,272 Miliar, Ima Madina Desak KPK Usut Tuntas

- Penulis

Kamis, 25 Desember 2025 - 23:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, LIBAS86.COM – Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan aliran dana korupsi senilai Rp7,272 miliar kepada mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Desakan itu disampaikan menyusul fakta yang terungkap dalam persidangan perkara korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara di Pengadilan Tipikor Medan. Dalam persidangan pemeriksaan saksi, bendahara PT Dalihan Natolu Group (DNG), Maryam, mengungkap adanya aliran dana miliaran rupiah dari pihak kontraktor kepada eks Plt Kadis PUPR Madina berinisial EYH.

Baca Juga :  Dugaan Penemuan Bayi di Simpang Gambir Terbongkar: Cerita Direkayasa, Pasangan Muda Akui Anak Kandung dan Sepakat Menikah

Jumlah tersebut dinilai janggal karena jauh melampaui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) EYH yang tercatat sekitar Rp1,5 miliar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Jenderal IMA Madina Pekanbaru, Aji Pangestu, menilai temuan itu membuka pertanyaan serius terkait integritas pejabat publik. Ia menegaskan KPK harus segera turun tangan melakukan penelusuran menyeluruh terhadap aliran dana tersebut.

Baca Juga :  Terima Audiensi INI Kota Medan, Rico Waas Harap Notaris Bekerja Dengan Profesional

“Indikasi aliran dana yang nilainya jauh melebihi laporan kekayaan resmi tidak boleh dibiarkan. KPK harus mengusut secara mendalam, termasuk menelusuri apakah dana itu hanya dinikmati oleh yang bersangkutan atau juga mengalir ke pihak lain,” ujar Aji Pangestu, Kamis, (25/12/2025).

Menurutnya, kesaksian bendahara PT DNG dalam persidangan merupakan fakta hukum penting yang harus ditindaklanjuti secara transparan dan profesional. Ia menegaskan penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pengungkapan di ruang sidang semata.

Baca Juga :  Pujakesuma Desak Pembebasan Toni Aji Anggoro, Demo di Pengadilan Medan Berujung Blokade Jalan

IMA Madina Pekanbaru juga menekankan pentingnya audit menyeluruh terhadap aliran dana proyek, termasuk identifikasi pihak-pihak yang berpotensi turut menikmati hasil tindak pidana korupsi tersebut. Proses hukum yang terbuka, kata Aji, menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Kami mengimbau KPK dan aparat penegak hukum lainnya bekerja tanpa pandang bulu demi tegaknya keadilan dan perlindungan terhadap uang rakyat,” tegasnya.

Penulis : LBS86/ SP

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Satlantas Polres Asahan Intensifkan Blue Light Patrol di Jalinsum, Arus Lalin Malam Hari Dipastikan Aman dan Lancar
Video Dugaan Pungli Urus SIM Viral, Kasat Lantas Polres Binjai Tegas: “Calo Harus Diberantas, Jangan Ada Masyarakat Jadi Korban”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni

Berita Terbaru