Pra Musrenbang Rancangan Awal RKPD tahun 2027, Rico Waas: Pemko Medan Komitmen Berikan Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak untuk Kemajuan Kota

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, LIBAS86.COM – Pemko Medan berkomitmen memberikan perlindungan terhadap Perempuan dan Anak termasuk pemenuhan hak-hak mereka. Sebab kekerasan terhadap perempuan dan perundungan maupun bullying terhadap anak masih sering terjadi. Jika persoalan ini terus terjadi akan berdampak terhadap pembangunan kota.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas ketika membuka Pra Musrenbang Rancangan Awal RKPD tahun 2027, di hotel Grand Mercure, Rabu (26/11/25). Pra Musrenbang yang bertema ‘Perempuan dan Anak’ ini dihadiri Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, sejumlah Anggota DPRD Kota Medan, Ketua TP PKK Kota Medan Ny Airin Rico Waas, Pimpinan Perangkat Daerah dan para Camat serta elemen masyarakat.

“Kita ketahui bahwa masih banyak perempuan yang masih menjadi korban kekerasan, terutama di dalam rumah tangga. Tidak hanya luka batin dan luka fisik bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Kondisi yang memprihatinkan ini menjadi atensi Pemko Medan untuk dapat memberikan perlindungan dan pendampingan kepada perempuan”, kata Rico Waas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rico Waas, persoalan ini terus terjadi disebabkan jika seorang perempuan yang menjadi korban kekerasan dirinya tidak berani melapor dikarenakan takut ataupun karena sesuatu hal yang dianggapnya berdampak kepada kehidupan selanjutnya.

Baca Juga :  Ramadhan Penuh Kepedulian, Infinite Auto Workshop Santuni Anak Yatim dan Gelar Bukber Bersama Warga di Medan

“Kami mendorong kedepannya adalah bagaimana sistem pelaporan yang tepat dan perlindungan kepada perempuan apabila terjadi kekerasan harus diperkuat. Dengan sistem pelaporan tersebut, perempuan yang mengalami kekerasan akan merasa terlindungi, ini menjadi komitmen Pemko Medan untuk melindungi perempuan “, kata Rico Waas.

Diakui Rico Waas, seluruh aktifitas dalam kehidupan kita berawalnya dari keluarga. Semua keberhasilan suami dan anak berasal dari keluarga yang baik dan keluarga yang tentram serta keluarga yang terlindungi. Namun jika didalam keluarga tidak merasa terlindungi bagaimana masa depan keluarga tersebut.

“Komitmen kami ( Pemko Medan) adalah bagaimana menciptakan ruang yang aman bagi perempuan melalui sistem pelaporan dan perlindungan. Pemko Medan harus turut serta dan ikut melakukan pendampingan agar perempuan yang menjadi korban kekerasan semangat dan memiliki percayaan diri sehingga merasa terlindungi termasuk bagaimana konsultasi hukum serta pendampingan jika terjadi traumatis”, Jelas Rico Waas.

Tidak hanya melindungi, lanjut Rico Waas, kita juga harus melakukan pemberdayaan perempuan dengan memberikan kepercayaan diri kepada mereka untuk bisa tetap melanjutkan hidupnya jika terjadi suatu hal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan pelatihan agar dapat berusaha.

Baca Juga :  CFD Didorong Jadi Destinasi Wisata UMKM, Rico Waas Fokus Penataan Zonasi

“Melalui forum Pra Musrenbang ini, kami berharap kita dapat mengkonsepkan bagaimana roadmap tentang perlindungan terhadap perempuan dan melalui perlindungan tersebut bisa memberdayakan perempuan”,Ujar Rico Waas.

Terkait Perlindungan dan pemenuhan hak anak, Rico Waas berharap kita semua memberikan perhatian yang lebih. Sebab begitu banyak kasus yang menimpa anak-anak, seperti dipaksa untuk bekerja dan menjadi korban perundungan maupun bully.

“Selain itu terdapat juga persoalan anak yang menjadi korban kejahatan narkoba. Tentu ini menjadi perhatian serius bagi kita semua untuk bisa mengatasi persoalan-persoalan tersebut”, imbuh Rico Waas.

Disampaikan Rico Waas bagaimana melahirkan anak yang baik dan menciptakan kota yang layak anak, salah satunya adalah kota medan harus bebas dari perundungan atau bully. Ini harus ada konsep secara hukum untuk mengantisipasinya dan terdapat wadah untuk anak- anak melaporkan perundungan tersebut.

“Saya menginginkan di sekolah -sekolah yang ada di Kota Medan tidak boleh terjadi lagi perundungan. Selain itu anak-anak harus ada tempat untuk melapor yang aman, bisa kepada guru, Kepala Sekolah maupun Dinas Pendidikan. Atau buat hotline tersendiri pelaporan khususnya bagi perundungan. Kita tidak mau lagi ada anak yang takut untuk melapor”, Tegas Rico Waas.

Baca Juga :  Rico Waas Sambut Kunjungan Kapolrestabes Medan, Bersinergi Atasi Permasalahan Kota

Sebelumnya Kepala Bappeda Ferry Ichsan dalam laporannya, menjelaskan kegiatan pra musrenbang ini dilaksanakan sebagai forum awal untuk mengidentifikasi isu dan permasalahan strategis terkait pemberdayaan perempuan serta pemenuhan hak dan perlindungan anak di kota Medan. Selain itu menghimpun usulan, program, dan kebutuhan yang lebih terarah dari masyarakat dan opd sebelum musrenbang kota dilaksanakan.

“Pra Musrenbang ini juga untuk memastikan bahwa proses perencanaan pembangunan daerah berjalan lebih partisipatif, inklusif, dan responsif gender serta ramah anak. Tidak hanya itu pertemuan ini juga untuk menyusun rekomendasi kebijakan dan strategi intervensi yang selaras dengan dokumen perencanaan daerah, khususnya RPJMD kota Medan”, jelas Kepala Bappeda.

Menurut Ferry , tema “perempuan berdaya dan anak bahagia” dipilih karena Pemko Medan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan, memperluas peran perempuan dalam pembangunan dan memperkuat pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan bahagia.

Penulis : LBS86/ RG

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Komisi XIII DPR RI dan Kementerian Hukum Tegaskan Bahaya Main Hakim Sendiri di UIN Sumut, Sugiat Santoso: Indonesia Negara Hukum, Bukan Negara Massa
Kejari Mandailing Natal Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Melalui Komitmen Bersama Polda Sumut dan Kejati Sumut
DPD MOSI Sumut Geruduk Kantor Bupati Deli Serdang, Desak Pembongkaran Pabrik Kasur Diduga Ilegal di Desa Sampali
Sugiat Santoso Dorong Petani Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing, Tegaskan Ketahanan Pangan Dimulai dari SDM Pertanian
H. Sugiat Santoso Hadiri Peletakan Batu Pertama Ponpes Dai & Tahfiz Nur Asyqi di Deli Serdang, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Qurani
Wali Kota Tanjungbalai Percepat Sertifikasi Aset Daerah, Gandeng BPN Sumut Susun NPGT
PMII Madina Soroti Dugaan Aktivitas PETI, Minta Pangdam I/Bukit Barisan Cek Langsung ke Lokasi
Kepala dan Sekretaris Disdikbud Medan Bungkam, Dugaan Revitalisasi Sekolah Rp47,4 Miliar Kian Disorot, LSM Siapkan Laporan ke APH
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:41 WIB

Komisi XIII DPR RI dan Kementerian Hukum Tegaskan Bahaya Main Hakim Sendiri di UIN Sumut, Sugiat Santoso: Indonesia Negara Hukum, Bukan Negara Massa

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

Kejari Mandailing Natal Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Melalui Komitmen Bersama Polda Sumut dan Kejati Sumut

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:52 WIB

DPD MOSI Sumut Geruduk Kantor Bupati Deli Serdang, Desak Pembongkaran Pabrik Kasur Diduga Ilegal di Desa Sampali

Senin, 27 Juli 2026 - 20:55 WIB

Sugiat Santoso Dorong Petani Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing, Tegaskan Ketahanan Pangan Dimulai dari SDM Pertanian

Senin, 27 Juli 2026 - 17:12 WIB

H. Sugiat Santoso Hadiri Peletakan Batu Pertama Ponpes Dai & Tahfiz Nur Asyqi di Deli Serdang, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Qurani

Berita Terbaru