Kejari Gunungsitoli Bantah Isu Kasi Pidsus Diamankan Kejagung, Kajari Tegaskan Hoaks

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUNUNGSITOLI, LIBAS86.COM – Kejaksaan Negeri Gunungsitoli memastikan kabar yang beredar di media sosial terkait dugaan diamankannya Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) oleh tim dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia adalah tidak benar atau hoaks. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Dr. Firman Halawa, S.H., M.H., pada Selasa (19/5/2026), guna meluruskan informasi yang dinilai telah menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Menurut Firman Halawa, seluruh aktivitas di lingkungan Kejari Gunungsitoli, khususnya pada Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus), hingga kini berjalan normal dan tetap menjalankan tugas penegakan hukum secara profesional. Ia menegaskan bahwa isu mengenai Kasi Pidsus diamankan oleh pihak Kejagung sama sekali tidak memiliki dasar yang benar.

Baca Juga :  HUT RI ke-81 di Gerindra Sumut, Sugiat Santoso Ajak Kader Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

“Yang bersangkutan saat ini berada di kantor dan tengah menjalankan kegiatan kedinasan sebagaimana mestinya,” tegas Firman Halawa saat memberikan klarifikasi kepada awak media. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai informasi simpang siur yang berkembang di sejumlah platform media sosial dan percakapan publik beberapa hari terakhir.

Lebih lanjut, Kejari Gunungsitoli menegaskan komitmennya untuk tetap terbuka terhadap informasi publik dan menjunjung prinsip transparansi dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum. Pihak kejaksaan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang berpotensi membentuk opini negatif terhadap institusi penegak hukum.

Kejaksaan Negeri Gunungsitoli menduga adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja menyebarkan informasi tanpa melakukan verifikasi atau check and recheck kepada sumber resmi. Kondisi tersebut dinilai dapat merugikan citra institusi Korps Adhyaksa sekaligus mengganggu kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum yang sedang berjalan.

Baca Juga :  Cuaca Buruk Tak Halangi Penyaluran Sembako, Kapolsek MBG: “Keselamatan Warga Tetap Prioritas”.

Sebagai informasi, dalam beberapa bulan terakhir Kejari Gunungsitoli diketahui tengah intens menangani dan mengungkap sejumlah perkara dugaan tindak pidana korupsi di beberapa kabupaten/kota di wilayah Kepulauan Nias. Langkah tersebut bahkan mendapat apresiasi dari sejumlah elemen masyarakat yang menilai kinerja jajaran kejaksaan menunjukkan komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum di daerah.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK
Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca
Berita ini telah diverifikasi berdasarkan keterangan resmi Kejaksaan Negeri Gunungsitoli. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan check and recheck terhadap informasi yang beredar di media sosial guna menghindari penyebaran berita hoaks dan disinformasi.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru