Aspal Ruas Jalan Blok Gading Terlihat Terkelupas, PPTK Sebut Dilintasi Kendaraan Sebelum Selesai: Pengawasan dan Uji Mutu Dipertanyakan

- Penulis

Minggu, 27 September 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papan informasi proyek Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Blok Gading, Deli Serdang, dan kondisi permukaan aspal yang tampak terkelupas. PPTK menyebut titik tersebut telah dilintasi kendaraan sebelum pekerjaan selesai, sementara pengawasan dan mutu pekerjaan menjadi sorotan.

DELI SERDANG LIBAS86.COM — Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Blok Gading, Desa Tanjung Gusta–Jembatan Merah Desa Klumpang Kampung serta Ruas Jalan Jembatan Lima Klambir Lima–Klumpang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, menjadi sorotan setelah ditemukan kondisi permukaan aspal yang secara visual tampak tidak seragam dan terdapat bagian material yang terlihat terkelupas sebagaimana dokumentasi lapangan. Proyek yang menggunakan APBD Tahun Anggaran 2026 itu memiliki pagu Rp2.599.436.000, berdasarkan papan informasi proyek, dengan kontrak tertanggal 3 Juli 2026 dan masa pelaksanaan 120 hari kalender.

Menanggapi temuan tersebut, PPTK yang dikonfirmasi LIBAS86.COM menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan ke lapangan. Menurut penjelasan PPTK, titik yang dimaksud berada di depan masjid, dan kondisi tersebut terjadi karena ruas jalan yang masih dalam masa pekerjaan telah dilintasi kendaraan. “Semalam sudah kami cek ke lapangan, lokasi yang dimaksud berada di depan masjid. Sebelum selesai pekerjaan titik tersebut sudah dilintasi oleh kendaraan. Jalan sudah ditutup selama masa pekerjaan, tapi pengguna jalan tidak sabar dan langsung melintasi,” demikian keterangan PPTK.

Namun, penjelasan tersebut justru menyisakan sejumlah pertanyaan penting terkait pengawasan pekerjaan dan pengendalian mutu konstruksi. Jika benar permukaan jalan masih belum selesai tetapi sudah dilintasi kendaraan, bagaimana sistem pengamanan dan pengawasan di lokasi diterapkan? Apakah penutupan akses benar-benar efektif mencegah kendaraan masuk, dan apakah terdapat petugas atau pengawas yang memastikan lapisan aspal tidak dilintasi sebelum mencapai kondisi yang dipersyaratkan?

Baca Juga :  Kasus BBM Subsidi Gunung Tua Tapsel Masih Diproses, Kasat Reskrim Janji Transparan: Publik Tagih Bukti

Pertanyaan berikutnya menyangkut mutu dan kualitas pekerjaan. Kondisi permukaan yang tampak kasar, tidak seragam dan terdapat material yang terkelupas secara visual tentu perlu dibedakan antara kerusakan akibat kendaraan yang melintas sebelum pekerjaan selesai dengan kemungkinan persoalan pada proses pelaksanaan. Karena itu, penting diketahui apakah titik tersebut telah dilakukan pengujian kepadatan, ketebalan, temperatur, kualitas campuran aspal atau pemeriksaan teknis lainnya sesuai spesifikasi teknis dan dokumen kontrak.

Di sisi lain, tanggung jawab terhadap mutu pekerjaan tidak semata-mata berhenti pada persoalan apakah pengguna jalan menerobos penutupan. Dalam pekerjaan konstruksi pemerintah, aspek pengendalian mutu, pengawasan lapangan, pengamanan area kerja dan perlindungan hasil pekerjaan selama masa pelaksanaan menjadi bagian penting yang perlu dipastikan. Apabila kerusakan memang murni disebabkan kendaraan yang melintas sebelum waktunya, publik tentu perlu mengetahui bagaimana kejadian tersebut dicatat, diverifikasi secara teknis, dan apa langkah perbaikannya agar kualitas pekerjaan yang dibayar menggunakan uang negara tetap memenuhi persyaratan.

Baca Juga :  🌙 Gerindra Sumut Bagikan 1.000 Takjil dan Nasi Kotak Setiap Hari, Warga Medan Rasakan Hangatnya Ramadan 1447 H

LIBAS86.COM akan terus mengawal pekerjaan tersebut secara berimbang. Publik kini menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait, khususnya mengenai hasil pemeriksaan lapangan, bukti atau hasil pengujian mutu, mekanisme pengawasan sebelum lapisan dinyatakan siap dilintasi, serta tindak lanjut perbaikan pada titik yang dipersoalkan. Sebab, persoalan utamanya bukan sekadar siapa yang melintasi jalan sebelum pekerjaan selesai, tetapi bagaimana memastikan setiap rupiah anggaran negara menghasilkan konstruksi jalan yang memenuhi standar mutu, aman dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis : LBS86/ TIM

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Satlantas Polres Asahan Intensifkan Blue Light Patrol di Jalinsum, Arus Lalin Malam Hari Dipastikan Aman dan Lancar
Video Dugaan Pungli Urus SIM Viral, Kasat Lantas Polres Binjai Tegas: “Calo Harus Diberantas, Jangan Ada Masyarakat Jadi Korban”
Berita ini 0 kali dibaca
Proyek Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Blok Gading, Deli Serdang, senilai Rp2,599 miliar menjadi sorotan setelah ditemukan kondisi permukaan aspal yang terlihat terkelupas dan kurang seragam. PPTK menyebut titik tersebut berada di depan masjid dan diduga dilintasi kendaraan sebelum pekerjaan selesai. Pengawasan, pengendalian mutu, serta hasil pengujian kualitas pekerjaan kini menjadi perhatian.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni

Berita Terbaru