
MEDAN I LIBAS86.COM – Polemik mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perbincangan publik di berbagai daerah. Menanggapi pro dan kontra yang berkembang, tokoh masyarakat Sumatera Utara, Bobby O Zulkarnain, SE, MH, menilai perdebatan terkait program tersebut lebih banyak dipengaruhi faktor suka dan tidak suka, bahkan beririsan dengan kepentingan politik tertentu.
Kepada wartawan di Medan, Rabu (17/6/2026), Bobby mengatakan bahwa keberadaan MBG harus dilihat dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan program tersebut cenderung memberikan dukungan karena merasakan langsung manfaat bantuan pangan bergizi yang disediakan pemerintah.
Bobby juga menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa yang menyoroti pelaksanaan MBG. Ia mempertanyakan apakah para peserta aksi berasal dari kelompok masyarakat yang menjadi sasaran utama program tersebut. Menurutnya, masyarakat kurang mampu yang membutuhkan bantuan justru lebih fokus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dibanding terlibat dalam aksi protes.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain memberikan manfaat bagi penerima bantuan, Bobby menilai Program Makan Bergizi Gratis turut memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Ia menyebut program tersebut dapat membantu memperkuat rantai distribusi hasil pertanian, meningkatkan serapan produk petani lokal, serta membuka lapangan pekerjaan baru yang berkaitan dengan penyediaan dan distribusi makanan bergizi.
Meski demikian, Bobby mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan program MBG. Namun ia menegaskan bahwa kekurangan tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi dan perbaikan, bukan alasan untuk menghentikan program yang dinilai memberi manfaat bagi masyarakat luas. Ia juga menilai pemerintah tetap terbuka terhadap kritik konstruktif guna menyempurnakan pelaksanaan program di lapangan.
Menurut Bobby, komitmen pemerintah dalam menjaga akuntabilitas Program Makan Bergizi Gratis terlihat dari tindakan tegas terhadap oknum yang terbukti melanggar aturan. Ia optimistis berbagai kendala yang masih muncul dapat diperbaiki secara bertahap sehingga tujuan utama program, yakni meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi dan mendukung kesejahteraan rakyat, dapat tercapai secara maksimal.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI












































































































































































































































































































































































































































































































































































































































