Nama Prabowo Disenggol dalam Polemik Chapel USU, Gerindra dan Gekira Sumut Turun Klarifikasi ke Kampus

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, LIBAS86.COM — Polemik terkait Chapel di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU) yang ramai diperbincangkan di media sosial dan sejumlah pemberitaan akhirnya mendapat perhatian serius dari Gerakan Kristen Indonesia Raya (Gekira) Sumatera Utara bersama Partai Gerindra Sumut. Isu yang berkembang bahkan disebut mulai menyeret nama Presiden RI, Prabowo Subianto, sehingga mendorong klarifikasi langsung ke pihak kampus.

Ketua Gekira Sumut, John Sari Haloho, mengatakan pihaknya sengaja turun ke USU untuk memperoleh penjelasan utuh mengenai persoalan Chapel USU yang belakangan memicu kontroversi. Menurutnya, penyelesaian persoalan internal kampus harus dilakukan secara proporsional tanpa menggiring opini yang dapat memperkeruh suasana, apalagi menyeret nama kepala negara dalam polemik tersebut.

Baca Juga :  Kisruh Perjalanan Rico Waas ke Luar Negeri Jadi Sorotan, Agus Suryadi: Wali Kota Medan Harus Utamakan Tanggung Jawab Publik

“Kami turun karena narasi yang berkembang sudah mulai menyinggung nama Presiden Bapak Prabowo Subianto. Kami meminta apa pun persoalan terkait Chapel USU ini jangan dibawa-bawa ke ranah politik ataupun mengaitkan Presiden,” ujar John Sari Haloho saat memberikan keterangan, Senin (25/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam agenda klarifikasi itu, John Sari Haloho didampingi Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut Robert Lumban Tobing dan bertemu dengan unsur pengurus Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) USU, pengelola Yayasan Chapel USU, hingga mantan pejabat kampus. Dari hasil dialog tersebut, mereka memperoleh penjelasan bahwa tidak pernah ada pelarangan ibadah maupun penutupan rumah ibadah di lingkungan kampus USU. Sebaliknya, pihak universitas disebut berkomitmen menghadirkan fasilitas kerohanian yang lebih representatif bagi sivitas akademika Kristen.

Baca Juga :  Kasus BBM Subsidi Gunung Tua Tapsel Masih Diproses, Kasat Reskrim Janji Transparan: Publik Tagih Bukti

Pihak yang hadir dalam pertemuan juga menjelaskan bahwa Chapel USU selama ini berfungsi sebagai fasilitas kerohanian kampus lintas denominasi Kristen, termasuk untuk ibadah, pembinaan rohani, hingga sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa Kristen. Namun, kampus disebut tidak pernah memberikan izin perubahan status fasilitas tersebut menjadi gereja, meskipun tetap membuka ruang bagi aktivitas ibadah mahasiswa Kristen di lingkungan universitas.

Baca Juga :  Tebar Kebahagiaan Idul adha, Keluarga Besar Almarhum Haji Anif Serahkan Sapi Kurban ke Panti Asuhan

Gerindra dan Gekira Sumut pun mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak memperkeruh persoalan dengan narasi provokatif atau bernuansa SARA. Dengan jumlah mahasiswa Kristen di USU yang diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 orang, kebutuhan fasilitas kerohanian dinilai penting untuk menunjang kehidupan akademik dan spiritual. Mereka berharap persoalan Chapel USU dapat diselesaikan melalui dialog terbuka, komunikasi sehat, dan semangat persaudaraan tanpa politisasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Satlantas Polres Asahan Intensifkan Blue Light Patrol di Jalinsum, Arus Lalin Malam Hari Dipastikan Aman dan Lancar
Video Dugaan Pungli Urus SIM Viral, Kasat Lantas Polres Binjai Tegas: “Calo Harus Diberantas, Jangan Ada Masyarakat Jadi Korban”
FORWAKA Samosir Siap Jadi Mitra Strategis Kejari, Kajari Akwan Annas: Kami Sangat Terbuka
Berita ini 0 kali dibaca
Polemik Chapel USU menjadi sorotan publik setelah nama Presiden Prabowo Subianto ikut disinggung dalam narasi yang berkembang di media sosial. Gerindra dan Gekira Sumut turun langsung ke Universitas Sumatera Utara (USU) untuk melakukan klarifikasi terkait isu penutupan Chapel USU dan memastikan informasi yang beredar tidak menyesatkan publik.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas

Berita Terbaru