MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan, Wali Kota Medan Dorong SPPG Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Warga

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengikuti Rapat Koordinasi Pemantauan dan Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara daring dari Command Center Kantor Wali Kota Medan, Kamis (13/8/2026). Pemko Medan mendorong pelaksanaan MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga memberi dampak ekonomi melalui UMKM, pedagang lokal, produsen pangan, dan penyerapan tenaga kerja.

MEDAN I LIBAS86.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Medan didorong tidak berhenti sebagai program pemenuhan gizi anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan Pemerintah Kota Medan siap memperkuat koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM, pedagang lokal hingga tenaga kerja di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Rico Waas: Tidak Ada Uangnya Masuk ke Rekening Pemko Medan, Dana Bantuan Bank Dunia Rp 1,5 Triliun untuk Pengendalian Banjir

Komitmen tersebut disampaikan Rico Waas usai mengikuti Rapat Koordinasi Pemantauan dan Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan MBG secara daring dari Command Center Kantor Wali Kota Medan, Kamis (13/8/2026). Rakor tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola MBG sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, yang mencakup penyelenggaraan, pemantauan, pengawasan, evaluasi, pendanaan serta pengadaan barang dan jasa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rico, keberadaan SPPG harus mampu menciptakan efek ekonomi berantai di tengah masyarakat. Karena itu, kebutuhan bahan pangan untuk MBG diharapkan dapat membuka ruang lebih besar bagi UMKM dan produsen lokal untuk terlibat dalam rantai pasok. “Keberadaan SPPG harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari penjual UMKM, pedagang lokal, hingga penyerapan tenaga kerja di sana,” tegas Rico.

Baca Juga :  Reses IV Masa Sidang I Tahun 2025-2026 TA.2025, Antonius Tumanggor: " Persoalan Sampah dan Banjir Masih Menjadi Topik Dominan ".

Untuk menjaga agar kebutuhan program tidak mengganggu stabilitas pasokan pangan, Rico menginstruksikan perangkat daerah terkait melakukan pemantauan stok bahan pangan secara rutin. Jika kebutuhan MBG terus meningkat, Pemko Medan akan mendorong peningkatan produksi sehingga pertumbuhan permintaan dapat diimbangi dengan kapasitas produksi lokal. Langkah ini dinilai penting agar program nasional tersebut sekaligus memperkuat ekosistem pangan dan ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, pengawasan pelaksanaan MBG di lapangan terus diperkuat melalui Dinas Pendidikan serta koordinasi dengan BGN wilayah Sumatera Utara dan Korwil Medan. Pemerintah daerah dan BGN didorong duduk bersama untuk menyelesaikan berbagai kendala teknis sehingga pelaksanaan MBG berjalan efektif, tepat sasaran, memenuhi standar gizi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Regulasi MBG juga terus berkembang, termasuk pengaturan mengenai penanganan sisa pangan, sampah dan air limbah domestik pada SPPG.

Baca Juga :  Wali Kota Tanjungbalai Lantik Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Kepala Puskemas

Dalam rakor tersebut, Kepala BGN Sudaryono mengapresiasi keaktifan pemerintah daerah dalam mendukung MBG. Ia menekankan bahwa program tersebut bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi mendatang. Sementara Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan sejumlah langkah strategis yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pelaksanaan MBG, termasuk pembahasan mengenai dukungan Transfer ke Daerah (TKD) bagi daerah dengan kemampuan fiskal rendah. Dengan demikian, MBG di Medan diharapkan bukan hanya mengisi piring anak-anak, tetapi juga menggerakkan dapur ekonomi warga dari hulu hingga hilir.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK
Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi warga melalui UMKM, pedagang lokal, tenaga kerja dan produsen pangan.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru