MEDAN I KIBAS86.COM — Ketua Umum Pemuda Batak Bersatu (PBB), Lambok F. Sihombing, S.Pd., MM, menyerukan pentingnya etika bermedia sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak menjadikan kebebasan berekspresi sebagai alasan untuk mengabaikan moral, sopan santun dan tanggung jawab dalam berkomunikasi di ruang publik.
Lambok menegaskan bahwa media sosial merupakan ruang publik sehingga setiap unggahan, komentar maupun pernyataan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Menurutnya, kemudahan berkomunikasi melalui platform digital tidak boleh membuat seseorang merasa bebas menghina, mencaci, mempermalukan atau menyerang pihak lain. “Kebebasan berbicara harus tetap disertai dengan etika, tanggung jawab dan penghormatan terhadap sesama,” ujar Lambok.
Ia juga menyoroti pengaruh perilaku orang dewasa di media sosial terhadap pembentukan karakter anak dan generasi muda. Menurut Lambok, anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari, termasuk dari perilaku yang ditampilkan di ruang digital. Karena itu, kebiasaan menyebarkan ujaran kasar, mempermalukan orang lain maupun membagikan informasi yang belum terverifikasi dikhawatirkan dapat dianggap sebagai perilaku yang normal oleh generasi berikutnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Pemuda Batak Bersatu tersebut menilai kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan kemajuan karakter manusia. Teknologi boleh semakin canggih, tetapi moral dan etika tidak boleh tertinggal. Ia mengajak generasi muda untuk memahami batas kepantasan dalam berkomunikasi, menghormati orang lain, menjaga perkataan serta bertanggung jawab atas setiap konten yang diunggah ke ruang publik.
Lambok juga mengingatkan para orang tua agar tidak hanya memberikan akses teknologi kepada anak, tetapi turut memberikan pendidikan karakter dan pendampingan dalam penggunaan internet. Ia menilai pembentukan budaya digital yang sehat merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan. Perbedaan pendapat dan kritik, katanya, merupakan bagian dari kehidupan demokratis, namun tidak harus disampaikan melalui penghinaan maupun serangan pribadi.
“Jangan mengejar viral sampai kehilangan moral. Jangan mengejar perhatian sampai kehilangan harga diri. Tidak semua yang bisa dilakukan harus dilakukan, dan tidak semua yang bisa dikatakan harus diucapkan,” tegas Lambok. Ia mengajak seluruh kader Pemuda Batak Bersatu dan masyarakat luas menjadikan media sosial sebagai sarana edukasi, memperkuat persaudaraan, menyebarkan informasi positif serta menyampaikan kritik yang konstruktif. Menurutnya, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju secara teknologi, tetapi juga bangsa yang mampu menjaga moral, karakter, sopan santun dan martabat generasinya.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI






















































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































