Imlek dan Medan Multikultural: Pesan Toleransi dari Rico Waas

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, LIBAS86.COM – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa keterbukaan budaya dan toleransi telah menjadi fondasi kehidupan masyarakat Kota Medan. Keberagaman suku, etnis, dan budaya tidak hanya hidup berdampingan, tetapi juga terjalin dalam berbagai aktivitas sosial dan perayaan adat yang diikuti lintas komunitas.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri Lucky Prosperity Expo 2026 di Mall Centre Point, Sabtu (24/1/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Biksu Virya Dharma Mahastrawira, Anggota DPRD Sumatera Utara Hasyim, Anggota DPRD Kota Medan Lily, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, serta Ketua TP PKK Medan Airin Rico Waas. Dalam rangkaian kegiatan itu, Rico Waas juga membuka dan menyaksikan Fa Hua Exhibition 2026. Pameran ini menghadirkan beragam karya dan ornamen budaya, antara lain Chinese Painting & Calligraphy, pameran kerajinan keramik oriental, galeri Chinese Art & Heritage Display, Lampion & Mei Hu Garden, Kolam Teratai Kwan Im, pameran oil painting, Borobudur Heritage, Feng Shui art, serta berbagai aksesori oriental.

Baca Juga :  Solidaritas Uni Emirat Arab Beri Bantuan Korban Bencana Hidrometeorologi Diterima Rico Waas

Rico Waas mengatakan perayaan Tahun Baru Imlek telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Medan. “Imlek bukan sekadar perayaan etnis tertentu, melainkan telah tumbuh sebagai kebudayaan yang melekat dan dirasakan lintas generasi.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Medan merupakan kota multikultural yang dapat disebut sebagai miniatur Indonesia karena dihuni beragam suku dan etnis yang hidup harmonis tanpa sekat.

Rico Waas menjelaskan bahwa Kota Medan menjadi rumah bagi berbagai suku dan etnis, mulai dari Batak, Jawa, Karo, Pakpak, Nias, Minangkabau, Aceh, hingga masyarakat Tionghoa dan India. Keberagaman tersebut membentuk karakter masyarakat Medan yang terbuka dan saling menghargai.

Baca Juga :  Sirkuit Membara! Final Motocross Kapolres Madina Cup 2026 Diserbu 15 Ribu Penonton, Event Berlangsung Super Aman

Interaksi lintas budaya telah menjadi keseharian warga, baik dalam kegiatan sosial, perayaan adat, maupun acara keluarga. “Kondisi ini memperkuat rasa persaudaraan dan memperkokoh persatuan di tengah perbedaan,” nilainya.

Dalam sambutannya, Rico Waas juga menyinggung perayaan Imlek 2026 yang bertepatan dengan Tahun Kuda Api yang melambangkan semangat, energi, dan gerak maju. Ia menilai makna tersebut sejalan dengan karakter masyarakat Medan yang dinamis dan adaptif.

Ia menekankan bahwa kekompakan dan persatuan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Ia mencontohkan solidaritas masyarakat saat terjadi bencana, di mana perbedaan latar belakang tidak lagi menjadi persoalan.

Baca Juga :  Safari Jumat di Medan Marelan, Rico Waas Dengar dan Beri Solusi Permasalahan Warga

“Kita adalah bangsa Indonesia. Meski berbeda latar belakang, kita memiliki kesamaan prinsip, yakni menjunjung tinggi persatuan dan Merah Putih. Tanpa kekompakan, bangsa ini akan mudah dipecah belah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rico Waas berharap perayaan Imlek di Kota Medan dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik budaya sekaligus menjadi magnet bagi masyarakat dari luar daerah maupun mancanegara untuk melihat langsung harmoni multikultural di Medan.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus menunjukkan kepedulian sosial, khususnya dalam membantu warga terdampak bencana. “Saya bangga melihat semangat solidaritas masyarakat Medan yang terus terjaga,” ungkapnya.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Komisi XIII DPR RI dan Kementerian Hukum Tegaskan Bahaya Main Hakim Sendiri di UIN Sumut, Sugiat Santoso: Indonesia Negara Hukum, Bukan Negara Massa
Kejari Mandailing Natal Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Melalui Komitmen Bersama Polda Sumut dan Kejati Sumut
DPD MOSI Sumut Geruduk Kantor Bupati Deli Serdang, Desak Pembongkaran Pabrik Kasur Diduga Ilegal di Desa Sampali
Sugiat Santoso Dorong Petani Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing, Tegaskan Ketahanan Pangan Dimulai dari SDM Pertanian
H. Sugiat Santoso Hadiri Peletakan Batu Pertama Ponpes Dai & Tahfiz Nur Asyqi di Deli Serdang, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Qurani
Wali Kota Tanjungbalai Percepat Sertifikasi Aset Daerah, Gandeng BPN Sumut Susun NPGT
PMII Madina Soroti Dugaan Aktivitas PETI, Minta Pangdam I/Bukit Barisan Cek Langsung ke Lokasi
Kepala dan Sekretaris Disdikbud Medan Bungkam, Dugaan Revitalisasi Sekolah Rp47,4 Miliar Kian Disorot, LSM Siapkan Laporan ke APH
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:41 WIB

Komisi XIII DPR RI dan Kementerian Hukum Tegaskan Bahaya Main Hakim Sendiri di UIN Sumut, Sugiat Santoso: Indonesia Negara Hukum, Bukan Negara Massa

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

Kejari Mandailing Natal Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Melalui Komitmen Bersama Polda Sumut dan Kejati Sumut

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:52 WIB

DPD MOSI Sumut Geruduk Kantor Bupati Deli Serdang, Desak Pembongkaran Pabrik Kasur Diduga Ilegal di Desa Sampali

Senin, 27 Juli 2026 - 20:55 WIB

Sugiat Santoso Dorong Petani Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing, Tegaskan Ketahanan Pangan Dimulai dari SDM Pertanian

Senin, 27 Juli 2026 - 17:12 WIB

H. Sugiat Santoso Hadiri Peletakan Batu Pertama Ponpes Dai & Tahfiz Nur Asyqi di Deli Serdang, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Qurani

Berita Terbaru