Bunda Yin bersama dua kandidat lainnya usai Musda WALUBI Sumut, menandai semangat kebersamaan dan persatuan setelah Bunda Yin terpilih sebagai Ketua DPD WALUBI Sumut periode 2026–2031 dengan perolehan 70 persen suara.
MEDAN I LIBAS86.COM – Meriyawaty Amelia Prasetio, atau akrab disapa Bunda Yin, dipercaya memimpin DPD WALUBI Sumatera Utara periode 2026–2031 setelah meraih dukungan mayoritas dalam Pasamuan/Musyawarah Daerah (Musda) WALUBI Sumut yang berlangsung di Grand Aston City Hall Medan. Kemenangan tersebut menjadi momentum baru bagi organisasi umat Buddha di Sumatera Utara untuk memperkuat kebersamaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam Musda tersebut, tiga kandidat bersaing memperebutkan posisi Ketua DPD WALUBI Sumut, yakni Bunda Yin, Ketua Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia (LKBI) Sumut; Arman Chandra, Ketua WALUBI Medan sekaligus Ketua KADIN Medan; serta Hendri. Pemungutan suara dilakukan secara terbuka dan langsung oleh para Ketua Majelis Agama Buddha yang berada di bawah naungan WALUBI Sumatera Utara. Dari hasil pemilihan, Bunda Yin memperoleh 70 persen suara dan ditetapkan sebagai Ketua DPD WALUBI Sumut periode 2026–2031.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, di balik angka kemenangan tersebut, Bunda Yin memilih menempatkan persatuan di atas kemenangan. Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, ia mengajak seluruh peserta Musda, termasuk para kandidat yang menjadi pesaingnya, untuk mengakhiri perbedaan pilihan dan kembali bergandengan tangan membangun WALUBI Sumatera Utara. “Kontestasi telah selesai. Kini saatnya kita bersinergi dan bersama-sama membangun WALUBI Sumatera Utara,” ujarnya.
Bagi Bunda Yin, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk menghadirkan organisasi yang mampu menjadi rumah bersama bagi umat Buddha. Ia mengusung visi mewujudkan WALUBI Sumatera Utara sebagai wadah kebersamaan umat Buddha dalam Dharma Agama dan Dharma Negara menuju Indonesia Emas 2045. Visi tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi umat Buddha dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dengan suara mayoritas yang diraihnya, Bunda Yin juga dihadapkan pada tanggung jawab untuk merajut kembali seluruh kekuatan organisasi setelah proses demokrasi internal selesai. Ia menekankan pentingnya kebersamaan, toleransi dan kerukunan antarumat beragama sebagai bagian dari pengabdian. Baginya, perbedaan pilihan dalam sebuah kontestasi bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan energi untuk membangun organisasi yang lebih dewasa dan semakin bermanfaat bagi masyarakat.
Kini, mandat lima tahun berada di pundak Bunda Yin. Harapan pun tumbuh agar kepemimpinan DPD WALUBI Sumut 2026–2031 tidak hanya menghasilkan organisasi yang semakin solid, tetapi juga menghadirkan karya nyata dalam menjaga kerukunan, memperkuat toleransi dan memberi kontribusi positif bagi Sumatera Utara. Kemenangan 70 persen suara menjadi awal perjalanan; ujian sesungguhnya adalah bagaimana mandat tersebut diterjemahkan menjadi pengabdian yang dirasakan umat dan masyarakat.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI











































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































