
JAKARTA I LIBAS86.COM – Rencana penyelenggaraan event yang dikaitkan dengan merek minuman beralkohol Chivas Regal pada 31 Oktober 2026 di kawasan ABC/Ancol Beach City, Jakarta Utara, menuai penolakan dari Pengurus Besar Komunitas Aktivis Muda Indonesia (PB KAMI). Ketua Umum PB KAMI, Sultoni, meminta pihak terkait mengevaluasi kembali rencana kegiatan tersebut dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat serta ketentuan yang berlaku.
Sultoni menilai kawasan Ancol memiliki posisi penting sebagai salah satu destinasi wisata di Jakarta sehingga setiap kegiatan yang digelar di dalamnya perlu memperhatikan aspek sosial, ketertiban umum, serta karakter kawasan. Menurutnya, pengelolaan kegiatan tidak semata-mata dapat dilihat dari sisi bisnis dan hubungan kontraktual, tetapi juga perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.
“Ancol merupakan BUMD milik Pemprov DKI Jakarta. Selain menjalankan fungsi bisnis dan pariwisata, tentu harus memperhatikan norma yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Sultoni, Kamis (24/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga meminta PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mengevaluasi hubungan kerja sama dengan pihak ketiga apabila terdapat perjanjian yang menjadi dasar penggunaan lokasi untuk kegiatan tersebut. Sultoni menyatakan, apabila diperlukan, ketentuan dalam perjanjian dapat ditinjau atau disesuaikan agar pelaksanaan kegiatan tetap sejalan dengan ketentuan yang berlaku dan kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, sebelumnya menyampaikan bahwa penyelenggara event 31 Oktober tersebut belum memperoleh izin dan proses perizinannya masih berjalan. Dalam audiensi dengan perwakilan masyarakat Jakarta Utara, Syahmudrian juga menjelaskan bahwa lokasi ABC memiliki hubungan kontraktual dengan pihak pengelola sehingga kewenangan Ancol terhadap kegiatan di lokasi tersebut memiliki batas tertentu.
Sultoni selanjutnya meminta seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam proses perizinan untuk memastikan setiap persyaratan dipenuhi sebelum kegiatan dapat dilaksanakan. Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan keberlanjutan rencana event tersebut. Hingga informasi terakhir yang disampaikan pihak Ancol, status perizinan kegiatan masih dalam proses, sehingga keputusan akhir mengenai penyelenggaraannya tetap bergantung pada proses dan kewenangan pihak terkait.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI






















































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































