Mandailing Natal,LIBAS86.COM – Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan (agent of change) sekaligus motor penggerak pembangunan daerah. Sebagai kelompok intelektual muda, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh Syaparuddin Pohan pada Senin (22/6/2026). Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat aktif dalam berbagai proses pembangunan, baik melalui pemikiran, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengawasan terhadap kebijakan publik.
“Mahasiswa harus mampu menjadi pelopor perubahan dengan menghadirkan gagasan-gagasan yang konstruktif dan inovatif. Peran mahasiswa tidak hanya di kampus, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi daerah,” ujar Syaparuddin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai berbagai tantangan pembangunan daerah saat ini, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan hidup, hingga penguatan tata kelola pemerintahan, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.
Menurutnya, melalui kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, organisasi kemahasiswaan, hingga pemanfaatan teknologi digital, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Selain itu, mahasiswa juga memiliki fungsi sebagai kontrol sosial yang bertugas mengawal jalannya pembangunan agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Mahasiswa harus menjaga idealisme dan independensinya. Kritik yang disampaikan harus berbasis data dan fakta serta bertujuan untuk memperbaiki kebijakan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di era digital saat ini, lanjut Syaparuddin, mahasiswa memiliki peluang yang lebih besar untuk berkontribusi melalui berbagai inovasi dan kreativitas yang dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat literasi masyarakat, serta mempromosikan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Ia berharap mahasiswa, khususnya di Kabupaten Mandailing Natal, dapat terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat semangat pengabdian, dan aktif mengambil peran dalam pembangunan daerah.
“Mahasiswa adalah aset bangsa yang memiliki kemampuan untuk menjadi motor penggerak perubahan. Dengan ilmu pengetahuan, integritas, dan kepedulian sosial yang dimiliki, mahasiswa dapat berkontribusi dalam mewujudkan daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
Penulis : LBS86/ MB
Editor : REDAKSI
























































































































































































































































































































































































































































































































































































































































