Rico Waas Ikuti Rapat Evaluasi Realisasi APBD, Mendagri Tekankan Fleksibilitas Anggaran dan Solidaritas Daerah Pasca-Bencana

- Penulis

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, LIBAS86.COM – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengikuti Rapat Evaluasi Realisasi APBD yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara daring, Rabu (25/12/2025), dengan fokus penguatan fleksibilitas APBD, percepatan belanja, dan solidaritas antardaerah dalam penanganan pasca-bencana.

Rapat dengan peserta gubernur serta bupati dan wali kota se-Indonesia itu diikuti Rico Waas dari Rumah Dinas Wali Kota. Dalam rapat itu, Rico Waas didampingi Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, Asisten Administrasi Umum Laksamana Putra Siregar, Inspektur Erfin Fachrurazi, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah M. Agha Novrian.

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya koordinasi anggaran pasca-bencana, khususnya melalui fleksibilitas penggunaan APBD. Ia mengimbau pemerintah daerah yang terdampak bencana melakukan pergeseran anggaran di awal tahun dengan mengalihkan program yang tidak prioritas guna membiayai kebutuhan mendesak melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
Sebagai payung hukum, pemerintah pusat akan menerbitkan dua surat edaran, masing-masing terkait perubahan program anggaran tahun berjalan bagi daerah terdampak bencana serta penyesuaian APBD di awal tahun sesuai kondisi lapangan, termasuk kerusakan infrastruktur yang bersifat total.

Selain penanganan pasca-bencana, Mendagri juga meminta daerah mempercepat realisasi pendapatan dan penyerapan belanja sebelum akhir tahun anggaran. Menurutnya, percepatan penyerapan belanja penting untuk memastikan pembayaran kontrak pekerjaan dan gaji pegawai berjalan tepat waktu, sekaligus menjaga peredaran uang di masyarakat agar aktivitas ekonomi daerah tidak terhambat.

Pemerintah pusat, lanjut Tito, melalui Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, akan memberikan dukungan teknis bagi daerah yang mengalami kendala administratif, termasuk dalam pelaporan. Pemerintah juga mengupayakan tambahan anggaran dari pusat maupun provinsi untuk membantu daerah terdampak bencana.

Baca Juga :  UMKM Harus Dapat Ruang Tumbuh dan Berjejaring

Dalam konteks pengelolaan fiskal yang lebih luas, Tito mendorong solidaritas antardaerah. Ia mengimbau daerah dengan kapasitas fiskal kuat dan simpanan anggaran besar untuk membantu daerah lain yang mengalami keterbatasan melalui mekanisme transfer yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan.

Mendagri juga menegaskan pentingnya pencapaian target pendapatan daerah mendekati atau melampaui 100 persen serta mendorong realisasi belanja agar peredaran uang di masyarakat tetap terjaga.

“Lebih dari 50 persen pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Karena itu, belanja pemerintah, baik pusat maupun daerah, harus mampu menjaga agar uang beredar dan konsumsi masyarakat tetap berjalan,” ujar Tito.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi digerakkan oleh dua mesin utama, yakni belanja pemerintah dan aktivitas sektor swasta. Belanja daerah dinilai menjadi pemicu penting agar sektor swasta, termasuk UMKM, tetap hidup dan berkembang.

Baca Juga :  Kajati Sumut Dampingi JAM Intel Prof. Reda Mantovani, Program Jaga Desa Diperkuat di Pengukuhan ABPEDNAS Sumut

Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) disebut sebagai indikator bergeraknya sektor riil di daerah. Namun demikian, Tito mengingatkan bahwa tingginya angka pertumbuhan ekonomi tidak selalu sejalan dengan pemerataan kesejahteraan. Pertumbuhan yang hanya ditopang sektor padat modal belum tentu memberikan dampak luas bagi masyarakat, berbeda dengan sektor riil seperti pariwisata, perdagangan, dan UMKM yang cenderung lebih inklusif.

Menutup arahannya, Mendagri menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan insentif fiskal sekitar Rp1 triliun bagi daerah berprestasi dalam pengelolaan APBD yang direncanakan cair pada Januari. Ia juga mengimbau kepala daerah menjaga keseimbangan fiskal, menghindari defisit maupun penumpukan anggaran, serta tetap menunjukkan empati dan ketertiban menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, khususnya bagi masyarakat di daerah terdampak bencana.

Penulis : LBS86/ RG

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Calon Penumpang KM Kelud Meninggal di Pelabuhan Belawan, Pelindo Regional 1 Sampaikan Duka Mendalam
Forwaka Dairi Gandeng Kantor Hukum Jetra-Ira & Rekan, Perkuat Perlindungan Hukum Wartawan Saat Bertugas
Propam Mabes Polri Gelar Gaktibplin Senpi di Polres Madina, Tekankan Disiplin Personel
Laskar Prabowo 08 Sumut Apresiasi Satlantas Polrestabes Medan, Dinilai Humanis dan Responsif Layani Masyarakat
Ruko CBD Helvetia Tanpa PBG, Proses SHGB Eks HGU PTPN 2 Diminta Diusut
Realisasi PAD Medan Capai 19,91 Persen, Rico Waas Genjot Pajak Daerah dan Tunggakan PBB
DPC GANN Kota Medan Jalin Sinergi dengan LLDIKTI Wilayah I, Dorong Kampus Bersih Narkoba
LSM Kebenaran Keadilan Geruduk Polda Sumut, Desak Oknum Jaksa Penodong Senpi Segera Diproses Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 11:58 WIB

Calon Penumpang KM Kelud Meninggal di Pelabuhan Belawan, Pelindo Regional 1 Sampaikan Duka Mendalam

Kamis, 16 April 2026 - 16:53 WIB

Forwaka Dairi Gandeng Kantor Hukum Jetra-Ira & Rekan, Perkuat Perlindungan Hukum Wartawan Saat Bertugas

Kamis, 16 April 2026 - 15:27 WIB

Propam Mabes Polri Gelar Gaktibplin Senpi di Polres Madina, Tekankan Disiplin Personel

Kamis, 16 April 2026 - 14:44 WIB

Laskar Prabowo 08 Sumut Apresiasi Satlantas Polrestabes Medan, Dinilai Humanis dan Responsif Layani Masyarakat

Kamis, 16 April 2026 - 13:05 WIB

Ruko CBD Helvetia Tanpa PBG, Proses SHGB Eks HGU PTPN 2 Diminta Diusut

Berita Terbaru