Lembaga Peduli Suara Rakyat Desak Percepatan Proses Laporan Dugaan Keterlibatan Oknum TNI dalam Aktivitas PETI di Kecamatan Batang Natal

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal, LIBAS86.COM – Lembaga Peduli Suara Rakyat menyampaikan bahwa laporan terkait dugaan keterlibatan oknum TNI dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, telah resmi diterima oleh pihak Kodam I/Bukit Barisan (Kodam I/BB).

Namun demikian, kami mendesak agar laporan tersebut segera diproses secara cepat, serius, dan transparan mengingat dampak yang ditimbulkan dari aktivitas PETI semakin meluas dan meresahkan masyarakat.

Baca Juga :  Nama Eks Plt Kadis PUPR Madina Terseret Dugaan Aliran Dana Rp7,272 Miliar, Ima Madina Desak KPK Usut Tuntas

Berdasarkan perkembangan di lapangan, aktivitas PETI masih berlangsung dan terus menyebabkan kerusakan lingkungan, termasuk pencemaran aliran sungai serta degradasi hutan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehubungan dengan hal tersebut, Lembaga Peduli Suara Rakyat menyampaikan penegasan sebagai berikut:

Baca Juga :  Polisi Dalami Insiden Perusakan dan Pembakaran Polsek Muara Batang Gadis, Aparat Amankan Sejumlah Warga

Mendesak Kodam I/BB untuk segera menindaklanjuti laporan yang telah masuk tanpa penundaan.

Meminta dilakukannya investigasi menyeluruh, objektif, dan transparan terhadap dugaan keterlibatan oknum TNI.

Menuntut tindakan tegas sesuai hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat.

Mendorong penghentian segera aktivitas PETI di Kecamatan Batang Natal.

Baca Juga :  Kejari Madina Gelar Serangkaian Kegiatan HAKORDIA 2025: Komitmen Tegas Berantas Korupsi di Masa Bencana Tegakkan Integritas, Perkuat Pengawasan Bencana, Pastikan Hak Rakyat Terlindungi

Meminta keterbukaan informasi kepada publik terkait perkembangan penanganan laporan tersebut.

Kami menilai bahwa percepatan penanganan laporan ini sangat penting guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Lembaga Peduli Suara Rakyat akan terus mengawal proses ini hingga adanya kejelasan dan tindakan nyata dari pihak berwenang.

Penulis : LBS86/ SP

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Satlantas Polres Asahan Intensifkan Blue Light Patrol di Jalinsum, Arus Lalin Malam Hari Dipastikan Aman dan Lancar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak

Berita Terbaru