Rico Waas Prioritaskan 4 Aset Untuk Profit, Pemko Medan Dorong Kebangkitan PUD Pembangunan

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, LIBAS86.COM – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan langkah tegas pembenahan total PUD Pembangunan Kota Medan dengan memprioritaskan empat aset utama sebagai motor kebangkitan BUMD tersebut.

Hal ini disampaikan Rico Waas dalam paparan rencana kerja Direksi PUD Pembangunan masa jabatan 2026–2030 di Balai Kota Medan, Jumat (20/2/2026). Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap dan Sekda Wiriya Alrahman dan segenap Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan serta jajaran Direksi PUD Pembangunan

Menurut Rico Waas, perusahaan daerah itu tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Reformasi manajemen, disiplin bisnis, dan langkah konkret menjadi kunci. Dari lima unit usaha yang dikelola, Pergudangan Kota Tanjung Mulia (PKTM), Kolam Renang Deli, Gelanggang Remaja, Taman Margasatwa Medan (Medan Zoo), dan Rusunawa Amplas, Rico Waas menyebut empat di antaranya memiliki potensi profit jika dikelola serius dan profesional.

Salah satu yang paling disorot adalah PKTM seluas 12,5 hektare yang baru termanfaatkan sekitar 4 hektare. Artinya, masih ada 7–8 hektare lahan potensial yang belum digarap optimal. Oleh karena itu Rico Waas membuka opsi pembangunan mandiri maupun kerja sama pihak ketiga apabila kondisi fiskal daerah belum memungkinkan investasi penuh.

“Kalau keuangan kita berat, ayo kita kerja sama. Tapi ini harus bergerak. Jangan stagnan,” tegas Rico Waas.

Dijelaskan Rico Waas, Pemko juga siap mendukung perbaikan akses jalan guna meningkatkan nilai bisnis kawasan tersebut.

Terkait Kolam Renang Deli dan Gelanggang Remaja yang berada di pusat kota, Rico Waas menilai keduanya seharusnya menjadi aset paling produktif. Namun ia mengingatkan, bisnis di kawasan strategis hanya akan berhasil jika didukung infrastruktur dan fasilitas memadai. Khususnya Kolam Renang Deli, ia menekankan agar fungsi utama tidak berubah.

Baca Juga :  Rico Waas Ajak Warga Saling Menguatkan dan Memulihkan Medan Pasca Banjir Dalam Safari Natal di Gereja Katolik Paroki Santo Antonius Dari Padua

“Jangan kehilangan asetnya, jangan berubah fungsi. Kalau kolam renang, tetap kolam renang. Silakan dikembangkan, tapi fungsi utamanya jangan hilang,” Jelas Rico Waas

Selanjutnya Rico Waas menyatakan Pemko Medan tidak menutup kemungkinan penyertaan modal. Namun ia menegaskan, suntikan dana hanya bisa diberikan jika rencana bisnis benar-benar komprehensif, terukur, dan realistis.

“Kami tidak takut membicarakan penyertaan modal. Tapi kita juga harus melihat kondisi keuangan daerah,” Ujar Rico Waas.

Sementara itu, Dirut PUD Pembangunan Septianus Bate’e memaparkan kondisi riil perusahaan yang masih defisit rata-rata Rp289 juta per bulan. Unit pergudangan menjadi penopang utama dengan kontribusi 73,25 persen dari total pendapatan. Namun beban operasional Rp367 juta per bulan, PBB sekitar Rp1,2 miliar per tahun, serta tunggakan hak pegawai membuat perusahaan belum sehat secara finansial.

Baca Juga :  Rico Waas Dukung Anak Muda Angkat Budaya Lokal Lewat Jong Batak’s Arts Festival

“Kolam Renang Deli dan Taman Margasatwa Medan masih merugi, sementara Gelanggang Remaja dan Rusunawa Amplas mencatat surplus tipis”, jelasnya.

Menurut Septianus, jajaran Direksi periode 2026–2030 memulai pembenahan dari internal, termasuk digitalisasi sistem keuangan bekerja sama dengan Bank Sumut, audit operasional, penyusunan SOP dan KPI dengan target kepatuhan 95 persen, efisiensi biaya, serta nihil temuan audit material.

“Transformasi Medan Zoo juga disiapkan melalui rebranding dan perubahan konsep pengelolaan”, ujarnya.

Pemko Medan menargetkan BUMD ini tidak lagi menjadi beban, melainkan kontributor nyata bagi PAD. Dengan tiga aset prioritas digerakkan lebih dulu, PUD Pembangunan diharapkan bangkit secara bertahap, sehat, dan berorientasi profit tanpa meninggalkan fungsi sosialnya.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Satlantas Polres Asahan Intensifkan Blue Light Patrol di Jalinsum, Arus Lalin Malam Hari Dipastikan Aman dan Lancar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak

Berita Terbaru