SMKN 1 Gunungsitoli Disorot soal Sumbangan Rp20 Ribu per Bulan, Kacabdisdik Janji Inspeksi

- Penulis

Sabtu, 5 September 2026 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kartu Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SMK Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2025/2026 yang mencantumkan sumbangan Rp20 ribu per bulan menjadi sorotan di tengah dugaan pungutan pendidikan.

GUNUNGSITOLI I LIBAS86.CIM – Dugaan pungutan berkedok sumbangan pendidikan di SMK Negeri 1 Gunungsitoli, Sumatera Utara, menjadi sorotan. Dugaan tersebut mencuat setelah beredar kartu bertuliskan Kartu Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang mencantumkan nominal Rp20 ribu per bulan dan dilengkapi stempel serta tanda tangan Ketua Komite dan Bendahara.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pembayaran tersebut tercatat mulai Juli 2025 hingga Juni 2026. Seorang siswi SMKN 1 Gunungsitoli yang identitasnya dirahasiakan membenarkan adanya pembayaran Rp20 ribu setiap bulan. Ia mengaku keberatan dengan kewajiban tersebut dan tidak mengetahui secara pasti penggunaan dana yang dihimpun dari para siswa.

Kepala SMKN 1 Gunungsitoli, Edid Bestaria Zendrato, membantah jika pembayaran tersebut merupakan pungutan yang bersifat memaksa. Menurutnya, dana tersebut merupakan sumbangan partisipasi sukarela yang diusulkan orang tua siswa bersama Komite Sekolah dalam sidang paripurna. Ia menegaskan tidak semua siswa diwajibkan membayar.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah XIII Provinsi Sumatera Utara, Augustinus Halawa, membantah adanya dugaan aliran dana dari sekolah kepada pihak Cabdisdik. Ia menegaskan sejak awal telah melarang praktik pungutan terhadap siswa dan menyatakan akan melakukan inspeksi ke SMKN 1 Gunungsitoli untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Jika terbukti terjadi pelanggaran, pihak sekolah disebut dapat dikenakan sanksi disiplin sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Kajati Sumut Muhibuddin Terima Kunjungan Kapolda Irjen Pol Sony Irawan, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum di Sumatera Utara

Persoalan serupa sebelumnya juga pernah mencuat di SMAN 1 Gunungsitoli pada 2025, ketika muncul persoalan pembayaran SPP melalui Komite Sekolah sebesar Rp40 ribu per bulan. Kasus tersebut kemudian berujung pada pencopotan kepala sekolah. Rangkaian peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme penghimpunan dan pertanggungjawaban dana pendidikan melalui komite sekolah.

Baca Juga :  Sugiat Santoso Minta Kader Gerindra Sumut Jadi ‘Jubir’ Prabowo, Kawal Program Pemerintah hingga ke Masyarakat

Dari sisi regulasi, Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah mengatur larangan Komite Sekolah melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya. Atas dugaan tersebut, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli didorong untuk melakukan klarifikasi dan, apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum, menelusuri mekanisme penghimpunan serta penggunaan dana tersebut secara transparan. Sekolah dan pihak terkait tetap memiliki ruang memberikan penjelasan dan bukti pertanggungjawaban agar persoalan ini dapat dinilai secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Penulis : LBS86/ TIM

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KODRAT Medan Bidik Juara Umum Porprovsu XII 2026, 18 Atlet Siap Tempur!
Julis Amitra-Taufik Juara Kelas B Turnamen PB Mitra Sporty Medan 2026, Kadispora dan KONI Siap Dukung Pembinaan Atlet
Keluhan Pegawai RSUD CAM Bekasi Disorot, Direktur dan Wali Kota Belum Beri Tanggapan
GANN Medan Desak Bandar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamine Dihukum Maksimal, Jaringan Internasional Harus Dibongkar!
LBH FORWAKA Sumut Desak Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Serangan Balik Disorot
Cuaca Ekstrem 23–25 Oktober, BPBD Medan Siagakan 53 Personel TRC, Warga Diminta Waspada Banjir
Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dibantah, Forwaka: Jangan Rusak Karakter Pejabat dengan Informasi Belum Terverifikasi
Jelang Porprovsu XII 2026, Persiapan Kontingen Medan Disorot, Bobby Zulkarnain Minta Dispora Bertindak
Berita ini 0 kali dibaca
Dugaan sumbangan pendidikan Rp20 ribu per bulan di SMKN 1 Gunungsitoli menjadi sorotan. Pihak sekolah menyebutnya sebagai sumbangan partisipasi sukarela, sementara Kacabdisdik Wilayah XIII Sumut berjanji melakukan inspeksi dan menegaskan akan menerapkan sanksi disiplin apabila ditemukan pelanggaran.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:32 WIB

KODRAT Medan Bidik Juara Umum Porprovsu XII 2026, 18 Atlet Siap Tempur!

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Julis Amitra-Taufik Juara Kelas B Turnamen PB Mitra Sporty Medan 2026, Kadispora dan KONI Siap Dukung Pembinaan Atlet

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Keluhan Pegawai RSUD CAM Bekasi Disorot, Direktur dan Wali Kota Belum Beri Tanggapan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:37 WIB

GANN Medan Desak Bandar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamine Dihukum Maksimal, Jaringan Internasional Harus Dibongkar!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:13 WIB

LBH FORWAKA Sumut Desak Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Serangan Balik Disorot

Berita Terbaru