Dugaan Penemuan Bayi di Simpang Gambir Terbongkar: Cerita Direkayasa, Pasangan Muda Akui Anak Kandung dan Sepakat Menikah

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 23:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA, LIBAS86.COM – Isu penemuan bayi yang sempat menghebohkan warga Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, akhirnya terbongkar. Fakta di lapangan mengungkap, peristiwa tersebut bukan penemuan bayi, melainkan skenario yang sengaja dibuat.

Cerita awal datang dari seorang mahasiswi, Derma Aulia Sari (20), warga Desa Balimbing, Kecamatan Natal, yang mengaku menemukan bayi perempuan bersama rekannya, Dio Pradana, di sebuah pondok di kawasan Simpang Gambir. Informasi ini sempat memicu keresahan warga dan mengundang respons cepat aparat kepolisian.

Baca Juga :  Di Tengah Duka Sumatera, Ribuan Warga Tanjungbalai Larut dalam Zikir dan Doa di Usia Kota ke-405

Namun, penyelidikan intensif yang dilakukan aparat pada Minggu (12/4/2026) mengungkap fakta sebaliknya. Setelah dilakukan olah TKP, penelusuran identitas, serta klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, terungkap bahwa bayi tersebut merupakan anak kandung dari kedua pelapor sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bayi perempuan itu bahkan diketahui baru dilahirkan sehari sebelumnya, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 19.20 WIB di Klinik Prima Sehat.

Kapolsek Lingga Bayu IPTU Ilham Partaonan, SH, MH melalui Kanit Reskrim Polsek Lingga Bayu, Ipda Fahrul Sa’ban Simanjuntak, menegaskan bahwa informasi yang beredar di tengah masyarakat tidak sesuai dengan fakta.

Baca Juga :  Perkuat Ketahanan Pangan, Polres dan Pemkab Madina Gelar Tanam Jagung Serentak Kuartal I 2026

“Fakta hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada penemuan bayi. Cerita itu direkayasa. Bayi tersebut merupakan anak biologis dari kedua yang bersangkutan,” tegasnya.

Polisi bergerak cepat sejak laporan diterima, mulai dari pengecekan lokasi, evakuasi bayi untuk mendapatkan perawatan medis, hingga pendalaman keterangan sejumlah pihak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan bayi sekaligus mengungkap kebenaran peristiwa.

“Kami memastikan kondisi bayi dalam keadaan aman sekaligus mengungkap fakta sebenarnya. Hasil klarifikasi menunjukkan informasi awal tidak benar,” lanjutnya.

Meski sempat menghebohkan publik, kasus ini tidak berlanjut ke proses hukum. Persoalan diselesaikan melalui mediasi yang difasilitasi pihak kepolisian dengan melibatkan orang tua kedua belah pihak.

Baca Juga :  Bahas Acara Pelantikan, Kajari Terima Audensi FORWAKA Asahan.

Dalam mediasi tersebut, pasangan muda itu sepakat bertanggung jawab dan melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

“Permasalahan telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak berkomitmen menikah dan bertanggung jawab atas anak tersebut,” tutup Fahrul.

Tidak ditemukan korban maupun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Penulis : LBS86/ SP

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Revitalisasi Rp1,25 Miliar di SMPN 38 Medan Jadi Sorotan, Aktivitas Belajar Berlangsung di Tengah Proyek Konstruksi
Warga Lingkungan XIV Terjun Mengeluh: Drainase Tersumbat, Jalan Tergenang, Perhatian Pemerintah Dinilai Minim
DPO Terpidana Penggelapan Albert A Hock Ditangkap Tim Kejatisu dan Kejari Tanjungbalai
Komisi XIII DPR RI Kawal Pengembalian 83,26 Hektare Lahan Padang Halaban, Sugiat Santoso Tegaskan Negara Harus Hadir
Resmi Pimpin Kejari Madina, Mohammad Nursaitias Tegaskan Komitmen Pelayanan dan Penegakan Hukum
FORWAKA Nias Selatan Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pers dan Pemerintah untuk Pembangunan Daerah
Gerindra Sebut Perombakan Pimpinan BGN Bukti Komitmen Presiden Prabowo Benahi Program MBG
Ketua DPD MOSI Apresiasi Respons Cepat Direksi KIM Bersihkan Tumpukan Sampah di Kawasan Industri Medan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:25 WIB

Revitalisasi Rp1,25 Miliar di SMPN 38 Medan Jadi Sorotan, Aktivitas Belajar Berlangsung di Tengah Proyek Konstruksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:23 WIB

Warga Lingkungan XIV Terjun Mengeluh: Drainase Tersumbat, Jalan Tergenang, Perhatian Pemerintah Dinilai Minim

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:11 WIB

DPO Terpidana Penggelapan Albert A Hock Ditangkap Tim Kejatisu dan Kejari Tanjungbalai

Jumat, 5 Juni 2026 - 04:52 WIB

Komisi XIII DPR RI Kawal Pengembalian 83,26 Hektare Lahan Padang Halaban, Sugiat Santoso Tegaskan Negara Harus Hadir

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:51 WIB

FORWAKA Nias Selatan Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pers dan Pemerintah untuk Pembangunan Daerah

Berita Terbaru