Tanpa Orasi, AMP2K Gegerkan Kantor Bupati dan Desak KPK Turun Lagi ke Madina

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA,LIBAS86.COM – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Pemantau Kebijakan Pemerintah (AMP2K) di halaman Kantor Bupati Mandailing Natal, Senin (15/06/2026), tampil berbeda dari biasanya. Tanpa orasi dan tanpa pengerahan massa besar, AMP2K justru menghadirkan aksi simbolik yang menyita perhatian publik.

Tiga patung orang-orangan sawah berdiri di lokasi aksi sambil memegang toa (pengeras suara) yang terus mengeluarkan bunyi sirene. Sejumlah poster dan spanduk berisi kritik terhadap pemerintah turut dipasang sebagai simbol protes terhadap apa yang mereka nilai sebagai lemahnya komitmen pemberantasan korupsi dan penegakan supremasi hukum di Kabupaten Mandailing Natal.

Di balik kesederhanaan aksi tersebut, AMP2K membawa tuntutan yang cukup serius. Mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kembali turun ke Mandailing Natal dan menindaklanjuti pengembangan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) tahun 2025 yang sebelumnya menyeret sejumlah pejabat dan pihak swasta hingga berujung pada proses hukum.

Koordinator aksi, Pajarur Rohman Nasution, menyebut aksi simbolik itu merupakan representasi kekecewaan masyarakat yang merasa suara mereka selama ini tidak mendapatkan respons yang memadai dari pemerintah daerah.

“Ini simbol kekecewaan publik yang telah lama menyuarakan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, namun tidak pernah benar-benar didengar. Karena itu kami memilih aksi simbolik agar pesan yang disampaikan lebih bermakna,” ujarnya.

Dalam pernyataan sikap yang dibagikan kepada awak media, AMP2K mendesak Bupati Mandailing Natal mencopot Elvi Yanti Harahap dari jabatannya sebagai Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan. Menurut AMP2K, nama Elvi Yanti disebut dalam sejumlah fakta persidangan perkara korupsi yang berkaitan dengan OTT KPK tahun 2025.

Baca Juga :  Polres Madina Tertibkan Pistol Mainan di Siabu, GEMPAK Soroti Lemahnya Pengawasan Desa

AMP2K juga meminta KPK melakukan pengembangan perkara secara menyeluruh terhadap seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.

“KPK harus mengusut perkara ini secara adil dan transparan. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku agar publik memperoleh kepastian dan kejelasan hukum,” ujar Sutan Paruhuman.

Selain menyoroti kasus OTT, AMP2K juga meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dana hibah yang dialokasikan kepada Tim Penggerak PKK, Bunda PAUD, dan Dekranasda Kabupaten Mandailing Natal.

Menurut mereka, langkah tersebut penting untuk memastikan pengelolaan keuangan negara berjalan secara akuntabel dan terbuka.

“Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum, seluruh dugaan yang berkembang harus diuji secara profesional, objektif, dan transparan,” kata Lukman.

Baca Juga :  Pengukuhan Bunda Paud, Bunda Literasi dan Pokja Bunda Paud Se Kota Tanjungbalai 

Menariknya, di tengah kritik yang diarahkan kepada Bupati Mandailing Natal, AMP2K justru menyampaikan apresiasi terhadap Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution. Dalam sejumlah poster yang dibawa massa, Atika dinilai sebagai figur yang amanah, terbuka, progresif, dan memiliki visi yang jelas dalam mendorong kemajuan daerah.

Sejumlah poster bahkan memuat tulisan dukungan kepada Wakil Bupati yang sontak menjadi perhatian masyarakat yang menyaksikan aksi tersebut.

Situasi itu memunculkan beragam spekulasi di tengah publik mengenai dinamika hubungan politik antara Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi yang dapat mengonfirmasi berbagai spekulasi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan dan kritik yang disampaikan AMP2K dalam aksi simbolik tersebut.

Penulis : LBS86/ SP

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PMII Madina Soroti Dugaan Aktivitas Tong Emas Ilegal Jelang HUT Bhayangkara, Akan Surati Kapolda Sumut
Ribuan Warga Langkat Serbu Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis, Bukti Tingginya Kebutuhan Layanan Kesehatan di Daerah
Muskab PERTINA Mandailing Natal Masa Bakti 2026–2030 Berlangsung Sukses, Faisal Pimpin PERTINA Madina
KONPEK-SUMUT Siap Kepung Kantor ESDM Sumut, Desak Evaluasi PT Sorikmas Mining
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wakil Wali Kota Medan Ajak Warga Jujur Demi Akurasi Data Kemiskinan dan Bantuan Sosial
PMII Madina Soroti Dugaan Aktivitas Tong Pengolahan Emas Tanpa Izin, Akan Surati Kapolda Sumut
Aksi MOSI dan Mahasiswa Ricuh di Balai Kota Medan, Desak Wali Kota Copot Kadis DLH Terkait Dugaan Pencemaran Lingkungan PT IPI
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Lantik 9 Pejabat Administrator dan Pengawas, Perkuat Kinerja ASN dan Pelayanan Publik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:02 WIB

PMII Madina Soroti Dugaan Aktivitas Tong Emas Ilegal Jelang HUT Bhayangkara, Akan Surati Kapolda Sumut

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:05 WIB

Ribuan Warga Langkat Serbu Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis, Bukti Tingginya Kebutuhan Layanan Kesehatan di Daerah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:16 WIB

Muskab PERTINA Mandailing Natal Masa Bakti 2026–2030 Berlangsung Sukses, Faisal Pimpin PERTINA Madina

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:59 WIB

KONPEK-SUMUT Siap Kepung Kantor ESDM Sumut, Desak Evaluasi PT Sorikmas Mining

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:51 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wakil Wali Kota Medan Ajak Warga Jujur Demi Akurasi Data Kemiskinan dan Bantuan Sosial

Berita Terbaru