Sugiat Santoso Bongkar 3 Kunci Pendidikan Generasi Muda di Era Digital, Guru Didorong Tangkal Radikalisme

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, dalam kegiatan Literasi Digital Berbasis Moderasi yang diselenggarakan BNPT bersama FKPT Sumatera Utara di Medan, 20–21 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti lebih dari 250 peserta untuk memperkuat peran guru dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan kekerasan di kalangan pelajar.

MEDAN I LIBAS86.COM – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., S.H., M.SP., menegaskan pentingnya penguatan tiga ranah pendidikan, yakni afektif, kognitif, dan psikomotorik, untuk membentuk generasi muda yang cerdas, terampil, berkarakter, serta mampu menangkal penyebaran paham radikalisme di era digital.

Penegasan tersebut disampaikan Sugiat dalam kegiatan Literasi Digital Berbasis Moderasi yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Utara di Andaliman Hall, Medan, Selasa (20/10/2026). Menurutnya, derasnya arus informasi di internet dan media sosial menuntut generasi muda tidak sekadar mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan bertanggung jawab dalam beraktivitas di ruang digital.

Sugiat menjelaskan, ranah kognitif berperan membangun kemampuan berpikir kritis untuk membedakan fakta, hoaks, dan konten ekstremisme. Ranah afektif berkaitan dengan pembentukan karakter, toleransi, serta sikap moderat. Sementara itu, ranah psikomotorik mencakup keterampilan memanfaatkan teknologi secara produktif, termasuk menghasilkan konten digital yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumatera Utara itu juga menekankan bahwa pembentukan mental dan karakter harus menjadi perhatian utama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga :  LIBAS86.COM Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Kembali Prof. Dr. Muryanto Amin sebagai Rektor USU Periode Kedua 2026–2031

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Oktober 2026, tersebut diikuti lebih dari 250 peserta yang terdiri atas guru SMP, MTs, SMA, MA, serta ustaz dan ustazah pondok pesantren di Sumatera Utara. Forum ini berfokus pada penguatan peran pendidik dalam mencegah penyebaran paham kekerasan, intoleransi, ujaran kebencian, dan propaganda ekstremisme yang berpotensi memengaruhi pelajar melalui platform digital.

Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Irjen Pol. Wawan Ridwan, menilai guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, serta menjadi teladan bagi peserta didik. Senada dengan itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara melalui Kabid Wawasan Kebangsaan dan Penanganan Konflik, Emir Mahbob Lubis, mengapresiasi pelaksanaan literasi digital berbasis moderasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan di tengah tantangan penyebaran paham radikal di ruang digital.

Baca Juga :  Diduga Serobot Aset SDA dan Timbun Makam, Proyek Koperasi Merah Putih Jadi Sorotan

Ketua FKPT Sumatera Utara, Prof. Arifuddin Muda Harahap, M.Hum., berharap keterlibatan para guru mampu memperkuat upaya pencegahan kekerasan dan ekstremisme di lingkungan pendidikan. Sugiat pun menegaskan bahwa kecakapan digital harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter, moderasi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Dengan demikian, ruang digital diharapkan menjadi sarana edukasi, kreativitas, dan penguatan persatuan bangsa, bukan tempat berkembangnya kebencian maupun propaganda ekstremisme.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KODRAT Medan Bidik Juara Umum Porprovsu XII 2026, 18 Atlet Siap Tempur!
Julis Amitra-Taufik Juara Kelas B Turnamen PB Mitra Sporty Medan 2026, Kadispora dan KONI Siap Dukung Pembinaan Atlet
Keluhan Pegawai RSUD CAM Bekasi Disorot, Direktur dan Wali Kota Belum Beri Tanggapan
GANN Medan Desak Bandar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamine Dihukum Maksimal, Jaringan Internasional Harus Dibongkar!
LBH FORWAKA Sumut Desak Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Serangan Balik Disorot
Cuaca Ekstrem 23–25 Oktober, BPBD Medan Siagakan 53 Personel TRC, Warga Diminta Waspada Banjir
Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dibantah, Forwaka: Jangan Rusak Karakter Pejabat dengan Informasi Belum Terverifikasi
Jelang Porprovsu XII 2026, Persiapan Kontingen Medan Disorot, Bobby Zulkarnain Minta Dispora Bertindak
Berita ini 0 kali dibaca
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menekankan pentingnya tiga ranah pendidikan, yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik, dalam memperkuat literasi digital dan mencegah penyebaran radikalisme di kalangan pelajar. Melalui kegiatan BNPT dan FKPT Sumatera Utara, lebih dari 250 guru didorong memperkuat karakter, toleransi, moderasi, dan wawasan kebangsaan generasi muda di era digital.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:32 WIB

KODRAT Medan Bidik Juara Umum Porprovsu XII 2026, 18 Atlet Siap Tempur!

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Julis Amitra-Taufik Juara Kelas B Turnamen PB Mitra Sporty Medan 2026, Kadispora dan KONI Siap Dukung Pembinaan Atlet

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Keluhan Pegawai RSUD CAM Bekasi Disorot, Direktur dan Wali Kota Belum Beri Tanggapan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:37 WIB

GANN Medan Desak Bandar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamine Dihukum Maksimal, Jaringan Internasional Harus Dibongkar!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:13 WIB

LBH FORWAKA Sumut Desak Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Serangan Balik Disorot

Berita Terbaru