Dana BOS SMPN 6 Percut Sei Tuan Disorot, Perbedaan Data dan Proyek Rp2 Miliar Jadi Perhatian Publik

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi proyek pembangunan tiga Ruang Kelas Baru (RKB) di SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, yang menjadi sorotan setelah Tim DPD MOSI Sumatera Utara melakukan peninjauan lapangan. Tim mencatat belum terlihat papan informasi proyek di lokasi pekerjaan dan meminta keterbukaan dokumen anggaran serta pelaksanaan proyek untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana pemerintah.

DELI SERDANG I LIBAS86.COM – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menjadi sorotan setelah Tim DPD MOSI Sumatera Utara melakukan klarifikasi langsung kepada Kepala SMPN 6 Percut Sei Tuan, Sudarmadi, pada Senin (3/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Kepala Sekolah membantah adanya dugaan penyimpangan Dana BOS. Namun, proses klarifikasi justru memunculkan sejumlah perbedaan data yang dinilai perlu mendapat penjelasan lebih lanjut demi menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara di sektor pendidikan.

Baca Juga :  Rukun Sembiring Serahkan SK Definitif, Ramces Pandiangan Resmi Terima Amanah Pimpin LBH MADA LMP Sumut

Menurut Tim DPD MOSI Sumut, pihak sekolah semula menyampaikan bahwa data penggunaan Dana BOS yang ditunjukkan merupakan data yang berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang. Namun, setelah dilakukan pencermatan bersama, dokumen tersebut diketahui menggunakan kop surat SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan serta ditandatangani dan distempel oleh Kepala Sekolah sendiri. Saat dimintai penjelasan mengenai perbedaan tersebut, Kepala Sekolah menyampaikan kemungkinan terjadi kekeliruan dalam proses penginputan data oleh operator sekolah. Hingga berita ini diterbitkan, dokumen pendukung yang diminta tim untuk dilakukan pencocokan belum diperlihatkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan juga mengarah pada proyek pembangunan tiga Ruang Kelas Baru (RKB) di lingkungan sekolah. Berdasarkan keterangan yang diterima tim, nilai keseluruhan anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp2,05 miliar, meliputi pembangunan gedung sebesar Rp924.667.000, sarana penunjang Rp468.764.000, penataan lingkungan Rp418.994.000, perabot dan interior Rp168.435.000, serta biaya perencanaan dan pengawasan Rp69.810.883. Saat melakukan peninjauan, tim mengaku tidak menemukan papan informasi proyek sebagaimana lazim diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan dana pemerintah. Atas dasar itu, tim meminta agar seluruh dokumen perencanaan, kontrak, dan pelaksanaan pekerjaan dapat dibuka kepada publik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga :  Surat Keberatan Warga Diduga Tak Ditindaklanjuti, PKL dan Parkir Depan Rumah di Padangsidimpuan Jadi Sorotan

Dalam kesempatan yang sama, hadir Zulfan yang diperkenalkan sebagai Ketua Komite SMPN 6 Percut Sei Tuan. Namun, saat dimintai keterangan secara terpisah, ia menyatakan tidak mengetahui secara rinci pengelolaan Dana BOS dan mengaku tidak dilibatkan dalam penyusunan maupun pembahasan anggaran. Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena berdasarkan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, komite memiliki fungsi memberikan pertimbangan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS), melakukan pengawasan, serta mendorong transparansi penggunaan anggaran. Meski demikian, ada atau tidaknya pelanggaran tetap merupakan kewenangan aparat pengawas dan aparat penegak hukum berdasarkan hasil pemeriksaan yang sah.

Baca Juga :  Forwaka Tanjung Balai Resmi Dilantik, Irfandi : " Forwaka Memiliki Peran Penting Sebagai Penghubung Antara Insan Pers dan Institusi Kejaksaan ".

Ketua DPD MOSI Sumatera Utara, Rudi Hutagaol, menyatakan pihaknya akan menyampaikan surat permohonan klarifikasi dan pemeriksaan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Inspektorat, Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) apabila diperlukan sesuai kewenangannya, Kejaksaan Negeri Deli Serdang, Kepolisian, serta instansi terkait lainnya. Menurutnya, Dana BOS merupakan dana yang bersumber dari APBN sehingga pengelolaannya harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, efektif, efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan belum menyerahkan dokumen pendukung yang diminta Tim DPD MOSI Sumut untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut. Oleh karena itu, seluruh dugaan yang berkembang masih memerlukan pembuktian melalui proses audit dan pemeriksaan oleh instansi yang berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Penulis : LBS86/ NRD

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Satlantas Polres Asahan Intensifkan Blue Light Patrol di Jalinsum, Arus Lalin Malam Hari Dipastikan Aman dan Lancar
Berita ini 0 kali dibaca
Pengelolaan Dana BOS SMPN 6 Percut Sei Tuan menjadi perhatian setelah muncul perbedaan data saat proses klarifikasi yang dilakukan Tim DPD MOSI Sumatera Utara. Selain itu, proyek pembangunan tiga ruang kelas baru senilai sekitar Rp2,05 miliar tanpa papan informasi turut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi penggunaan anggaran. Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum menyerahkan dokumen pendukung yang diminta untuk proses verifikasi lebih lanjut. Seluruh informasi dalam pemberitaan ini disampaikan berdasarkan hasil konfirmasi dan masih menunggu klarifikasi lanjutan serta pemeriksaan oleh instansi yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak

Berita Terbaru