BBWS Dianggap Menyalahkan Banjir demi Menutupi Dugaan Kekeliruan Proyek Irigasi di Madina.

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA, LIBAS86.COM – Polemik terkait proyek irigasi persawahan di Desa Sabajior, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, semakin memanas. Dugaan tumpang tindih anggaran serta kualitas pekerjaan yang dinilai jauh dari standar menjadi sorotan publik dan media.

Menanggapi polemik tersebut, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II akhirnya memberikan penjelasan. Nasution, staf BBWS Sumatera II Medan yang disebut terlibat dalam pengawasan proyek, menyatakan bahwa kondisi saluran irigasi yang dipenuhi lumpur dan material merupakan dampak banjir beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Miris ... Kepala BPBD Kota Medan Ngaku Bukan Malaikat dan Pemuas Masyarakat Ketika Korban Bencana Banjir Mengeluh.

“Lumpur dan material yang terlihat itu akibat banjir, bukan karena kesalahan pekerjaan. Dalam waktu dekat pengawas akan turun mengecek langsung ke lapangan,” ujar Nasution.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, hasil penelusuran dan dokumentasi jurnalis hingga hari ini menunjukkan fakta berbeda. Di lokasi proyek tidak ditemukan jejak banjir ataupun tanda area terdampak yang dapat menjadi alasan munculnya tumpukan lumpur pada konstruksi saluran irigasi tersebut.

Baca Juga :  LMP Madina Desak Korem 023/KS dan Kodim 0212/TS Segera Limpahkan 6 Ekskavator Kasus PETI Batang Natal ke APH

Menanggapi temuan lapangan dan sorotan media, Bidang Operasi dan Perawatan (OPD) PPK BWS, Dedek Ardiansyah, mengeluarkan pernyataan tegas.

“Terima kasih atas pemberitahuan dari awak media. Kita tidak akan menerima pekerjaan seperti itu. Minggu depan kita akan turun langsung ke lokasi, dan jika benar ditemukan kesalahan, akan kita instruksikan untuk dibongkar,” tegasnya. Senin (8/12/2025) saat di jumpai awak media dikantor nya.

Baca Juga :  Rico Waas Terima Piagam Penghargaan, Program Empowering Kepling Jadikan Medan Kota Pertama di Indonesia Dalam Perluasan Perlindungan Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan

Dedek Ardiansyah juga menambahkan bahwa ia telah menghubungi konsultan proyek bernama Dede Irawan dan menginstruksikan penghentian sementara seluruh kegiatan pekerjaan di lapangan.

Penulis : LBS86/ MBS

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Halal Bihalal IKBS di Medan, Tokoh Sumut Serukan Penguatan Silaturahmi dan Soliditas Perantau
Perumda Tirtanadi Gandeng Kejati Sumut, Perkuat Mitigasi Risiko Hukum di Sektor BUMD
Pujakesuma Desak Pembebasan Toni Aji Anggoro, Demo di Pengadilan Medan Berujung Blokade Jalan
Imigrasi Tanjungbalai-Asahan Tindak Tegas Kasus Penyelundupan 6 PMI Non Prosedural, 3 ABK Terancam 15 Tahun Penjara
Aksi Massa di Medan Desak Pembongkaran Menara PT Daya Mitra Telekomunikasi Tbk, Tuntut Kompensasi Warga.
Dugaan Korupsi Atribut Sekolah Rp16 Miliar di Medan Dihentikan, Kejari: Tidak Ditemukan Kerugian Negara
Soroti Pengadaan PIN DPRD Tapsel Rp267 Juta, Mahasiswa Demo ke Kejari dan Polres
Kadispora Medan Lepas Smartfren Fun Run 2026, Car Free Day dan UMKM Lokal Ramaikan Lapangan Merdeka.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 15:10 WIB

Halal Bihalal IKBS di Medan, Tokoh Sumut Serukan Penguatan Silaturahmi dan Soliditas Perantau

Selasa, 21 April 2026 - 14:31 WIB

Perumda Tirtanadi Gandeng Kejati Sumut, Perkuat Mitigasi Risiko Hukum di Sektor BUMD

Senin, 20 April 2026 - 22:33 WIB

Pujakesuma Desak Pembebasan Toni Aji Anggoro, Demo di Pengadilan Medan Berujung Blokade Jalan

Senin, 20 April 2026 - 21:02 WIB

Imigrasi Tanjungbalai-Asahan Tindak Tegas Kasus Penyelundupan 6 PMI Non Prosedural, 3 ABK Terancam 15 Tahun Penjara

Senin, 20 April 2026 - 17:17 WIB

Aksi Massa di Medan Desak Pembongkaran Menara PT Daya Mitra Telekomunikasi Tbk, Tuntut Kompensasi Warga.

Berita Terbaru