TANAH KARO I LIBAS86.COM – Paguyuban Bilal Mayit dan Penggali Kubur Sumatera Utara menggelar pelatihan bilal mayit dan penggali kubur di Desa Sikap, Dusun Siberteng, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Jumat (9/10/2026) malam. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kemampuan masyarakat dalam menjalankan pelayanan fardu kifayah, khususnya di wilayah yang masih kekurangan tenaga bilal mayit.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., yang turut memberikan perhatian terhadap pembinaan dan edukasi bilal mayit. Kehadirannya diharapkan dapat mendorong peningkatan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengurus jenazah sesuai tuntunan agama Islam, terutama di daerah yang belum memiliki bilal mayit.
Dalam kesempatan itu, tokoh masyarakat Ridwan Tarigan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia juga berharap pembina bilal mayit terus memberikan pendampingan dan pelatihan secara berkelanjutan dengan penuh keikhlasan, sehingga semakin banyak warga yang memiliki kemampuan melaksanakan tugas fardu kifayah di lingkungan masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan Pemuda ICMI yang diketuai Irwansyah Putra NST, S.H., M.H., serta IKA HMI. Sinergi berbagai elemen tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap penguatan kapasitas masyarakat dalam pelayanan keagamaan. Acara berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diakhiri dengan penyerahan bingkisan kepada para bilal mayit di wilayah setempat sebagai bentuk apresiasi dan dukungan.
Penutupan kegiatan dipimpin Ketua Umum Paguyuban Bilal Mayit dan Penggali Kubur Sumatera Utara, Pusman, didampingi bendahara Oma Cici, wakil bendahara Misah, Ustaz Iswanto, serta perwakilan koordinator lapangan dari Medan. Kehadiran jajaran pengurus tersebut menegaskan komitmen paguyuban dalam memperluas pembinaan dan memperkuat jaringan pelayanan fardu kifayah di berbagai daerah Sumatera Utara.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya peran bilal mayit dan penggali kubur sebagai bagian dari pelayanan sosial-keagamaan. Pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah perlunya keterlibatan aktif masyarakat untuk memastikan pelaksanaan fardu kifayah dapat berjalan dengan baik, sehingga setiap wilayah memiliki sumber daya manusia yang siap membantu ketika ada warga yang meninggal dunia.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI

































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































