Tudingan OTT dan Utang Pilkada Muncul dalam Aksi Gordang Sambilan Centre, TPH Bupati Madina Angkat Bicara 

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA, LIBAS86.COM – Situasi di pusat pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal memanas ketika puluhan massa yang mengatasnamakan diri sebagai Gordang Sambilan Centre menggelar aksi unjuk rasa di rumah dinas Bupati Madina, yang kemudian berlanjut ke Gedung DPRD Madina, Senin (5/1/2026).

Pantauan di lapangan, massa mulai berkumpul sejak pagi hari dengan membawa spanduk dan poster berisi sejumlah tuntutan. Aksi berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian. Secara bergantian, orator menyampaikan aspirasi yang pada intinya menyoroti kondisi Mandailing Natal yang menurut mereka belum menunjukkan perubahan signifikan meski daerah tersebut telah berusia 26 tahun.

Ketua Gordang Sambilan Centre, Miswaruddin Daulay, dalam orasinya menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Bupati Madina, Saipullah Nasution, yang menurutnya belum memenuhi ekspektasi sebagian masyarakat.

“Pada Pilkada 2024 lalu masyarakat menaruh harapan besar. Namun belum genap satu tahun menjabat, justru muncul isu operasi tangkap tangan KPK. Hal ini perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik,” ujar Miswaruddin dari atas mobil komando.

Ia mengklaim hingga saat ini belum terdapat penjelasan resmi dari KPK RI terkait isu OTT yang mencuat pada Juli 2025, sementara menurutnya telah terjadi penggeledahan dan penyitaan dokumen. Kondisi tersebut, kata dia, menimbulkan keresahan dan kegaduhan di tengah masyarakat.

Usai berorasi di rumah dinas bupati, massa bergerak menuju Gedung DPRD Madina. Di hadapan gedung legislatif tersebut, Gordang Sambilan Centre mendesak DPRD agar menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, termasuk mempertimbangkan penggunaan hak interpelasi dan hak angket sesuai ketentuan perundang-undangan.

Baca Juga :  Plt Kajari Mandailing Natal Lantik Pejabat Eselon IV dan V, Tegaskan Komitmen Dukung Program Kajati Sumut

Selain isu OTT, massa aksi juga menyampaikan sejumlah tudingan lain, di antaranya dugaan utang Pilkada 2024 sebesar Rp2,3 miliar terkait pengadaan Alat Peraga Kampanye (APK), dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada terkait mutasi ASN, dugaan pungutan liar jabatan, gratifikasi di lingkungan OPD, hingga dugaan tekanan terhadap perusahaan perkebunan kelapa sawit. Dalam aksinya, massa secara terbuka menyuarakan tuntutan agar Saipullah Nasution mundur dari jabatannya sebagai Bupati Madina.

Menanggapi rangkaian aksi dan berbagai tudingan tersebut, Tim Penasihat Hukum (TPH) Bupati Mandailing Natal melalui Achmad Sandry, S.H., M.Kn., menyampaikan bantahan tegas.

“Kami menegaskan bahwa klien kami, H. Saipullah Nasution, S.H., M.H. dan Atika Azmi Utammi, tidak memiliki utang uang maupun utang politik dalam Pilkada Mandailing Natal 2024. Klaim utang sebesar Rp2,3 miliar tersebut tidak benar karena tidak pernah ada perjanjian utang-piutang,” ujarnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Sentuhan Kemanusiaan di Balik Jeruji, Kapolres Madina Buka Puasa Bersama Tahanan

Ia juga membantah tudingan keterlibatan kliennya dalam isu OTT KPK, mutasi ASN, pungutan liar jabatan, hingga permintaan fee proyek.

“Seluruh tuduhan tersebut tidak berdasar dan kami nilai sebagai fitnah. Atas hal tersebut, kami telah menempuh langkah hukum dengan melaporkannya secara resmi ke Polda Sumatera Utara atas dugaan pencemaran nama baik, fitnah, ujaran kebencian, dan pemerasan,” tegasnya.

Achmad Sandry menambahkan, saat ini Bupati Madina tetap fokus menjalankan roda pemerintahan, pemulihan pascabencana, serta mendukung agenda pemberantasan narkoba di wilayah Mandailing Natal.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” pungkasnya.

 

Penulis : LBS86/ SP/ MBS

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Komisi XIII DPR RI dan Kementerian Hukum Tegaskan Bahaya Main Hakim Sendiri di UIN Sumut, Sugiat Santoso: Indonesia Negara Hukum, Bukan Negara Massa
Kejari Mandailing Natal Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Melalui Komitmen Bersama Polda Sumut dan Kejati Sumut
DPD MOSI Sumut Geruduk Kantor Bupati Deli Serdang, Desak Pembongkaran Pabrik Kasur Diduga Ilegal di Desa Sampali
Sugiat Santoso Dorong Petani Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing, Tegaskan Ketahanan Pangan Dimulai dari SDM Pertanian
H. Sugiat Santoso Hadiri Peletakan Batu Pertama Ponpes Dai & Tahfiz Nur Asyqi di Deli Serdang, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Qurani
Wali Kota Tanjungbalai Percepat Sertifikasi Aset Daerah, Gandeng BPN Sumut Susun NPGT
PMII Madina Soroti Dugaan Aktivitas PETI, Minta Pangdam I/Bukit Barisan Cek Langsung ke Lokasi
Kepala dan Sekretaris Disdikbud Medan Bungkam, Dugaan Revitalisasi Sekolah Rp47,4 Miliar Kian Disorot, LSM Siapkan Laporan ke APH
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:41 WIB

Komisi XIII DPR RI dan Kementerian Hukum Tegaskan Bahaya Main Hakim Sendiri di UIN Sumut, Sugiat Santoso: Indonesia Negara Hukum, Bukan Negara Massa

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

Kejari Mandailing Natal Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Melalui Komitmen Bersama Polda Sumut dan Kejati Sumut

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:52 WIB

DPD MOSI Sumut Geruduk Kantor Bupati Deli Serdang, Desak Pembongkaran Pabrik Kasur Diduga Ilegal di Desa Sampali

Senin, 27 Juli 2026 - 20:55 WIB

Sugiat Santoso Dorong Petani Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing, Tegaskan Ketahanan Pangan Dimulai dari SDM Pertanian

Senin, 27 Juli 2026 - 17:12 WIB

H. Sugiat Santoso Hadiri Peletakan Batu Pertama Ponpes Dai & Tahfiz Nur Asyqi di Deli Serdang, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Qurani

Berita Terbaru