Kejari Gunungsitoli Bantah Isu “Kotak-kotakan” Wartawan, Forwaka Tegaskan Pertemuan Hanya Bahas Pelantikan.

- Penulis

Jumat, 17 April 2026 - 23:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUNUNGSITOLI, LIBAS86.COM  — Isu dugaan “kotak-kotakan” wartawan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gunungsitoli, Firman Halawa, akhirnya mendapat klarifikasi resmi. Tudingan tersebut mencuat setelah beredar kabar adanya pertemuan eksklusif bersama Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) yang disebut-sebut sebagai konferensi pers terkait kasus dugaan korupsi RSU Pratama Kabupaten Nias.

Sekretaris Forwaka Gunungsitoli, Haogo Zega, menegaskan bahwa pertemuan yang berlangsung di salah satu kafe di Gunungsitoli pada Senin (13/4/2026) itu tidak berkaitan dengan konferensi pers. Ia menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan adalah membahas rencana pelantikan kepengurusan Forwaka Gunungsitoli.

Baca Juga :  Polemik di Kejati Sumut, FORWAKA Resmi Laporkan Rizaldi ke Jaksa Agung RI

“Pertemuan itu fokus pada persiapan pelantikan. Memang ada pembahasan terkait isu yang berkembang, tetapi itu sifatnya spontan di sela diskusi, bukan agenda resmi,” ujar Haogo Zega, Jumat (17/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Haogo juga menekankan bahwa Forwaka merupakan organisasi kewartawanan yang terbentuk secara berjenjang dari pusat hingga daerah, dengan dasar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Keberadaan Forwaka, kata dia, bertujuan memperkuat sinergi antara insan pers dan institusi Kejaksaan dalam menyampaikan informasi kepada publik secara berimbang.

Baca Juga :  FORWAKA Tebing Tinggi Resmi Dikukuhkan, Irfandi Tegaskan Wartawan Wajib Profesional dan Paham Hukum

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa Forwaka Gunungsitoli terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh wartawan tanpa diskriminasi. Bahkan, sebelumnya Forwaka di tingkat Sumatera Utara telah melakukan kegiatan bersama organisasi pers lain seperti PWI dan SMSI dalam rangka memperkuat solidaritas antar insan pers.

Di sisi lain, Kasi Intel Kejari Gunungsitoli, Yaatulo Hulu, turut membantah adanya praktik diskriminasi terhadap wartawan. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada niat dari pihak Kejaksaan untuk membatasi akses informasi hanya kepada kelompok tertentu.

Baca Juga :  Ribuan Warga Padati Kesawan Usai Tarawih, Rico Waas Tegaskan Medan Kuat Karena Kemajemukan

“Pertemuan itu memang terkait pelantikan Forwaka. Pertanyaan soal kasus dugaan korupsi muncul secara spontan, dan Kajari hanya memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat,” tegasnya.

Pihak Kejari Gunungsitoli pun diharapkan terus menjaga keterbukaan informasi publik sesuai mekanisme yang berlaku. Sementara itu, Forwaka mengajak seluruh insan pers untuk tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta menjaga soliditas dalam menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK
Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca
Pertemuan Kejari Gunungsitoli bersama Forwaka di sebuah kafe diklarifikasi bukan konferensi pers, melainkan pembahasan pelantikan. Isu “kotak-kotakan” wartawan pun dibantah, dengan penegasan bahwa akses informasi tetap terbuka sesuai mekanisme.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru