Dai Muda Medan Ustadz Fahmi Huseini Lubis Isi Ceramah Ramadan di Simpul Kota Kesawan, Ajak Gen-Z Maksimalkan Ibadah

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, LIBAS86.COM  – Salah satu Dai Muda Kota Medan, Fahmi Huseini Lubis, SE, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Da’i Muda Indonesia (IDMI) Kota Medan, dihadirkan dalam agenda ceramah menyambut berbuka puasa di Cafe Simpul Kota, kawasan Kesawan, Kota Medan. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan syiar Ramadan yang menyasar kalangan muda, khususnya generasi milenial dan Gen-Z, dalam suasana santai namun tetap sarat nilai keislaman.

Sebelum memulai tausiyah, Ustadz Fahmi membuka dengan pantun khas yang mengangkat identitas Kota Medan, termasuk ikon Istana Maimun dan Masjid Raya Al Mashun, sekaligus memperkenalkan Simpul Kota sebagai ruang berbuka yang estetik dan nyaman. Pendekatan komunikatif ini disambut antusias jamaah yang didominasi anak muda.

Baca Juga :  Rekam Jejak dan Carut-Marut Disdik Medan, Publik Desak Wali Kota Selektif Tunjuk Plt Kadis

Dalam ceramahnya, Ustadz Fahmi mengulas makna puasa berdasarkan Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183. Ia menegaskan bahwa perintah puasa secara eksplisit ditujukan kepada orang-orang beriman. “Ibadah puasa adalah ibadahnya orang beriman. Tidak semua orang mampu menjalankannya dengan baik dan benar,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa secara bahasa, puasa (al-imsak) berarti menahan, sementara secara terminologi adalah menahan diri dari perbuatan keji dan munkar, dengan tujuan akhir meraih derajat ketakwaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ciri orang bertakwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta konsisten dalam kebajikan. Dalam konteks kekinian, ia mengajak generasi muda untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi diri, bukan sekadar rutinitas tahunan. Menurutnya, masa muda merupakan fase paling strategis dalam membangun kualitas iman, ilmu, dan karakter.

Baca Juga :  Sinergi APH Madina, Plt Kajari Apresiasi Kinerja Ketua PN Mandailing Natal

Mengutip hadis Rasulullah SAW tentang “Ightanim Khomsan Qobla Khomsin; Syababaka Qobla Haroomika” (manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara, masa mudamu sebelum masa tuamu), Ustadz Fahmi mengingatkan bahwa setiap manusia kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas empat hal: umur, tubuh, ilmu, dan harta. Ia menyebut, energi, semangat, serta peluang panjang yang dimiliki pemuda harus diarahkan pada produktivitas dan pengabdian yang bernilai ibadah.

Baca Juga :  Tebar Berkah Ramadhan, LMP Madina Santuni 39 Anak Yatim dan Bagikan Takjil 

Usai kajian, Ustadz Fahmi menyampaikan apresiasinya terhadap konsep Cafe Simpul Kota yang menghadirkan kajian Gen-Z sebelum berbuka puasa dan live musik religi. Ia menilai model dakwah kultural seperti ini efektif menjangkau kalangan milenial tanpa mengurangi substansi pesan agama. “Jarang ada cafe dengan konsep seperti ini. Tempatnya nyaman, estetik, dan tetap menghadirkan nilai spiritual,” ungkapnya kepada awak media.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa dakwah Ramadan di Kota Medan terus beradaptasi dengan ruang dan karakter generasi muda, menghadirkan pesan keagamaan yang kontekstual, inklusif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan sunnah.

Penulis : LBS86/ REL/ YON

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK
Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru