Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan diplomasi aktif Presiden Prabowo Subianto melalui intensitas kunjungan luar negeri menjadi strategi memperkuat posisi Indonesia di panggung global, dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
JAKARTA, LIBAS86.COM – Partai Gerindra menegaskan bahwa intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari strategi diplomasi aktif Indonesia untuk memperkuat posisi negara di tengah dinamika geopolitik global. Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menilai kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam berbagai forum internasional menjadi langkah penting dalam menjaga kepentingan nasional sekaligus meningkatkan pengaruh Indonesia di panggung dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiat Santoso menanggapi kritik diplomat senior Dino Patti Djalal terkait frekuensi lawatan luar negeri Presiden Prabowo. Menurut Sugiat, situasi dunia saat ini telah berubah drastis sehingga pendekatan diplomasi konvensional tidak lagi cukup untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Ia menegaskan bahwa diplomasi modern membutuhkan kehadiran fisik pemimpin negara guna membangun komunikasi strategis dan memperkuat posisi tawar Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di tengah ketegangan geopolitik dunia, kehadiran Pak Prabowo di forum internasional bukan sekadar kunjungan kerja biasa, tetapi langkah proaktif agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut menentukan arah kebijakan global yang berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional,” ujar Sugiat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI.
Lebih lanjut, Sugiat menilai meningkatnya intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo merupakan indikasi semakin besarnya peran Indonesia di tingkat internasional. Menurutnya, banyak negara kini menginginkan keterlibatan Indonesia dalam pembahasan isu strategis global, mulai dari ketahanan pangan, energi, investasi, hingga kerja sama pertahanan. Ia menilai Presiden Prabowo membawa posisi tawar kuat sebagai pemimpin negara dengan potensi ekonomi besar dan representasi penting negara berkembang atau Global South.
Gerindra juga menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Presiden Prabowo dijalankan secara berimbang terhadap negara-negara mitra strategis, baik di kawasan Barat maupun Timur. Pendekatan tersebut dinilai sebagai implementasi nyata politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang tetap menjaga kedaulatan nasional tanpa berpihak pada kekuatan tertentu. Sugiat menyebut langkah diplomasi tersebut bertujuan memastikan kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas melalui penguatan investasi, transfer teknologi, serta penciptaan lapangan kerja.
Meski demikian, Sugiat menegaskan Partai Gerindra tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak, termasuk para pakar hubungan internasional. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengawal kebijakan diplomasi Presiden Prabowo agar semakin memperkuat posisi Indonesia di tingkat global serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI
































































































































































































































































































































































































































































































































































































































