Dua Kelurahan Alami Kerusakan Terparah, Camat Medan Helvetia: “Pembersihan Sampah Bisa Makan Waktu Dua Minggu”.

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, LIBAS86.CIM – Kecamatan Medan Helvetia terus mempercepat penanganan pasca banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada 27–30 November 2025. Camat Medan Helvetia, Junedi LG, mengatakan hampir seluruh wilayah kini sudah kering, namun dampak banjir masih berat terutama di dua kelurahan yakni Tanjung Gusta dan Cinta Damai.

“Yang menjadi persoalan terbesar pasca banjir ini adalah sampah. Hampir lima kelurahan dalam kondisi darurat, dan yang paling parah itu Cinta Damai dan Tanjung Gusta,” ujar Junedi, Senin (1/12/2025).

Jenis sampah yang ditinggalkan banjir tergolong berat, sebutnya, mulai dari spring bed, lemari, furnitur, hingga peralatan dapur. Hal ini membuat proses pembersihan tidak bisa diprediksi secara cepat.

“Tantangan terbesar kita itu sampah-sampah berat. Makanya kita tidak dapat memprediksi akurat berapa lama pembersihannya, kemungkinan bisa sampai dua minggu,” kata Junedi.

Pihak kecamatan telah membentuk dua tim besar untuk fokus melakukan pembersihan di Tanjung Gusta dan Cinta Damai. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas SDABMBK dan Dinas Lingkungan Hidup untuk penambahan armada dan personel.

Selain itu, Kecamatan Helvetia juga meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran untuk penyemprotan lumpur di rumah warga serta penyedotan lumpur di drainase agar tidak menjadi sedimen.

Junedi menjelaskan, dua kelurahan terdampak berat berada di jalur tiga sungai yang mengalir di Helvetia: Sungai Belawan (utara), Sungai Sekambing (selatan), dan Sungai Baderah (tengah). Saat banjir, ketiga aliran air itu menyatu.

Baca Juga :  Pendekatan Humanis Digenjot, Odong-Odong Ditertibkan Demi Keselamatan Publik

Di Tanjung Gusta, ketinggian air mencapai 1,5 hingga 2 meter dengan arus sangat deras. “Sampai menghanyutkan mobil-mobil yang ada di pinggir jalan,” katanya. Sementara di Cinta Damai, ketinggian air serupa namun arus tidak sederas di Tanjung Gusta.

Jumlah pengungsi di Helvetia kini tersisa sekitar 25 orang, yang berada di UPT Damkar Jalan Gaperta. Pengungsi lain di Aula Kantor Camat sudah kembali ke rumah.

Pelayanan kesehatan dilakukan secara berkala oleh nakes Puskesmas, RS Hermina, dan IDAI. “Alhamdulillah semua pengungsi dalam kondisi sehat saat kembali ke rumah. Tidak ada yang sakit, hanya diberikan obat-obatan dan multivitamin saat di pengungsian,” jelasnya.

Baca Juga :  Targetkan 10 -15 Persen Banjir Dapat di Reduksi, Rico Waas Tinjau Kolam Detensi Selayang

Untuk penanganan vektor penyakit pasca banjir, kecamatan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk fogging. Mereka juga berencana melibatkan Kementerian Pertanian di Medan Sunggal untuk vaksinasi ternak, termasuk hewan peliharaan seperti kucing.

Dia menambahkan, dua kebutuhan utama warga saat ini adalah air bersih. Aliran PDAM Sunggal di dua kelurahan terdampak parah masih belum normal sehingga warga kesulitan membersihkan rumah dan pakaian.

“Sudah kita koordinasikan. Kita menunggu giliran karena hampir seluruh Medan membutuhkan penyemprotan. Kita sampaikan ke warga agar bersabar,” katanya.

Penulis : LBS86/ RG

Editor : RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kejari Gunungsitoli Bantah Isu “Kotak-kotakan” Wartawan, Forwaka Tegaskan Pertemuan Hanya Bahas Pelantikan.
Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Lantik 11 Pejabat Eselon II, Tegaskan Reformasi Birokrasi dan Percepatan Visi Tanjungbalai EMAS.
Jembatan Gang Damai Medan Roboh Diterjang Banjir, Akses Warga Lumpuh — Rico Waas Gandeng PT KAI Bangun Jalur Baru.
Calon Penumpang KM Kelud Meninggal di Pelabuhan Belawan, Pelindo Regional 1 Sampaikan Duka Mendalam
Forwaka Dairi Gandeng Kantor Hukum Jetra-Ira & Rekan, Perkuat Perlindungan Hukum Wartawan Saat Bertugas
Propam Mabes Polri Gelar Gaktibplin Senpi di Polres Madina, Tekankan Disiplin Personel
Laskar Prabowo 08 Sumut Apresiasi Satlantas Polrestabes Medan, Dinilai Humanis dan Responsif Layani Masyarakat
Ruko CBD Helvetia Tanpa PBG, Proses SHGB Eks HGU PTPN 2 Diminta Diusut
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 23:47 WIB

Kejari Gunungsitoli Bantah Isu “Kotak-kotakan” Wartawan, Forwaka Tegaskan Pertemuan Hanya Bahas Pelantikan.

Jumat, 17 April 2026 - 23:07 WIB

Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Lantik 11 Pejabat Eselon II, Tegaskan Reformasi Birokrasi dan Percepatan Visi Tanjungbalai EMAS.

Jumat, 17 April 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Gang Damai Medan Roboh Diterjang Banjir, Akses Warga Lumpuh — Rico Waas Gandeng PT KAI Bangun Jalur Baru.

Jumat, 17 April 2026 - 11:58 WIB

Calon Penumpang KM Kelud Meninggal di Pelabuhan Belawan, Pelindo Regional 1 Sampaikan Duka Mendalam

Kamis, 16 April 2026 - 16:53 WIB

Forwaka Dairi Gandeng Kantor Hukum Jetra-Ira & Rekan, Perkuat Perlindungan Hukum Wartawan Saat Bertugas

Berita Terbaru