Gerindra: Kunjungan Prabowo ke Eropa Bukan Pemborosan, Strategi Jaga Keseimbangan Geopolitik Indonesia

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, LIBAS86.COM – Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara Eropa bukanlah bentuk pemborosan anggaran negara, melainkan strategi diplomasi besar untuk menjaga keseimbangan geopolitik Indonesia di tengah dinamika global. Menurutnya, kritik yang hanya melihat biaya perjalanan dinilai terlalu parsial dan mengabaikan kepentingan nasional jangka panjang.

Sugiat menjelaskan, kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis, Austria, dan Hungaria pada akhir Mei 2026 merupakan bagian dari diplomasi ofensif dalam politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Langkah tersebut bertujuan memperkuat hubungan strategis, membuka peluang investasi hilirisasi nikel, hingga memperkokoh kerja sama pertahanan nasional. “Indonesia tidak sekadar berkunjung. Presiden Prabowo sedang mengonversi keunggulan komoditas nikel dan posisi geopolitik menjadi investasi nyata,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga :  Yayasan Sumut Bergiat Luncurkan Beasiswa Pendidikan, Sugiat Santoso Targetkan 100 Mahasiswa Penerima Manfaat

Menurut Sugiat, Prancis memiliki posisi penting sebagai kekuatan militer dan teknologi terbesar di Eropa Barat. Kedekatan diplomatik dengan Presiden Emmanuel Macron disebut menjadi faktor strategis untuk memperluas akses Indonesia terhadap teknologi pertahanan modern. Sementara Austria dipandang sebagai pusat manufaktur presisi Eropa Tengah, sedangkan Hungaria menjadi salah satu basis utama pengembangan industri baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di kawasan Uni Eropa.

Legislator DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara III itu juga menyoroti posisi Indonesia sebagai pemilik sekitar 65 persen cadangan nikel dunia. Dalam konteks transisi global menuju kendaraan listrik, ia menilai momentum kerja sama dengan negara-negara Eropa harus dimanfaatkan sebelum teknologi baterai berkembang ke bahan non-nikel. Karena itu, rangkaian kunjungan maraton Presiden Prabowo dinilai sebagai langkah strategis untuk mengunci investasi hilirisasi nasional.

Selain sektor ekonomi, Sugiat menyebut diplomasi Presiden Prabowo juga berkaitan erat dengan penguatan pertahanan negara dan pengamanan kepentingan nasional, termasuk menjaga stabilitas kawasan serta posisi Indonesia di Laut Natuna Utara. Menurutnya, hubungan internasional yang dibangun Indonesia saat ini mencerminkan politik bebas aktif yang tidak berpihak pada kekuatan global tertentu, namun tetap menjaga kepentingan nasional secara tegas dan terukur.

Baca Juga :  NasDem Lampung Kukuhkan Nakhoda Baru Badan Advokasi Hukum, Perkuat Pendampingan Hukum untuk Masyarakat

“Presiden Prabowo sedang menjalankan strategi hedging geopolitik tingkat tinggi agar Indonesia tidak dapat diabaikan oleh negara-negara besar dunia. Hasil diplomasi ini bukan sesuatu yang bisa diukur dalam hitungan minggu, tetapi fondasi jangka panjang bagi ekonomi, teknologi, dan pertahanan Indonesia,” tegas Sugiat.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK
Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca
Ikuti perkembangan berita politik nasional terbaru, kebijakan Presiden Prabowo Subianto, diplomasi internasional Indonesia, investasi strategis, hingga isu geopolitik global hanya di LIBAS86.COM. Dapatkan informasi aktual, tajam, dan terpercaya seputar pemerintahan, DPR RI, ekonomi nasional, dan hubungan luar negeri Indonesia.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru