Perkuat BPBD, Riko Waas Berencana Bentuk UPT di Wilayah Rawan & Relawan Tanggap Bencana

- Penulis

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, LIBAS86.COM – Belajar dari musibah banjir besar yang melanda Kota Medan pada 27 November 2025, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan perlunya penguatan besar-besaran terhadap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan. Penguatan itu mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penambahan peralatan, hingga kesiapsiagaan di wilayah.

“Saya mau BPBD diperkuat. Mitigasi banjir harus lebih komprehensif, bahkan sampai tingkat kecamatan, kelurahan, hingga kepling. Mereka harus punya pengetahuan penyelamatan sehingga bisa saling membantu,” kata Rico Waas saat meninjau Kantor BPBD Kota Medan di Jalan Rahmad, Jumat (5/12/2025).

Dalam peninjauan tersebut, Rico Waas mengungkapkan rencana strategis Pemko Medan untuk membentuk Unit Pelayanan Teknis (UPT) BPBD di wilayah-wilayah rawan banjir, khususnya di kawasan Medan Utara seperti Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Deli. Langkah ini diambil agar penanganan darurat tidak lagi terpusat di satu titik.

“Harus ada perwakilan BPBD di Medan bagian Utara atau titik-titik lainnya. Dengan begitu, penanganan dan penyelamatan bisa lebih cepat,” tegasnya.

Rico Waas selanjutnya menyoroti kurangnya pemahaman masyarakat mengenai waktu yang tepat untuk melakukan evakuasi saat banjir. Ia menilai banyak warga yang memilih bertahan hingga air semakin tinggi, sehingga menyulitkan proses penyelamatan.

“Warga harus memahami kapan harus mengevakuasikan diri. Ini lebih aman dibanding bertahan dan akhirnya kesulitan dievakuasi. Karenanya, BPBD juga harus memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana melakukan penyelamatan saat bencana terjadi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pelapor Hadiri Mediasi di Ditreskrimsus Polda Sumut, Keluarga Korban Kematian Balita Berharap Penanganan Kasus Berjalan Transparan

Meski Standard Operating Procedure (SOP) BPBD dinilai sudah lengkap, Rico Waas menekankan bahwa setiap kejadian banjir memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, imbuhnya, setiap insiden harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan respons BPBD.

Sebagai bagian dari penguatan sistem mitigasi, suami Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas ini, juga mendorong pembentukan relawan-relawan tanggap bencana yang lebih banyak dan tersebar di berbagai wilayah, termasuk relawan internal dari instansi-instansi pemerintahan.

“Relawan sangat penting untuk membantu masyarakat sekitarnya. Instansi-instansi juga harus didorong menyiapkan relawan internal,” sebutnya.

Baca Juga :  Haru Perpisahan Dr. Harli Siregar, Kejati Sumut Antar ke Tugas Baru di Kejaksaan Agung

Saat meninjau area kantor, Rico Waas menerima laporan dari Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari bahwa kantor BPBD, turut terendam dalam banjir besar beberapa waktu lalu. Ia melihat langsung gudang logistik yang berisi peralatan penanganan bencana dan bahan bantuan, sebagian di antaranya ikut terendam air.

Rico Waas juga meninjau ruang Pusat Kendali Operasi (Pusdalops) dan selanjutnya berdialog dengan jajaran BPBD dan mengulas kinerja penanganan banjir sejak 27 November.

“Kami mengevaluasi apa saja yang telah dilakukan BPBD dalam penanganan banjir selama satu minggu terakhir, dan apa yang harus diperbaiki ke depannya,” paparnya.

Penulis : LBS86/ RG

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK
Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru