Aliansi Ormas dan Ormawa Desak Kejari Madina Periksa Kabid Dikdas

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal, LIBAS86.COM – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Mandailing Natal Anti Korupsi (AMP-MANDAKOR), gabungan organisasi kepemudaan dan mahasiswa, berencana menggelar aksi unjuk rasa damai pada Rabu, 4 Februari 2026.

Aliansi ini terdiri dari Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Mandailing Natal yang diketuai Andris Sumarlin, Dewan Pimpinan Daerah Pemuda LIRA Mandailing Natal yang diketuai Asron Nasution, IMA Madina Pekanbaru di bawah kepemimpinan  Gusti Pardamean Nasution, serta AMP2K Mandailing Natal yang diketuai  Pajarur Rohman sekaligus Koordinator Umum.

Baca Juga :  Melalui Opsen PKB dan Aplikasi Smart Tax, WaliKota Medan : "Upaya Dorong Penguatan Finansial Daerah".

Koordinator aksi, Andris Sumarlin, mengatakan aksi akan digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Mandailing Natal dan Kantor Bupati Mandailing Natal mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami akan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait dugaan persoalan program sarana dan prasarana di Dinas Pendidikan Mandailing Natal serta beberapa bidang lainnya,” kata Andris.

Baca Juga :  Realisasi PAD Medan Capai 19,91 Persen, Rico Waas Genjot Pajak Daerah dan Tunggakan PBB

Ia menegaskan, AMP-MANDAKOR akan mengawal seluruh tuntutan tersebut karena menyangkut masa depan pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal.

Selain itu, massa aksi berharap Kejaksaan Negeri Mandailing Natal menjadikan aspirasi yang disampaikan sebagai pintu masuk untuk melakukan penyelidikan terhadap seluruh anggaran tahun 2025 di Dinas Pendidikan Mandailing Natal.

Baca Juga :  Inspeksi Jamwas Kejagung di Kejati Sumut, Inspektur I Enen Saribanon Tegaskan Pengawasan dan Integritas Jajaran Adhyaksa

Mereka juga mendesak Bupati Mandailing Natal untuk mengevaluasi atau mencopot Kabid Dikdas Disdik Madina, Riswan Halim Batubara, yang diduga tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) pada sejumlah pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu sesuai kontrak.

“Dugaan tersebut terjadi karena lemahnya pengawasan dan kelalaian dalam jabatan,” pungkas Andris.

Penulis : LBS86/ SP

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK
Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru