Revitalisasi Tembakau Deli Didorong Jadi Warisan Dunia, Akademisi Minta Komoditas Bersejarah Ini Tetap Dilestarikan

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi, pensiunan perkebunan, budayawan, dan masyarakat mengikuti Festival Revitalisasi Sejarah Tembakau Deli sebagai Warisan Dunia di Desa Klumpang Kebun, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini mengangkat pentingnya pelestarian Tembakau Deli sebagai komoditas bersejarah melalui diskusi, pameran, pemutaran film dokumenter, serta pertunjukan seni budaya.

MEDAN, LIBAS86.COM – Upaya menjaga keberlangsungan Tembakau Deli sebagai komoditas bersejarah kembali mengemuka dalam Festival Revitalisasi Sejarah Tembakau Deli sebagai Warisan Dunia yang digelar di Desa Klumpang Kebun, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (11/7). Kegiatan yang didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui LPDP tersebut menjadi ruang diskusi lintas akademisi, praktisi perkebunan, dan masyarakat untuk memperkuat pelestarian salah satu warisan ekonomi dan budaya Sumatera Timur yang telah dikenal dunia sejak 1863.

Baca Juga :  LBH Medan Duga Kematian Winda Lorenza Gowasa Bukan Bunuh Diri, Desak Kapolda Sumut Ambil Alih Penanganan Kasus

Guru Besar Sejarah Universitas Negeri Medan (UNIMED), Prof. Dr. Phill Ichwan Azhari, M.S., menegaskan bahwa Tembakau Deli bukan sekadar komoditas perkebunan, melainkan bagian penting dari sejarah Indonesia yang memiliki nilai ekonomi, budaya, dan identitas kawasan. Menurutnya, keberadaan tembakau harus terus dipertahankan melalui budidaya berkelanjutan, termasuk mendorong pembangunan Museum Tembakau Deli di Klumpang sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah bagi generasi mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam diskusi tersebut, pensiunan perkebunan negara Mariadi dan Yusdianto menjelaskan bahwa budidaya Tembakau Deli memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi dibandingkan komoditas lain seperti kelapa sawit maupun tebu. Mulai dari proses pembibitan, pemindahan ke lahan, hingga perawatan daun sebelum dipanen sekitar usia 42 hari, seluruh tahapan membutuhkan ketelitian tinggi agar menghasilkan daun pembungkus cerutu berkualitas premium yang selama ini menjadi kebanggaan pasar internasional.

Baca Juga :  Jaksa Tak Tahan Roy Suryo dan Dr Tifa, FKSM Apresiasi Langkah Kejaksaan Jaga Kondusivitas Nasional

Namun demikian, keberlangsungan Tembakau Deli menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari perubahan iklim, penurunan kualitas lahan, hingga persoalan pengelolaan perkebunan. Mariadi mengungkapkan, pada masa lalu lahan bekas tembakau harus dihutankan selama sekitar 10 tahun sebelum kembali ditanami. Kini, pola tersebut sulit diterapkan karena lahan yang dibiarkan sering menjadi sasaran penguasaan oleh pihak lain, sehingga menyulitkan perusahaan perkebunan dalam mempertahankan siklus budidaya yang ideal.

Prof. Ichwan Azhari juga mengingatkan adanya prediksi seorang mantan karyawan PTPN II sekaligus pembudidaya tembakau di Jember pada tahun 2017 yang memperkirakan Tembakau Deli dapat punah dalam kurun 40 tahun apabila tidak ada langkah nyata untuk melestarikannya. Karena itu, Festival Revitalisasi Sejarah Tembakau Deli dinilai menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa pelestarian tembakau merupakan bagian dari menjaga warisan sejarah bangsa sekaligus membuka peluang pengembangan industri hilir, termasuk produksi cerutu bernilai tambah tinggi.

Baca Juga :  Kapolsek MBG Ipda Samsuri Gaspol Berantas PETI, Warga Diingatkan Dampak Fatal Tambang Ilegal

Selain diskusi ilmiah, festival juga diramaikan dengan pemutaran film dokumenter sejarah Tembakau Deli, pameran foto perkebunan, serta pertunjukan seni Jaran Kepang yang merepresentasikan jejak budaya masyarakat Jawa di kawasan perkebunan seperti Helvetia, Klambir Lima, Klumpang, Sampali, Sentis, hingga Bulu Cina. Penyelenggara berharap revitalisasi sejarah Tembakau Deli mampu memperkuat identitas kawasan, mendorong pelestarian warisan budaya, sekaligus mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif dan agroindustri berbasis sejarah di Indonesia.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPD MOSI Medan Silaturahmi ke Oditurat Militer, Bahas Penguatan Koperasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Jumat Berkah di Lapas Pemuda Langkat, Sugiat Santoso Bawa Sembako, Kitab Suci dan Harapan Baru bagi Warga Binaan
Hari Pahlawan ke-81, Dedi Rizaldi Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Lanjutkan Perjuangan Para Pahlawan
24 Siswa Sakit Usai Santap MBG, AMPM Madina Desak Audit Total Dapur MBG Polres Madina 1
FORWAKA Sumut Hadiri Pelantikan SMSI Sergai, Bupati Darma Wijaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,96 Persen Tertinggi di Sumut
Eksekusi Akuang Belum Juga Dilaksanakan, LBH Medan Soroti Dugaan Pembiaran dan Keterlibatan Pihak Lain
Rp1,79 Miliar Uang Rakyat untuk Jalan Serba Guna Deli Serdang Disorot, Ketua FKSM: Jangan Main-main dengan APBD!
Irfandi: FORWAKA Sumut Harus Beri Manfaat Nyata, Koperasi, LBH dan STM Digagas
Berita ini 0 kali dibaca
Tembakau Deli merupakan salah satu komoditas perkebunan paling bersejarah di Indonesia yang telah dikenal dunia sejak abad ke-19. Festival Revitalisasi Sejarah Tembakau Deli menjadi momentum penting untuk mendorong pelestarian warisan budaya, pengembangan museum tembakau, serta penguatan hilirisasi industri cerutu nasional agar tetap memiliki nilai ekonomi dan sejarah bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:37 WIB

DPD MOSI Medan Silaturahmi ke Oditurat Militer, Bahas Penguatan Koperasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Jumat, 11 September 2026 - 17:08 WIB

Jumat Berkah di Lapas Pemuda Langkat, Sugiat Santoso Bawa Sembako, Kitab Suci dan Harapan Baru bagi Warga Binaan

Jumat, 11 September 2026 - 13:08 WIB

Hari Pahlawan ke-81, Dedi Rizaldi Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Lanjutkan Perjuangan Para Pahlawan

Kamis, 10 September 2026 - 21:37 WIB

24 Siswa Sakit Usai Santap MBG, AMPM Madina Desak Audit Total Dapur MBG Polres Madina 1

Kamis, 10 September 2026 - 20:02 WIB

FORWAKA Sumut Hadiri Pelantikan SMSI Sergai, Bupati Darma Wijaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,96 Persen Tertinggi di Sumut

Berita Terbaru