Sungkem di Pangkuan Doa: Saat Seorang Anak Kembali pada Cinta Paling Awal.

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, LIBAS86.COM – Di sebuah ruang sederhana yang hangat oleh kenangan, seorang anak berlutut di hadapan kedua orang tuanya. Kepalanya tertunduk, tangannya terkatup, menyentuh kasih yang tak pernah meminta balasan. Momen sungkem itu bukan sekadar tradisi, melainkan bahasa paling jujur dari cinta dan bakti—cinta yang lahir sebelum dunia mengenal namanya.

Sang ibu mengelus kepala anaknya dengan tangan yang telah renta, sementara sang ayah menatap penuh keteguhan. Di sanalah cinta mengambil dua rupa: lembut yang menenangkan dan kokoh yang menguatkan. Tak ada kata yang diucapkan, namun diam itu berbicara jauh lebih dalam dari seribu kalimat.

Baca Juga :  Komisi XIII DPR RI dan Kementerian Hukum Tegaskan Bahaya Main Hakim Sendiri di UIN Sumut, Sugiat Santoso: Indonesia Negara Hukum, Bukan Negara Massa

Bagi Humpri Bangun, momen itu adalah kepulangan paling hakiki. Bukan pulang ke rumah, melainkan pulang ke asal—ke doa, pengorbanan, dan cinta tanpa syarat. Ia menyadari, sejauh apa pun langkah kaki melangkah, sejauh apa pun hidup mengajaknya berkelana, ada dua sosok yang selalu berdiri sebagai penjaga sunyi.

“Cinta seorang ibu itu menenangkan dan cinta seorang ayah itu menguatkan. Di hadapan mereka, saya kembali menjadi anak kecil yang belajar arti hidup,” ucap Humpri Bangun dengan suara bergetar.

Ia mengakui, banyak hal dalam hidup yang bisa diraih dengan kerja keras, namun ada satu hal yang tak pernah bisa dibeli atau diganti—restu orang tua. Doa ibu adalah pelukan paling aman, dan nasihat ayah adalah kompas yang tak pernah salah arah.

Baca Juga :  Plh Wali Kota Tanjungbalai Sambut FKM UINSU, Pengabdian Masyarakat 2026 Perkuat Edukasi Kesehatan dan Sinergi Daerah

Di tengah dunia yang bergerak cepat dan sering lupa pada akar, momen sungkem ini menjadi pengingat: bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang sejauh mana seseorang tetap ingat pada siapa yang pertama kali mengajarkannya berjalan, berdoa, dan bertahan.

Dan pada akhirnya, air mata yang jatuh hari itu bukan tanda kelemahan. Ia adalah bukti cinta—cinta yang tumbuh diam-diam, bertahan dalam waktu, dan abadi sepanjang hidup.

Penulis : LBS86/ RYANT GOBEL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

SMKN 1 Gunungsitoli Disorot soal Sumbangan Rp20 Ribu per Bulan, Kacabdisdik Janji Inspeksi
770 Mahasiswa Baru STAIN Madina Dibekali Edukasi Hukum dan Bahaya Narkoba
UINSU Tembus Jejaring Akademik Amerika Serikat, Gandeng Hartford International University
Dana BOS SMPN 6 Percut Sei Tuan Disorot, Perbedaan Data dan Proyek Rp2 Miliar Jadi Perhatian Publik
Diduga Tolak Konfirmasi Dana BOS, Sikap Kepala SMPN 6 Percut Sei Tuan Disorot; DPD MOSI Minta Audit dan Klarifikasi
Komisi XIII DPR RI dan Kementerian Hukum Tegaskan Bahaya Main Hakim Sendiri di UIN Sumut, Sugiat Santoso: Indonesia Negara Hukum, Bukan Negara Massa
Kepala dan Sekretaris Disdikbud Medan Bungkam, Dugaan Revitalisasi Sekolah Rp47,4 Miliar Kian Disorot, LSM Siapkan Laporan ke APH
Dana Revitalisasi Sekolah Rp852 Miliar di Sumut Disorot, LSM Pucuk Bukit Nusantara : Dugaan Proyek Dikerjakan Pihak Ketiga Akan Dilaporkan ke APH
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 08:19 WIB

SMKN 1 Gunungsitoli Disorot soal Sumbangan Rp20 Ribu per Bulan, Kacabdisdik Janji Inspeksi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:23 WIB

770 Mahasiswa Baru STAIN Madina Dibekali Edukasi Hukum dan Bahaya Narkoba

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:27 WIB

UINSU Tembus Jejaring Akademik Amerika Serikat, Gandeng Hartford International University

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Dana BOS SMPN 6 Percut Sei Tuan Disorot, Perbedaan Data dan Proyek Rp2 Miliar Jadi Perhatian Publik

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:41 WIB

Diduga Tolak Konfirmasi Dana BOS, Sikap Kepala SMPN 6 Percut Sei Tuan Disorot; DPD MOSI Minta Audit dan Klarifikasi

Berita Terbaru