Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

- Penulis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama peserta dan pelaku pariwisata dalam kegiatan Jelajah Wisata Budaya (JWB) ke-4 di Medan. Kegiatan ini menjadi momentum memperkenalkan keberagaman budaya, sejarah, kuliner, dan potensi ekonomi kreatif Kota Medan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

MEDAN I LIBAS86.COM — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memperkenalkan Kota Medan sebagai destinasi wisata multikultur yang memiliki kekayaan budaya, sejarah, kuliner, dan kreativitas masyarakat yang dapat dikembangkan untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Pesan tersebut disampaikan saat menyambut peserta Jelajah Wisata Budaya (JWB) ke-4 dalam acara Welcome Dinner di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (5/10/2026) malam.

Di hadapan para buyer dari Thailand, Malaysia, Singapura serta berbagai daerah di Indonesia, Rico Waas menegaskan bahwa Medan memiliki karakter sebagai kota multikultur, multiagama, dan multiras. Keberagaman Melayu, Batak, Jawa, Karo, Minang, Aceh, Tionghoa hingga India hidup berdampingan dan membentuk identitas kota yang dapat menjadi daya tarik wisata. Berbagai tradisi dan perayaan keagamaan maupun kebudayaan, seperti Thaipusam, Deepavali dan Imlek, turut menjadi bagian dari pengalaman wisata di Medan. “Sangat tepat JWB ke-4 ini dilaksanakan di Medan karena kota ini unlimited to explore,” ujar Rico.

Menurut Rico, pengembangan pariwisata Medan tidak hanya bertumpu pada destinasi, tetapi juga pada ekosistem budaya dan kawasan kota yang memiliki nilai sejarah. Pemko Medan tengah menyiapkan sejumlah kawasan strategis, antara lain Lapangan Merdeka, Kesawan, Kota Tua, Istana Maimun, Masjid Raya dan Taman Sri Deli. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan menciptakan ruang interaksi wisatawan dengan sejarah dan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM, kuliner, ekonomi kreatif dan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Imlek 2577 Tahun Kuda Api, Wali Kota Tanjungbalai Gaungkan Semangat “Ma Dao Cheng Gong” di Vihara Tri Ratna

Rico juga memperkenalkan Medan sebagai “the city that never sleeps” melalui kekayaan kuliner yang dapat dinikmati hampir 24 jam serta berbagai aktivitas publik, termasuk Car Free Day dan Car Free Night yang menghadirkan seni, budaya dan kreativitas generasi muda. Ia mengajak para buyer dan seller memperpanjang masa kunjungan di Medan untuk menikmati kuliner lokal sekaligus mengunjungi Gallery Mustika Deli, yang menampilkan produk unggulan UMKM lokal hasil kurasi. “Stay one more day di Kota Medan agar memberikan kesan mendalam,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua ASPPI DPD Sumut Achmad Fauzi Lubis mengatakan JWB ke-4 diarahkan untuk memperkuat jejaring antarpelaku pariwisata sekaligus membuka peluang agar kegiatan tersebut berkembang menjadi produk paket wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Menurutnya, Medan memiliki kombinasi potensi budaya, kawasan bersejarah, museum, destinasi wisata dan kuliner yang perlu diperkenalkan lebih luas melalui jaringan buyer yang mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Pinggiran Sungai Deli Yang Tergerus di Tinjau Zakiyuddin Harahap, Minta Segera Dibangun Bronjong

JWB ke-4 berlangsung 5–8 Oktober 2026 dan tidak hanya mengeksplorasi potensi wisata Kota Medan, tetapi juga membawa peserta mengenal pariwisata Karo, termasuk Desa Dokan, Kecamatan Merek. Peserta diajak melihat lebih jauh kehidupan masyarakat melalui alam, budaya, kuliner dan keramahan warga. Dengan konsep tersebut, Jelajah Wisata Budaya tidak sekadar menjadi perjalanan wisata, tetapi membuka perspektif bahwa keberagaman budaya dapat dikemas menjadi pengalaman wisata sekaligus menciptakan rantai ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Satlantas Polres Asahan Intensifkan Blue Light Patrol di Jalinsum, Arus Lalin Malam Hari Dipastikan Aman dan Lancar
Video Dugaan Pungli Urus SIM Viral, Kasat Lantas Polres Binjai Tegas: “Calo Harus Diberantas, Jangan Ada Masyarakat Jadi Korban”
Berita ini 0 kali dibaca
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan memperkenalkan kekayaan multikultur, sejarah, kuliner dan ekonomi kreatif Kota Medan kepada buyer pariwisata domestik dan mancanegara.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak

Berita Terbaru