Perempuan 57 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Periksa TKP dan Sejumlah Saksi

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal, LIBAS86.COM – Seorang perempuan berinisial SYARIFAH (57), warga Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Minggu (20/9/2026).

Korban yang diketahui berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB. Penemuan itu kemudian ditangani personel Polsek Panyabungan, Polres Mandailing Natal.

Informasi mengenai kejadian tersebut sebelumnya diterima Kanit Reskrim Polsek Panyabungan sekitar pukul 08.00 WIB dari Kepala Desa Pidoli Lombang. Mendapat informasi tersebut, Kanit Reskrim bersama sejumlah personel langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan awal saksi Zulkarnain H. Siregar (56), saat hendak memancing di kolam yang berada di samping rumah korban, saksi melihat Sutan Nasution (28) berada di sekitar rumah korban.

Sutan kemudian memecahkan kaca dan mendobrak pintu rumah setelah melihat korban dalam kondisi terbaring di dalam rumah.

Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan telah meninggal dunia. Kondisi tubuh korban juga telah mengalami pembusukan.

Dari pemeriksaan awal di TKP, petugas tidak menemukan tanda-tanda bekas congkelan pada rumah maupun indikasi adanya orang dari luar yang masuk ke dalam rumah. Kondisi rumah juga tidak ditemukan dalam keadaan berantakan.

Baca Juga :  Sebanyak 37 Personel Polres Madina Naik Pangkat, Kapolres Tegaskan Ini Penghargaan dan Amanah

Petugas juga tidak menemukan adanya barang berharga milik korban yang dilaporkan hilang. Sementara itu, pemeriksaan awal terhadap tubuh korban tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap dan menggunakan selop sandal.

Pihak keluarga kemudian menerangkan bahwa korban sebelumnya sering mengeluhkan masalah kesehatan, khususnya hipertensi. Namun, keterangan tersebut merupakan informasi dari pihak keluarga dan belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.

Dalam penanganan kasus tersebut, personel Polsek Panyabungan mengamankan TKP, meminta keterangan para saksi, melakukan pemeriksaan awal terhadap korban, serta membawa jenazah ke RSUD Panyabungan untuk pemeriksaan medis.

Baca Juga :  Jelang Libur Sekolah dan SPMB 2026/2027, Disdikbud Madina Tegaskan Komitmen Cegah Pungli

Berdasarkan komunikasi dengan pihak keluarga, keluarga menyampaikan kesepakatan agar terhadap jenazah tidak dilakukan autopsi.

Jenazah korban selanjutnya berada di RSUD Panyabungan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilaksanakan proses fardhu kifayah.

Hingga kini, Polres Mandailing Natal melalui Polsek Panyabungan masih melakukan pendalaman dan dokumentasi terkait penemuan tersebut guna memastikan seluruh rangkaian kejadian ditangani sesuai prosedur.

Penanganan kejadian tersebut tercatat dalam laporan L/GANGGUAN/A/11/IX/2026/SPKT/POLSEK PANYABUNGAN/POLRES MADINA/POLDA SUMUT, tertanggal 20 September 2026.

 

Penulis : LBS86/ SP

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK
Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru