Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr H Sugiat Santoso SE SH MSP saat memberikan kata sambutan pada acara launching penanaman Bawang Merah di Pesantren Al Hidayah. (ist)
DELISERDANG I LIBAS86.COM — Di tengah cita-cita besar membangun ketahanan pangan nasional, sebuah langkah sederhana namun penuh makna lahir dari lingkungan Pondok Pesantren Al Hidayah, Dusun IV, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Bukan hanya mengajarkan ilmu agama, pesantren di bawah asuhan Ustaz Khairul Ghazali itu mulai mengubah lahan menjadi ladang kehidupan melalui program penanaman bawang merah.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dr. H. Sugiat Santoso, SE., SH., MSP., saat menghadiri launching penanaman bawang merah, Sabtu (12/9/2026). Bagi Sugiat, apa yang dilakukan Al Hidayah bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi ikhtiar nyata untuk menghidupkan semangat kemandirian pangan sekaligus mengajarkan kepada para santri bahwa menjaga kehidupan dan kemaslahatan masyarakat juga merupakan bagian dari pengabdian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sangat kagum dan mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Pesantren Al Hidayah di bawah pimpinan Ustaz Khairul Ghazali. Launching penanaman bawang merah ini merupakan program yang sangat strategis agar Indonesia memiliki ketahanan pangan yang tangguh,” ujar Sugiat.
Harapan besar pun disematkan pada lahan pesantren tersebut. Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menyampaikan bahwa lahan yang saat ini dikerjakan sekitar 5 hektare direncanakan terus dikembangkan hingga mencapai tambahan 20 hektare. Rencana itu disambut tepuk tangan para hadirin, seolah menjadi tanda bahwa dari tanah pesantren tersebut sedang ditanam bukan hanya bawang merah, tetapi juga harapan untuk masa depan santri dan masyarakat.
Sugiat menilai keterlibatan pesantren dalam sektor pertanian memiliki nilai yang jauh lebih luas. Pesantren dapat menjadi tempat pendidikan, pusat pemberdayaan ekonomi, sekaligus ruang untuk menanamkan nilai Islam tentang pentingnya bekerja, menjaga amanah terhadap tanah yang diberikan Allah SWT dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Ia berharap gerakan seperti ini terus tumbuh sehingga pesantren tidak hanya mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak, tetapi juga generasi yang mandiri serta mampu memberi solusi bagi persoalan bangsa.
“Cita-cita besar Presiden Prabowo salah satunya adalah agar Indonesia memiliki ketahanan pangan yang sangat tangguh. Karena itu, langkah seperti yang dilakukan Pesantren Al Hidayah harus kita dukung dan kembangkan,” pungkas Sugiat.
Launching tersebut turut dihadiri Kasatgas Densus 88 Anti Teror Polri Kombes Pol Kurnia Hadi, Anggota DPRD Kota Binjai Rounggur Simorangkir, Kadis Pertanian Deli Serdang, Camat Kutalimbaru, ulama KH Zulfikar Hajar, serta sejumlah mantan narapidana terorisme. Di bawah langit Sei Mencirim, bibit-bibit bawang merah itu pun ditanam—menjadi simbol bahwa tanah yang dirawat dengan ikhtiar, ilmu dan keikhlasan dapat tumbuh menjadi keberkahan bagi banyak orang.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI
























































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































