Rumah Saraswati: Kemandirian Ekonomi Dinilai Jadi Jalan Perubahan Sosial

- Penulis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah anggota Rumah Saraswati berdiskusi dalam suasana santai di Bandung. Pertemuan tersebut membahas gagasan kemandirian ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan perubahan sosial berbasis komunitas.

BANDUNG I LIBAS86.COM — Rumah Saraswati menilai anarkisme tidak semestinya selalu dipahami sebagai kerusuhan, kekerasan, atau perusakan fasilitas publik. Bagi organisasi tersebut, gagasan anarkisme juga dapat dipahami melalui nilai kemandirian, kesetaraan, solidaritas, dan kemampuan masyarakat membangun kehidupan secara kolektif.

Ketua Rumah Saraswati, Diah Permata Saraswati, mengatakan stigma terhadap anarkisme sering kali muncul karena tindakan destruktif sejumlah oknum. Menurutnya, pemahaman tersebut perlu dilihat secara lebih luas agar gagasan mengenai kemandirian masyarakat tidak berhenti pada stereotip kekerasan.

“Anarkisme itu bukan berarti kita turun ke jalan lalu melakukan perusakan fasilitas publik. Itu pemahaman yang keliru dan terdegradasi oleh tindakan oknum,” ujar Diah dalam diskusi di Bandung, Kamis (13/8).

Baca Juga :  LMP Madina Desak Korem 023/KS dan Kodim 0212/TS Segera Limpahkan 6 Ekskavator Kasus PETI Batang Natal ke APH

Diah mengatakan, salah satu bentuk penerapan gagasan tersebut dapat dilakukan melalui kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Menurutnya, penguatan keterampilan, pengelolaan potensi lokal, serta kerja bersama dapat meningkatkan daya tawar masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan maupun mekanisme ekonomi yang dinilai tidak selalu berpihak kepada warga.

Ia juga menyoroti persoalan ketimpangan dan korupsi dalam tata kelola negara. Diah berpandangan, penguatan ekonomi komunitas dapat menjadi salah satu upaya membangun ketahanan sosial masyarakat. “Kemandirian ini adalah bentuk perlawanan terhadap negara yang korup,” katanya.

Baca Juga :  H. Sugiat Santoso Hadiri Peletakan Batu Pertama Ponpes Dai & Tahfiz Nur Asyqi di Deli Serdang, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Qurani

Melalui pendampingan komunitas lokal, Rumah Saraswati mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonomi dan keterampilan secara bersama. Bagi Diah, perubahan sosial tidak harus selalu diwujudkan melalui aksi konfrontatif, tetapi juga dapat dibangun dari bawah melalui ekonomi yang mandiri, solidaritas warga, dan kemampuan komunitas mengelola kehidupannya secara produktif.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

HUT RI ke-81, PWRI Tanjungbalai Bangun Kekompakan Bersama Warga Lewat Perlombaan Meriah
Festival Sepakbola Sugiat Santoso Cup Semarakkan HUT ke-81 RI, 14 Tim SMP Langkat Hulu Berebut Piala
Polres Madina Ungkap 25 Perkara, Sita 48,5 Kg Ganja dan 6,33 Gram Sabu
MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan, Wali Kota Medan Dorong SPPG Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Warga
Prof. Sufmi Dasco Ahmad Dukung Gerakan Nasional STOP BULLYING, Film “Aku Bukan Musuhmu tapi Aku Sahabatmu” Hadir Selamatkan Masa Depan Generasi Indonesia
Bunda Yin Menang Telak, 70 Persen Suara Antar Pimpin WALUBI Sumut 2026–2031
2.788 Pohon Terdampak BRT Mebidang, 61.170 Pohon Pengganti Ditanam di Medan
Pergantian Anggota Paskibraka Kota Binjai Disorot, Kesbangpol Tegaskan Bukan Diskriminasi
Berita ini 0 kali dibaca
Rumah Saraswati mendorong pemahaman anarkisme secara lebih luas melalui gagasan kemandirian ekonomi, kesetaraan, solidaritas, dan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas sebagai bagian dari perubahan sosial.

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:22 WIB

HUT RI ke-81, PWRI Tanjungbalai Bangun Kekompakan Bersama Warga Lewat Perlombaan Meriah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Festival Sepakbola Sugiat Santoso Cup Semarakkan HUT ke-81 RI, 14 Tim SMP Langkat Hulu Berebut Piala

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Rumah Saraswati: Kemandirian Ekonomi Dinilai Jadi Jalan Perubahan Sosial

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Polres Madina Ungkap 25 Perkara, Sita 48,5 Kg Ganja dan 6,33 Gram Sabu

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:01 WIB

MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan, Wali Kota Medan Dorong SPPG Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Warga

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Polres Madina Ungkap 25 Perkara, Sita 48,5 Kg Ganja dan 6,33 Gram Sabu

Kamis, 13 Agu 2026 - 19:23 WIB