Prof. Sufmi Dasco Ahmad Dukung Gerakan Nasional STOP BULLYING, Film “Aku Bukan Musuhmu tapi Aku Sahabatmu” Hadir Selamatkan Masa Depan Generasi Indonesia

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA I LIBAS86.COM — Gerakan Nasional STOP BULLYING atau STOP PERUNDUNGAN mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Prof. Dr. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H. Dukungan tersebut memperkuat pesan penting tentang perlindungan anak dan penciptaan lingkungan yang aman, nyaman serta bebas dari kekerasan. Semangat itu turut dihadirkan melalui film layar lebar “Aku Bukan Musuhmu tapi Aku Sahabatmu”, yang mengangkat nilai persahabatan, kepedulian, kemanusiaan dan perlindungan terhadap generasi muda Indonesia.

Pesan kampanye yang digaungkan dalam gerakan tersebut sangat tegas: “STOP BULLYING. STOP KEKERASAN. BANGUN PERSAHABATAN. WUJUDKAN INDONESIA YANG RAMAH, BERADAB DAN BERKEMANUSIAAN.” Dukungan Prof. Sufmi Dasco Ahmad dinilai menjadi energi positif bagi gerakan bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa bullying bukan sekadar persoalan pergaulan anak, melainkan masalah serius yang dapat memengaruhi kepercayaan diri, pendidikan, kesehatan sosial, hingga masa depan korban.

Baca Juga :  Wali Kota Tanjungbalai dan Ahmad Doli Kurnia Beri Dukungan untuk ARM, Anak Korban Dugaan Kekerasan Seksual: "Jangan Biarkan Anak Berjuang Sendiri"

Dalam momentum tersebut, Prof. Sufmi Dasco Ahmad juga menyampaikan apresiasi kepada Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Cirebon Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., atau Pangeran Kuda Putih, sebagai penggagas ide cerita, penulis skenario sekaligus produser film “Aku Bukan Musuhmu tapi Aku Sahabatmu.” Kehadiran karya tersebut memperlihatkan bahwa pesan perlindungan anak dapat disampaikan melalui kekuatan seni dan perfilman, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, tokoh budaya, dunia pendidikan, orang tua, masyarakat dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mencegah perundungan.

Film tersebut disutradarai Rd. Beben Firmansyah Arianatareja dan diperkuat sejumlah bintang senior serta publik figur tanah air, di antaranya Sandy Tumiwa, Yama Carlos, Dery Sulaiman, Berbie Kumala, Dede Satria dan Vicky Prasetyo. Kehadiran para pemeran dan unsur kreatif tersebut diharapkan membuat pesan anti-bullying menjangkau masyarakat secara lebih luas. Film ini tidak hanya diarahkan sebagai tontonan, tetapi juga sebagai media edukasi sosial yang mengajak penonton memahami pentingnya persahabatan, empati, kepedulian dan keberanian menghentikan kekerasan.

Gerakan STOP BULLYING juga membawa pesan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki peran melalui kebijakan dan perlindungan, sementara keluarga, sekolah, masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, seniman serta seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi anak-anak. Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, tangguh dan mampu menjadi kekuatan bangsa di masa depan.

Baca Juga :  Warga Geger! Pria 23 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan, Polisi Selidiki Penyebabnya

Pada akhirnya, film “Aku Bukan Musuhmu tapi Aku Sahabatmu” diharapkan menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar untuk menghentikan bullying dan kekerasan terhadap anak. Sebab, di balik seorang anak yang menjadi korban perundungan, bisa saja terdapat cita-cita besar yang perlahan padam. Sebaliknya, ketika satu anak berhasil dilindungi, sesungguhnya masyarakat sedang menjaga masa depan Indonesia. STOP BULLYING, STOP PERUNDUNGAN, STOP KEKERASAN. BANGUN PERSAHABATAN DAN SELAMATKAN GENERASI INDONESIA.

Penulis : LBS86/ REL/ RPS

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK
Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca
Dukungan Prof. Sufmi Dasco Ahmad terhadap Gerakan Nasional STOP BULLYING memperkuat kampanye melawan perundungan dan kekerasan terhadap anak melalui pesan persahabatan, kepedulian, kemanusiaan, serta perlindungan generasi Indonesia.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru