Sugiat Santoso Dorong Petani Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing, Tegaskan Ketahanan Pangan Dimulai dari SDM Pertanian

- Penulis

Senin, 27 Juli 2026 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., M.SP, saat menyampaikan materi pada Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV wilayah Sumatera Utara–Aceh di BPSDM Medan, Senin (27/7/2027). Dalam kegiatan tersebut, Sugiat mengajak para petani meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing guna memperkuat ketahanan pangan nasional sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

MEDAN, LIBAS86.COM – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., M.SP, mengajak para petani untuk terus meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing sebagai fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Angkatan IV untuk wilayah Sumatera Utara dan Aceh yang berlangsung di BPSDM Medan, Senin (27/7/2027).

Baca Juga :  Festival Fokus Pemulihan 2026 Sukses Digelar, Direktur FOKUS Rehabilitasi Narkotika Indonesia Sumut Miftah Fariz Boli Malakala Raih Apresiasi DPC GANN Medan

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia itu diikuti petani, penyuluh pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian. Diklat ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penyangga ketahanan pangan Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya bertajuk “Peningkatan Kapasitas, Kemandirian, serta Daya Saing Para Petani Demi Terwujudnya Ketahanan Pangan yang Kuat”, Sugiat Santoso menegaskan bahwa petani merupakan ujung tombak pembangunan sektor pangan nasional. Menurutnya, tantangan yang dihadapi sektor pertanian semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga dinamika pasar global. Karena itu, petani harus memiliki kemampuan yang adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi modern guna meningkatkan produktivitas sekaligus nilai tambah hasil pertanian.

Baca Juga :  405 Tahun Tanjungbalai: Jejak Sejarah, Kerja Nyata, dan Asa Menuju Kota EMAS

Sugiat juga menekankan bahwa keberhasilan membangun ketahanan pangan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi petani, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut diyakini mampu melahirkan pertanian Indonesia yang modern, produktif, berdaya saing, serta berkelanjutan. Ia memaparkan lima pilar utama penguatan sektor pertanian, yakni pengembangan kapasitas petani unggul, kemandirian petani, peningkatan daya saing, penguatan ketahanan pangan, dan kolaborasi untuk kemajuan.

Baca Juga :  SMPLH Madina Tantang Satgas PETI: Kalau Serius Berantas, Kenapa Hanya Kotanopan.

Lebih lanjut, Sugiat berharap Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV mampu melahirkan petani yang tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi, memperkuat kelembagaan petani, memanfaatkan teknologi pertanian, serta menghasilkan produk yang kompetitif di pasar nasional maupun internasional. Antusiasme peserta yang aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman selama kegiatan menjadi gambaran tingginya semangat petani dalam menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan.

Melalui penyelenggaraan Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV, DPN Tani Merdeka Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya dalam membangun pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern. Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai salah satu prioritas pembangunan menuju Indonesia yang berdaulat di bidang pangan.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK
Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca
Artikel ini membahas komitmen Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dr. H. Sugiat Santoso dalam mendorong peningkatan kapasitas, kemandirian, dan daya saing petani melalui Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV. Program ini menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia pertanian untuk mendukung swasembada pangan, ketahanan pangan nasional, serta implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju pertanian Indonesia yang maju, modern, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru