Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., M.SP, saat menyampaikan materi pada Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV wilayah Sumatera Utara–Aceh di BPSDM Medan, Senin (27/7/2027). Dalam kegiatan tersebut, Sugiat mengajak para petani meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing guna memperkuat ketahanan pangan nasional sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
MEDAN, LIBAS86.COM – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., M.SP, mengajak para petani untuk terus meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing sebagai fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Angkatan IV untuk wilayah Sumatera Utara dan Aceh yang berlangsung di BPSDM Medan, Senin (27/7/2027).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia itu diikuti petani, penyuluh pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian. Diklat ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penyangga ketahanan pangan Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya bertajuk “Peningkatan Kapasitas, Kemandirian, serta Daya Saing Para Petani Demi Terwujudnya Ketahanan Pangan yang Kuat”, Sugiat Santoso menegaskan bahwa petani merupakan ujung tombak pembangunan sektor pangan nasional. Menurutnya, tantangan yang dihadapi sektor pertanian semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga dinamika pasar global. Karena itu, petani harus memiliki kemampuan yang adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi modern guna meningkatkan produktivitas sekaligus nilai tambah hasil pertanian.
Sugiat juga menekankan bahwa keberhasilan membangun ketahanan pangan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi petani, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut diyakini mampu melahirkan pertanian Indonesia yang modern, produktif, berdaya saing, serta berkelanjutan. Ia memaparkan lima pilar utama penguatan sektor pertanian, yakni pengembangan kapasitas petani unggul, kemandirian petani, peningkatan daya saing, penguatan ketahanan pangan, dan kolaborasi untuk kemajuan.
Lebih lanjut, Sugiat berharap Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV mampu melahirkan petani yang tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi, memperkuat kelembagaan petani, memanfaatkan teknologi pertanian, serta menghasilkan produk yang kompetitif di pasar nasional maupun internasional. Antusiasme peserta yang aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman selama kegiatan menjadi gambaran tingginya semangat petani dalam menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan.
Melalui penyelenggaraan Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV, DPN Tani Merdeka Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya dalam membangun pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern. Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai salah satu prioritas pembangunan menuju Indonesia yang berdaulat di bidang pangan.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI

















































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































