Rico Waas Perluas Akses Kerja Warga Medan, Latih Penyandang Disabilitas hingga Buka Peluang Kerja ke Jepang

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program pelatihan kerja yang dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diikuti 100 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas, peserta pelatihan forklift, safety riding, dan tata kecantikan sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas tenaga kerja Kota Medan.

MEDAN I LIBAS86.COM – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmennya memperluas akses kerja yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kota Medan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Program Pelatihan Kerja yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Jalan Amal, Sunggal, Senin (6/7/2026). Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Medan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menekan angka pengangguran, sekaligus membuka peluang kerja hingga ke pasar internasional.

Dalam kegiatan tersebut, Rico Waas secara resmi membuka lima paket pelatihan kerja yang diikuti 100 peserta. Sebanyak 20 penyandang disabilitas memperoleh pelatihan barista profesional, 40 peserta mengikuti pelatihan safety riding, 20 peserta mengikuti pelatihan operator forklift, dan 20 peserta lainnya mendapat pelatihan tata kecantikan. Menurut Rico Waas, setiap warga memiliki hak yang sama untuk berkembang tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang sosial.

“Kita ingin memberikan keadilan untuk semuanya. Kami percaya setiap orang memiliki kapasitas dan talenta. Kekurangan secara fisik bukan menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pemerintah harus membuka ruang kesempatan yang setara agar masyarakat mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Rico Waas saat memberikan arahan kepada para peserta pelatihan.

Rico Waas juga mengingatkan bahwa dunia kerja saat ini menuntut tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Selain menguasai keterampilan teknis (hard skill), ia menekankan pentingnya integritas sebagai modal utama agar seseorang mampu bertahan dan berkembang di dunia kerja. Menurutnya, kombinasi kemampuan, komunikasi, dan integritas akan membuat tenaga kerja lokal semakin kompetitif dan diminati perusahaan.

Baca Juga :  Kejari Madina Bantah Dugaan Setoran Pengamanan, Tegaskan Tak Ditemukan Bukti

Selain memperkuat sektor formal, Pemerintah Kota Medan juga terus mendorong tumbuhnya wirausaha mandiri melalui pengembangan UMKM, termasuk profesi penata rias dan industri kreatif lainnya. Di sisi lain, Pemko Medan membuka peluang kerja ke luar negeri dengan menggandeng Bank BJB untuk memberikan dukungan pembiayaan bagi calon pekerja yang mengikuti pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebelum diberangkatkan ke Jepang sebagai tenaga okupasi maupun caregiver. Langkah ini diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramadan, menjelaskan seluruh peserta yang lulus nantinya akan memperoleh sertifikasi profesi sesuai bidang masing-masing, seperti sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Surat Izin Operasional (SIO), hingga Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai kompetensi. Disnaker juga telah memetakan kebutuhan tenaga kerja melalui kerja sama dengan kawasan industri, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei bersama PT KINRA dan sejumlah tenant untuk memastikan lulusan pelatihan terserap langsung di dunia kerja.

Baca Juga :  Polemik di Kejati Sumut, FORWAKA Resmi Laporkan Rizaldi ke Jaksa Agung RI

Pembukaan pelatihan ditandai dengan penyematan tanda peserta dan perlengkapan pelatihan oleh Wali Kota Medan serta penandatanganan nota kesepahaman antara Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dengan PT Grab dan PT Kamitra Mitra Jaya Utama. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BBPVP Medan Amran S, Kasat Lantas Polrestabes Medan, perwakilan PT Grab Teknologi Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, Bank BJB, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK
Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca
Pemko Medan terus memperluas akses kerja melalui pelatihan vokasi yang inklusif. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja, pemberdayaan penyandang disabilitas, serta membuka peluang kerja hingga ke luar negeri demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru