Kepercayaan yang Dikhianati: Ketika Jabatan Mengubah Karakter dan Integritas Dipertaruhkan

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi konseptual yang menggambarkan kontras antara kepercayaan, loyalitas, dan pengkhianatan. Visual ini merepresentasikan refleksi bahwa integritas, amanah, dan rasa syukur merupakan nilai yang harus tetap dijaga, bahkan ketika seseorang telah mencapai keberhasilan, jabatan, atau kekuasaan. Gambar ini bersifat ilustratif dan tidak merujuk kepada individu maupun peristiwa tertentu.

OPINI I LIBAS86.COM – Kepercayaan merupakan fondasi utama dalam setiap hubungan, baik di lingkungan keluarga, organisasi, dunia usaha, maupun pemerintahan. Kepercayaan tidak hadir secara instan, melainkan dibangun melalui proses panjang yang dipenuhi komitmen, pengorbanan, dan konsistensi. Namun dalam realitas kehidupan, tidak sedikit hubungan yang retak karena seseorang mengabaikan amanah demi kepentingan pribadi setelah memperoleh kedudukan, pengaruh, atau keuntungan tertentu.

Baca Juga :  Zakiyuddin Harahap Turun ke Sungai Deli, Aksi Bersih Jadi Ruang Mendengar Warga Bantaran

Pepatah “anak harimau tetap menunjukkan belangnya” menjadi gambaran bahwa karakter asli seseorang sering kali baru terlihat ketika ia memiliki kekuasaan atau kesempatan. Banyak orang memperoleh kepercayaan saat berada di titik terendah, dibimbing ketika belum memiliki pengalaman, serta diberikan ruang untuk berkembang. Ironisnya, setelah mencapai keberhasilan, sebagian justru melupakan proses, bahkan menjauh atau berbalik terhadap pihak yang pernah memberikan dukungan. Fenomena ini menjadi pelajaran penting bahwa jabatan dapat mengubah posisi seseorang, tetapi tidak semestinya mengubah integritas dan etika.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ungkapan “makan kacang lupa kulitnya” tetap relevan hingga saat ini. Keberhasilan seharusnya menjadi alasan untuk semakin rendah hati, bukan melupakan jasa orang-orang yang pernah membuka jalan. Integritas seseorang tidak diukur dari tingginya jabatan atau besarnya pengaruh, melainkan dari kemampuannya menjaga kepercayaan, menghormati proses, dan tetap setia pada nilai-nilai yang diyakini sejak awal.

Baca Juga :  Kadis Perikanan Deli Serdang Respons Cepat Dugaan Persoalan Barcode BBM Subsidi Nelayan, Tim Bidang Tangkap Diterjunkan Verifikasi Lapangan

Kepercayaan adalah investasi moral yang nilainya jauh melebihi materi. Ia dibangun perlahan melalui kejujuran, tanggung jawab, dan konsistensi, tetapi dapat runtuh hanya karena satu tindakan yang mengkhianati amanah. Ketika kepercayaan hilang, yang rusak bukan hanya hubungan antarmanusia, melainkan juga reputasi dan nama baik yang membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan. Oleh karena itu, setiap amanah harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga :  FORWAKA Medan Jalin Sinergi dengan Kadispora Medan Dukung Kemajuan Pemuda dan Olahraga

Berbuat baik kepada sesama tetap merupakan pilihan yang mulia. Namun, kebaikan juga harus diiringi dengan kebijaksanaan dalam menilai karakter dan menjaga batas kepercayaan. Pada akhirnya, waktu akan menjadi hakim yang paling adil. Ia akan membuktikan siapa yang mampu memegang amanah dengan integritas dan siapa yang rela mengorbankan kepercayaan demi keuntungan sesaat. Sebab kehormatan sejati tidak ditentukan oleh seberapa tinggi seseorang berdiri, melainkan oleh kemampuannya menghargai proses, menjaga amanah, dan tidak melupakan mereka yang pernah membantunya mencapai keberhasilan.

Penulis : LBS86/ NRD

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Satlantas Polres Asahan Intensifkan Blue Light Patrol di Jalinsum, Arus Lalin Malam Hari Dipastikan Aman dan Lancar
Berita ini 0 kali dibaca
Artikel opini ini mengulas pentingnya menjaga kepercayaan, integritas, dan amanah dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, maupun dunia kerja. Tulisan ini merupakan refleksi moral yang mengajak pembaca untuk menghargai proses, menjaga etika, serta tidak melupakan jasa orang-orang yang pernah memberikan kepercayaan. Seluruh isi artikel bersifat opini dan tidak ditujukan kepada individu maupun pihak tertentu.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak

Berita Terbaru