Syaparuddin Pohan: Mahasiswa Harus Menjadi Agen Perubahan dan Motor Pembangunan Daerah

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal,LIBAS86.COM – Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan (agent of change) sekaligus motor penggerak pembangunan daerah. Sebagai kelompok intelektual muda, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Syaparuddin Pohan pada Senin (22/6/2026). Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat aktif dalam berbagai proses pembangunan, baik melalui pemikiran, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengawasan terhadap kebijakan publik.

“Mahasiswa harus mampu menjadi pelopor perubahan dengan menghadirkan gagasan-gagasan yang konstruktif dan inovatif. Peran mahasiswa tidak hanya di kampus, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi daerah,” ujar Syaparuddin.

Ia menilai berbagai tantangan pembangunan daerah saat ini, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan hidup, hingga penguatan tata kelola pemerintahan, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

Menurutnya, melalui kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, organisasi kemahasiswaan, hingga pemanfaatan teknologi digital, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Selain itu, mahasiswa juga memiliki fungsi sebagai kontrol sosial yang bertugas mengawal jalannya pembangunan agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Mahasiswa harus menjaga idealisme dan independensinya. Kritik yang disampaikan harus berbasis data dan fakta serta bertujuan untuk memperbaiki kebijakan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  BBWS Dianggap Menyalahkan Banjir demi Menutupi Dugaan Kekeliruan Proyek Irigasi di Madina.

Di era digital saat ini, lanjut Syaparuddin, mahasiswa memiliki peluang yang lebih besar untuk berkontribusi melalui berbagai inovasi dan kreativitas yang dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat literasi masyarakat, serta mempromosikan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Ia berharap mahasiswa, khususnya di Kabupaten Mandailing Natal, dapat terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat semangat pengabdian, dan aktif mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Baca Juga :  Ganti Plt Kadis SDABMBK Medan Yang Telah Menjabat Lebih Dari 6 Bulan, FKSM :” Hal Ini Dapat Menimbulkan Potensi Konflik Kepentingan dan Instabilitas Kebijakan”

“Mahasiswa adalah aset bangsa yang memiliki kemampuan untuk menjadi motor penggerak perubahan. Dengan ilmu pengetahuan, integritas, dan kepedulian sosial yang dimiliki, mahasiswa dapat berkontribusi dalam mewujudkan daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.

Penulis : LBS86/ MB

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Satlantas Polres Asahan Intensifkan Blue Light Patrol di Jalinsum, Arus Lalin Malam Hari Dipastikan Aman dan Lancar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak

Berita Terbaru