Petugas mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki kepada warga terdampak matinya aliran PDAM Tirtanadi di Kota Medan. Gangguan pasokan air dalam beberapa hari terakhir menyebabkan masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
MEDAN, LIBAS86.COM – Matinya aliran air PDAM Tirtanadi di sejumlah wilayah Kota Medan dalam beberapa hari terakhir menimbulkan keresahan dan kesulitan serius bagi masyarakat. Gangguan distribusi air bersih tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari warga, mulai dari kebutuhan mandi, mencuci, memasak, hingga sanitasi rumah tangga yang kini terganggu akibat tidak mengalirnya pasokan air ke rumah-rumah pelanggan.
Sejumlah warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar karena bantuan air bersih yang diberikan dinilai belum maksimal. Warga terpaksa mengantre panjang dengan membawa ember, jeriken, dan berbagai wadah penampungan untuk mendapatkan air bersih dalam jumlah terbatas. Kondisi ini disebut semakin menyulitkan, terutama bagi masyarakat lanjut usia, perempuan, dan keluarga dengan keterbatasan fisik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Laskar Prabowo 08, Paul J. J. Tambunan, SE., SH., MH, melalui Sekretaris Laskar Prabowo 08 DPD Sumatera Utara meminta PDAM Tirtanadi agar tidak hanya memberikan bantuan yang bersifat simbolis atau formalitas. Menurutnya, masyarakat membutuhkan langkah konkret yang lebih efektif dan manusiawi untuk menjawab kebutuhan air bersih di tengah krisis distribusi saat ini.
Laskar Prabowo 08 DPD Sumut mendorong PDAM Tirtanadi mengerahkan truk tangki berkapasitas besar ke kawasan terdampak. Selain itu, distribusi air dinilai perlu dilakukan langsung ke rumah-rumah warga menggunakan selang untuk mengisi bak mandi atau tempat penampungan air yang tersedia, sehingga masyarakat tidak perlu berdesakan atau mengangkut air secara manual dari titik pembagian tertentu.
“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap PDAM tidak hanya memberikan bantuan bersifat formalitas, tetapi menghadirkan solusi nyata berupa pengiriman air menggunakan truk tangki besar dan penyaluran langsung ke rumah-rumah warga,” ujar salah seorang perwakilan masyarakat yang terdampak gangguan air bersih di Kota Medan.
Masyarakat juga meminta PDAM Tirtanadi memberikan penjelasan secara transparan terkait penyebab matinya aliran air di Medan serta memastikan adanya langkah konkret agar persoalan serupa tidak terus berulang. Sebagai pelanggan yang rutin membayar tagihan setiap bulan, warga berharap pelayanan publik yang diberikan benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat dan menjamin ketersediaan air bersih secara berkelanjutan.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI


























































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































