Polres Madina Tertibkan Pistol Mainan di Siabu, GEMPAK Soroti Lemahnya Pengawasan Desa

- Penulis

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA,LIBAS86.COM – Kepolisian Resor Mandailing Natal (Polres Madina) bersama jajaran Polsek Siabu dan personel Koramil 12/Siabu melakukan penertiban serta penyitaan pistol mainan di sejumlah desa pada hari kedua Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/3/2026).

Penertiban dilakukan di beberapa wilayah, antara lain Desa Sihepeng, Huta Raja, Hutapuli, dan Simangambat. Petugas gabungan turun langsung ke lapangan untuk menindak penggunaan pistol mainan yang menggunakan peluru plastik karena dinilai berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak.

Dari kegiatan tersebut, aparat berhasil menyita sejumlah pistol mainan dari warga yang kedapatan menggunakannya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan Lebaran agar tetap aman dan kondusif.

Selain itu, berdasarkan pantauan di Polsek Siabu, sejumlah warga juga mendatangi kantor polisi untuk melaporkan berbagai kejadian. Di antaranya kasus pelemparan kaca mobil hingga dugaan pengeroyokan yang terjadi di wilayah tersebut.

Menanggapi situasi ini, Sekretaris GEMPAK, Mhd Baik Siregar, mengkritik pemerintah desa yang dinilai belum optimal dalam melakukan pengawasan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Rotasi 200+ Pejabat di Medan, Hasanal Haris Harahap: “Jabatan Ini Amanah, Siap Benahi Ketenagakerjaan”

“Pemerintah desa tidak boleh tinggal diam. Harus ada pengawasan dan imbauan kepada masyarakat terkait potensi bahaya serta kerugian yang bisa ditimbulkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa maraknya penggunaan pistol mainan dan aksi kekerasan tersebut bukan bagian dari tradisi masyarakat.

“Ini bukan tradisi yang perlu dipertahankan. Justru berpotensi membahayakan dan merugikan orang lain. Jangan sampai dianggap hal biasa,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta kepala desa beserta perangkatnya lebih aktif turun ke lapangan dengan melakukan pendekatan persuasif serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kepada para orang tua agar lebih mengawasi anak-anak.

Baca Juga :  Anak Muda Bukan Sekadar Pewaris, Tetapi Pencipta Masa Depan

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Pemerintah desa harus hadir dan bertanggung jawab dalam menjaga ketertiban di wilayahnya,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan dapat berdampak luas, tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.

Dengan adanya penertiban yang melibatkan aparat kepolisian dan TNI, diharapkan situasi kamtibmas selama perayaan Idul Fitri tetap aman, tertib, dan kondusif.

Penulis : LBS86/SP

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK
Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?
Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara
Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Haru Nurhayani Usai 8 Tahun Menanti, Rumah Hampir Rubuh Kini Jadi Hunian Layak
Rico Waas Pantau 111 Rumah Tak Layak Huni di Medan: Minta Rehab Tuntas dan Siap Dihuni
Diduga Bangun Perumahan Mewah Tanpa PBG, Proyek The Sasmaya Persatuan Tetap Jalan; Wali Kota Medan Diminta Bertindak Tegas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan, Kajati Sumut Muhibuddin Siap Kawal Kepala Sekolah hingga PPK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Media, Pekerja Proyek Drainase Rp235,9 Juta Mendadak Lengkap APD: K3 atau Sekadar “Panggung Sandiwara”?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Laporan Penipuan Jual Beli Tanah Mandek di Polsek Medan Tembung, Korban Klaim Diminta Rp700 Ribu untuk Gelar Perkara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Tender SDA Sumut Rp30 Miliar Disorot: 19 Perusahaan Mendaftar, Hanya Satu Menawar, Status SBU Jadi Pertanyaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan: Rico Waas Dorong Destinasi Multikultur Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terbaru