Kejari Madina Tetapkan Dua Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Peremajaan Kelapa Sawit TA 2021

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADINA, LIBAS86.COM – Kejaksaan Negeri Mandailing Natal resmi menetapkan dua orang tersangka berinisial FL dan MW terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit (PSR) Kabupaten Mandailing Natal Tahun Anggaran 2021. Penetapan tersebut diumumkan dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Kejaksaan Negeri Mandailing Natal, Yos Arnold Tarigan, S.H., M.H., didampingi Kasi Pidsus Herianto, S.H., M.H., Kasi Intelijen Jupri Wandy Banjarnahor, S.H., M.H., serta Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Mandailing Natal.Rabu, (3/12/2025)

Dalam keterangan resminya, Kejari Madina menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup terkait dugaan penyalahgunaan dana PSR Tahun Anggaran 2021. Adapun para tersangka masing-masing berperan sebagai berikut:

FL, Mantan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

MW, Petugas Penilai Kemajuan Fisik Kegiatan Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun pada Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal.

Baca Juga :  Plt. Kajari Madina Yos A. Tarigan Silaturahmi dengan FORWAKA di Café Genta

Adapun Latar Belakang Perkara, Pada Tahun Anggaran 2021, Kelompok Tani SY menerima bantuan dana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.996.722.000, untuk total luas lahan 66,83 hektare dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 29 orang.

Namun, hasil penyidikan menemukan adanya indikasi kuat perbuatan melawan hukum dalam pelaksanaan program tersebut. Kedua tersangka diduga melakukan tindakan yang bertujuan memperoleh keuntungan pribadi sehingga menyebabkan program tidak berjalan sebagaimana mestinya dan menimbulkan kerugian keuangan negara.

Plt. Kepala Kejaksaan Negeri Mandailing Natal, Yos Arnold Tarigan, S.H., M.H., menyampaikan:

“ Berdasarkan hasil perhitungan dari Kantor Akuntan Independen, terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp 488.467.500 yang timbul akibat penyalahgunaan dana yang seharusnya digunakan untuk peremajaan kelapa sawit “.

Baca Juga :  Kejati Sumut Gelar Rakor Pakem Lintas Instansi, Cegah Penyalahgunaan dan Penyimpangan Aliran Kepercayaan

Beliau juga menegaskan komitmen Kejaksaan dalam memberantas tindak pidana korupsi:

“ Tindak pidana korupsi adalah kejahatan yang merugikan negara dan masyarakat serta menghambat pembangunan nasional. Kami tidak akan ragu menindak setiap pihak yang terbukti terlibat “.

Proses Penetapan dan Penahanan, Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, FL dan MW telah dipanggil dan memenuhi panggilan penyidik. Setelah menjalani pemeriksaan secara intensif serta pemeriksaan kesehatan, keduanya resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan mulai 03 Desember 2025 selama 20 hari ke depan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Panyabungan.

Pasal yang Disangkakan
Kedua tersangka dijerat dengan:
Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP

Baca Juga :  Komitmen Program Adhyaksa Peduli, Kajari Madina Bantu Percepatan Pembangunan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an

Subsider:
Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001
Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP

Penyidikan Akan Terus DikembangkanKasi Pidsus Kejari Madina, Herianto, S.H., M.H., menyatakan:

“ Penyidikan perkara ini masih terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain apabila ditemukan bukti yang cukup. Kami juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan dugaan tindak pidana korupsi melalui kanal pengaduan resmi Kejaksaan”.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Madina, Jupri Wandy Banjarnahor, S.H., M.H., menambahkan:

“ Tim Pidsus telah menemukan dua alat bukti yang sah, dan diduga kuat para tersangka adalah pelaku tindak pidana dimaksud. Ke depan, penyidik akan fokus pada upaya pengembalian kerugian keuangan negara”.

Penulis : LBS86/ SP/ MBS

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

GANN Medan Desak Bandar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamine Dihukum Maksimal, Jaringan Internasional Harus Dibongkar!
LBH FORWAKA Sumut Desak Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Serangan Balik Disorot
Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dibantah, Forwaka: Jangan Rusak Karakter Pejabat dengan Informasi Belum Terverifikasi
Perkuat Kinerja Penegakan Hukum, Kajari Nias Selatan Imam Fauzi Lantik 8 Pejabat Eselon V
Peduli Keselamatan Pengendara, Kapolda Sumut Turun ke Jalan Bagikan Helm dan Masker
Kejari Tanjungbalai Tetapkan Dua Tersangka Korupsi KUR BRI, Kerugian Negara Tembus Rp15,65 Miliar
Tenang Memimpin, Tegas Menjaga Pers: Irfandi Dorong FORWAKA Sumut Lebih Profesional dan Berdaya
Forwaka Dairi Resmi Dilantik, Irfandi Tegaskan Profesionalisme Jurnalis dan Perlindungan Hukum Wartawan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:37 WIB

GANN Medan Desak Bandar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamine Dihukum Maksimal, Jaringan Internasional Harus Dibongkar!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:13 WIB

LBH FORWAKA Sumut Desak Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Serangan Balik Disorot

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:26 WIB

Isu Aswas Kejati Sumut Diamankan Kejagung Dibantah, Forwaka: Jangan Rusak Karakter Pejabat dengan Informasi Belum Terverifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Perkuat Kinerja Penegakan Hukum, Kajari Nias Selatan Imam Fauzi Lantik 8 Pejabat Eselon V

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Peduli Keselamatan Pengendara, Kapolda Sumut Turun ke Jalan Bagikan Helm dan Masker

Berita Terbaru