24 Siswa Sakit Usai Santap MBG, AMPM Madina Desak Audit Total Dapur MBG Polres Madina 1

- Penulis

Kamis, 10 September 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal, LIBAS86.COM – Sebanyak 24 siswa MTsS Ar-Riyadhul Mukhlisin mendapat penanganan medis di Puskesmas setelah mengalami keluhan mual dan keringat dingin usai mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para siswa telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang. Hingga kini, belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahwa keluhan kesehatan tersebut disebabkan oleh makanan MBG.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Aliansi Mahasiswa Pemuda Mandailing Natal (AMPM Madina). Koordinator AMPM Madina, Alfin Sahani, mendesak pemerintah dan pihak terkait melakukan audit menyeluruh terhadap Dapur MBG Polres Madina 1.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Alfin, pemeriksaan tidak boleh hanya berfokus pada kondisi kesehatan siswa. Seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari bahan baku hingga makanan dikonsumsi, juga perlu ditelusuri.

“Jangan cuma siswa yang diperiksa. Sistem yang menghasilkan makanannya juga harus dibongkar. Jangan sibuk mencari siapa yang sakit, tapi lupa memeriksa bagaimana makanan itu diproduksi,” kata Alfin Sahani kepada awak media, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga :  PROLANIS Puskesmas Mustikasari Dampingi 35 Pasien Hipertensi dan Diabetes, Sehat Tak Cukup Hanya Saat Sakit

Keluhan awal dilaporkan dialami dua siswa pada Rabu (9/9/2026), sebelum jumlah siswa yang mengalami keluhan bertambah menjadi 24 orang. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, makanan yang dikonsumsi para siswa berasal dari Dapur MBG Polres Madina 1.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat hasil pemeriksaan medis maupun uji laboratorium yang memastikan adanya hubungan sebab-akibat antara makanan tersebut dengan keluhan kesehatan para siswa. Karena itu, Alfin meminta pemerintah tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dan menjadikan pemeriksaan medis serta uji laboratorium sebagai dasar untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

“Bongkar dari hulu sampai hilir. Bahan baku dari mana, siapa yang mengolah, bagaimana kebersihan dapur dan peralatan, kapan dimasak, bagaimana penyimpanan dan distribusinya. Semua harus terang,” ujarnya.

AMPM Madina juga meminta sisa makanan, apabila masih tersedia, segera diamankan untuk kepentingan pemeriksaan dan pengujian laboratorium. Audit, kata Alfin, juga perlu mencakup asal bahan baku, kebersihan petugas dan peralatan, proses pengolahan, suhu penyimpanan, pengemasan, hingga waktu serta mekanisme distribusi makanan ke sekolah.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara ke-80, Polres Mandailing Natal Teguhkan Komitmen Mengabdi untuk Masyarakat

Menurut Alfin, Dapur MBG Polres Madina 1 seharusnya menjadi contoh dalam penerapan standar keamanan pangan, mengingat program tersebut menyasar anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.

“Kalau namanya Polres Madina 1, ekspektasi publik tinggi. Harusnya paling disiplin, paling siap diaudit dan paling transparan,” tegasnya.

Alfin mendesak Badan Gizi Nasional, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan Dinas Kesehatan melakukan evaluasi secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pemeriksaan administratif. Ia menyebut sedikitnya ada lima langkah yang perlu dilakukan, yakni mengamankan dan menguji sampel makanan, mengaudit rantai produksi, memeriksa proses distribusi dan penyimpanan, menelusuri kondisi kesehatan siswa, serta menyampaikan hasil pemeriksaan secara transparan kepada publik.

“Evaluasi bukan sekadar rapat, foto atau berita acara. Harus ada audit, uji laboratorium, hasil, perbaikan dan pertanggungjawaban. Kalau ditemukan kelalaian, jangan berlindung di balik sistem,” katanya.

Baca Juga :  Polres Madina Bongkar 18 Kasus Narkotika Dua Bulan Terakhir, 20 Tersangka Diamankan

Ia juga mendorong seluruh dapur MBG menerapkan sistem keterlacakan atau traceability, sehingga makanan dapat ditelusuri sejak bahan baku diterima, proses pengolahan, penyimpanan, pengiriman hingga dikonsumsi.

“Programnya besar, maka pengawasannya jangan kecil. Jangan cuma hitung berapa kotak yang keluar. Yang dihitung itu apakah makanannya aman dan benar-benar melindungi anak-anak,” ujar Alfin.

Alfin menegaskan kritik tersebut bukan bentuk penolakan terhadap Program MBG. Menurutnya, AMPM Madina justru mendorong agar program pemenuhan gizi bagi anak-anak berjalan dengan standar keamanan pangan yang ketat, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Rakyat bukan menolak MBG. Rakyat cuma bilang: kalau mau kasih makan anak kami, pastikan makanannya aman. Anak-anak bukan angka distribusi. Mereka masa depan. Jangan tunggu korban bertambah baru sibuk berbenah,” pungkas Alfin Sahani.

Penulis : LBS86/ SP

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPD MOSI Medan Silaturahmi ke Oditurat Militer, Bahas Penguatan Koperasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Jumat Berkah di Lapas Pemuda Langkat, Sugiat Santoso Bawa Sembako, Kitab Suci dan Harapan Baru bagi Warga Binaan
Hari Pahlawan ke-81, Dedi Rizaldi Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Lanjutkan Perjuangan Para Pahlawan
FORWAKA Sumut Hadiri Pelantikan SMSI Sergai, Bupati Darma Wijaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,96 Persen Tertinggi di Sumut
Eksekusi Akuang Belum Juga Dilaksanakan, LBH Medan Soroti Dugaan Pembiaran dan Keterlibatan Pihak Lain
Rp1,79 Miliar Uang Rakyat untuk Jalan Serba Guna Deli Serdang Disorot, Ketua FKSM: Jangan Main-main dengan APBD!
Irfandi: FORWAKA Sumut Harus Beri Manfaat Nyata, Koperasi, LBH dan STM Digagas
Gus Irawan Pasaribu Pimpin HKTI Sumut 2026-2031, Dorong Kader Jadi Jembatan Petani dan Pemerintah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:37 WIB

DPD MOSI Medan Silaturahmi ke Oditurat Militer, Bahas Penguatan Koperasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Jumat, 11 September 2026 - 17:08 WIB

Jumat Berkah di Lapas Pemuda Langkat, Sugiat Santoso Bawa Sembako, Kitab Suci dan Harapan Baru bagi Warga Binaan

Jumat, 11 September 2026 - 13:08 WIB

Hari Pahlawan ke-81, Dedi Rizaldi Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Lanjutkan Perjuangan Para Pahlawan

Kamis, 10 September 2026 - 21:37 WIB

24 Siswa Sakit Usai Santap MBG, AMPM Madina Desak Audit Total Dapur MBG Polres Madina 1

Kamis, 10 September 2026 - 20:02 WIB

FORWAKA Sumut Hadiri Pelantikan SMSI Sergai, Bupati Darma Wijaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,96 Persen Tertinggi di Sumut

Berita Terbaru