Tuan Guru Batak Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, M.A saat menyampaikan pernyataan sikap terkait pentingnya menjaga etika, moralitas, dan adab dalam menyampaikan kritik di tengah dinamika demokrasi Indonesia, di Medan, Jumat (12/6/2026).
MEDAN I LIBAS86.COM – Tuan Guru Batak, Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, M.A menyampaikan keprihatinan mendalam atas video viral mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang diduga melontarkan pernyataan bernada penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial dan menuai pro-kontra dari berbagai kalangan.
Dalam video yang viral, Tiyo mengaku menyelamatkan seekor kucing yang mengalami penyakit kulit (skabies). Namun, publik menyoroti pernyataannya ketika menyebut nama yang diberikan kepada kucing tersebut karena dinilai mengandung unsur penghinaan terhadap Presiden Prabowo. Konten itu kemudian memicu reaksi keras masyarakat serta perdebatan mengenai batas kebebasan berekspresi di ruang publik digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi hal itu, Tuan Guru Batak menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati. Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat tidak boleh melampaui batas etika, moralitas, dan adab bangsa Indonesia. Menurutnya, penyampaian kritik seharusnya dilakukan secara santun, argumentatif, serta tidak mengandung unsur penghinaan atau ujaran yang merendahkan martabat seseorang.
“Silakan menyampaikan kritik dan pendapat, tetapi jangan sampai berubah menjadi cacian, makian, atau cercaan. Kita adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai agama, moralitas, budaya, dan Pancasila,” ujar Tuan Guru Batak saat menyampaikan pandangannya terkait polemik yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain menyoroti persoalan etika dalam ruang demokrasi, Tuan Guru Batak juga mengingatkan pemerintah agar tetap fokus menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang sedang dirasakan masyarakat. Ia menyinggung antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU akibat persoalan distribusi BBM, naiknya harga kebutuhan pokok, hingga tekanan ekonomi global yang dinilai dapat berdampak terhadap stabilitas nasional.
Karena itu, ia berharap pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dapat menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil, khususnya masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi. Di saat yang sama, Tuan Guru Batak juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat pendidikan etika dan moral bagi generasi muda agar demokrasi Indonesia tetap berjalan sehat, kritis, namun tetap beradab.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI























































































































































































































































































































































































































































































































































































































































