Tiga Eks Kepala KSOP Belawan Ditahan, Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi PNBP Jasa Kepelabuhanan 2023–2024

- Penulis

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, LIBAS86.COM – Tim Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menetapkan dan menahan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang bersumber dari jasa kepelabuhanan dan kenavigasian di Pelabuhan Belawan tahun 2023 hingga 2024.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial:

W.H – Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Belawan Tahun 2023

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

M.L.A – Kepala KSOP Belawan Tahun 2024

S.H.S – Kepala KSOP Belawan Tahun 2024

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan minimal dua alat bukti yang sah, serta adanya dugaan perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan dan pengendalian kewajiban penggunaan jasa pandu dan tunda kapal.

Baca Juga :  Bentengi Generasi Muda Sejak Dini, Kejati Sumut Turun Langsung ke SMP St. Ignasius Medan: Perang Melawan Narkoba dan Pelanggaran UU ITE Dimulai dari Sekolah

Dugaan Modus: Data Kapal GT > 500 Tidak Masuk Rekonsiliasi

Berdasarkan hasil penyidikan, kewajiban penggunaan jasa pandu dan penundaan kapal merupakan kewenangan Otoritas Pelabuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 30 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 57 Tahun 2015 tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal.

Dalam pelaksanaannya, KSOP Belawan melimpahkan pelayanan jasa pandu tunda kepada PT Pelindo Regional 1 Belawan.

Namun, dari data Surat Persetujuan Berlayar (SPB) periode 2023–2024 ditemukan kapal dengan ukuran Gross Tonnage (GT) di atas 500 yang masuk ke perairan wajib pandu, tetapi tidak tercantum dalam data rekonsiliasi resmi yang ditandatangani oleh masing-masing tersangka saat menjabat sebagai Kepala KSOP.

Padahal, jabatan Kepala KSOP memiliki kewajiban untuk mengendalikan, memimpin pengaturan, serta memastikan pendataan dan pengawasan penerimaan negara dari sektor tersebut berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga :  HUT Ke-2 Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Jaksa Agung Apresiasi Kinerja Pengembalian Aset Negara

Akibat dugaan perbuatan tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian keuangan mencapai miliaran rupiah, meski saat ini penyidik masih melakukan koordinasi dan pendalaman bersama lembaga terkait untuk menghitung nilai kerugian secara pasti dan terperinci.

Jeratan Hukum

Para tersangka dijerat dengan:

Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001

Jo Pasal 603 dan 604 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP

⛓ Ditahan 20 Hari di Rutan Tanjung Gusta

Setelah penetapan tersangka, penyidik melakukan penahanan selama 20 hari pertama berdasarkan Surat Perintah Penahanan yang ditandatangani Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada 24 Februari 2026.

Baca Juga :  Cemburu Berujung Penganiayaan, Kejati Sumut Hentikan Perkara Lewat Restorative Justice

Ketiga tersangka dititipkan di Rutan Kelas I Tanjung Gusta untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Penyidikan Terus Berkembang

Kejati Sumut menegaskan proses penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang turut dimintai pertanggungjawaban hukum.

Penyidik juga mengimbau seluruh pihak yang terkait atau diduga mengetahui rangkaian peristiwa dalam perkara ini untuk bersikap kooperatif guna mempercepat proses penegakan hukum.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut sektor strategis pelabuhan dan penerimaan negara, yang seharusnya menjadi salah satu tulang punggung pendapatan negara dari aktivitas maritim.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Propam Mabes Polri Gelar Gaktibplin Senpi di Polres Madina, Tekankan Disiplin Personel
Laskar Prabowo 08 Sumut Apresiasi Satlantas Polrestabes Medan, Dinilai Humanis dan Responsif Layani Masyarakat
DPC GANN Kota Medan Jalin Sinergi dengan LLDIKTI Wilayah I, Dorong Kampus Bersih Narkoba
LSM Kebenaran Keadilan Geruduk Polda Sumut, Desak Oknum Jaksa Penodong Senpi Segera Diproses Hukum
Diduga Tambang Ilegal di Lahan PTPSU Natal Madina, Pemprov Sumut dan Pemda Kompak Bungkam
Mutasi Besar Kejagung: Muhibuddin Pimpin Kejati Sumut, Harli Siregar Naik Jadi Inspektur III Jamwas
LBH Medan Adukan Jaksa Kejati Sumut ke Komjak dan Jamwas, Kasus Dugaan Penggelapan Mandek Lebih Setahun
Paskah Kejati Sumut 2026: Harli Siregar Ajak Insan Adhyaksa Perkuat Integritas dan Nilai Kemanusiaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:27 WIB

Propam Mabes Polri Gelar Gaktibplin Senpi di Polres Madina, Tekankan Disiplin Personel

Kamis, 16 April 2026 - 14:44 WIB

Laskar Prabowo 08 Sumut Apresiasi Satlantas Polrestabes Medan, Dinilai Humanis dan Responsif Layani Masyarakat

Rabu, 15 April 2026 - 17:52 WIB

DPC GANN Kota Medan Jalin Sinergi dengan LLDIKTI Wilayah I, Dorong Kampus Bersih Narkoba

Rabu, 15 April 2026 - 08:43 WIB

LSM Kebenaran Keadilan Geruduk Polda Sumut, Desak Oknum Jaksa Penodong Senpi Segera Diproses Hukum

Senin, 13 April 2026 - 23:17 WIB

Diduga Tambang Ilegal di Lahan PTPSU Natal Madina, Pemprov Sumut dan Pemda Kompak Bungkam

Berita Terbaru