KPK Bangun Gerakan Antikorupsi dari Asahan hingga Medan, Libatkan Pemuda, Tokoh Agama dan Dunia Usaha

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMATERAUTARA, LIBAS86 COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) terus memperkuat gerakan antikorupsi berbasis masyarakat di Provinsi Sumatera Utara melalui rangkaian program edukasi dan penguatan integritas yang digelar di Kabupaten Asahan dan Kota Medan pada 5–7 Mei 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional KPK dalam membangun budaya antikorupsi yang tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga melalui pendidikan, pencegahan, dan pelibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Pelaksana Tugas Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Johnson Ridwan Ginting, menegaskan korupsi merupakan persoalan budaya dan perilaku yang harus dilawan secara kolektif. Karena itu, KPK menggandeng Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memperluas penguatan nilai integritas melalui berbagai program seperti Safari Keagamaan Antikorupsi, Kelas Pemuda Antikorupsi, Dunia Usaha Antikorupsi, hingga program Keluarga Berintegritas. Menurutnya, gerakan antikorupsi akan efektif apabila menjadi bagian dari pola hidup masyarakat sehari-hari.

Baca Juga :  LSM Kebenaran Keadilan dan Korban Ancam Demo di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara–Polda Sumatera Utara, Desak Usut Tuntas Dugaan Pengancaman Senjata oleh Oknum Jaksa

Kabupaten Asahan menjadi salah satu daerah yang dipersiapkan sebagai calon Kabupaten Antikorupsi 2026 bersama sejumlah daerah lain di Indonesia. Melalui bimbingan teknis Percontohan Kabupaten/Kota Antikorupsi, KPK mendorong penguatan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik yang transparan, serta pengawasan pengelolaan keuangan daerah agar lebih akuntabel. Kepala Satuan Tugas 1 Direktorat Permas KPK, Rino Haruno, menyebut penguatan sistem pengaduan masyarakat dan pengawasan pengadaan barang dan jasa menjadi langkah penting menutup celah korupsi di daerah.

Di Kota Medan, pendekatan antikorupsi dilakukan melalui penguatan nilai moral dan keagamaan. Lewat program Safari Keagamaan Antikorupsi, KPK melibatkan tokoh agama dan masyarakat untuk menanamkan nilai amanah, kejujuran, serta kepedulian sosial sebagai fondasi membangun budaya integritas. KPK menilai lembaga keagamaan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter publik dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap bahaya korupsi di berbagai sektor kehidupan.

Selain itu, KPK juga menggandeng generasi muda melalui Kelas Pemuda Antikorupsi guna mencetak agen perubahan yang memiliki kepemimpinan berintegritas. Para peserta dibekali pemahaman mengenai dampak korupsi terhadap pembangunan daerah, keterampilan komunikasi publik, hingga penguatan jejaring komunitas antikorupsi. KPK meyakini keterlibatan pemuda menjadi faktor penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 sekaligus membangun gerakan zero tolerance terhadap korupsi di ruang publik.

Baca Juga :  Bersama Persaja, Kejaksaan RI Beri Bantuan Korban Bencana di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.

Tidak hanya sektor pemerintahan dan masyarakat, KPK turut mendorong pelaku usaha menjalankan bisnis yang bersih dan transparan melalui program Dunia Usaha Antikorupsi. Edukasi mengenai pencegahan suap, gratifikasi, serta penerapan prinsip good corporate governance terus diperkuat agar tercipta iklim usaha yang sehat dan kompetitif. KPK berharap seluruh rangkaian kegiatan ini mampu memperkuat budaya integritas nasional dan menjadikan pemberantasan korupsi sebagai gerakan bersama yang tumbuh dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga dunia usaha.

Penulis : LBS86/ REL

Editor : REDAKSI

Sumber Berita: KPK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemko Medan Kumpulkan 28 Ton Sampah dalam Gotong Royong Massal
Revitalisasi Rp1,25 Miliar di SMPN 38 Medan Jadi Sorotan, Aktivitas Belajar Berlangsung di Tengah Proyek Konstruksi
Kalapas IIB Padangsidimpuan Disorot Usai Temuan Ganja 6,8 Kg di Lapas, Kakanwil Ditjenpas Sumut Dukung Proses Hukum
Warga Lingkungan XIV Terjun Mengeluh: Drainase Tersumbat, Jalan Tergenang, Perhatian Pemerintah Dinilai Minim
DPO Terpidana Penggelapan Albert A Hock Ditangkap Tim Kejatisu dan Kejari Tanjungbalai
Komisi XIII DPR RI Kawal Pengembalian 83,26 Hektare Lahan Padang Halaban, Sugiat Santoso Tegaskan Negara Harus Hadir
Resmi Pimpin Kejari Madina, Mohammad Nursaitias Tegaskan Komitmen Pelayanan dan Penegakan Hukum
FORWAKA Nias Selatan Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pers dan Pemerintah untuk Pembangunan Daerah
Berita ini 0 kali dibaca
Gerakan antikorupsi yang digagas KPK di Sumatera Utara menjadi langkah strategis membangun budaya integritas dari lingkungan masyarakat, pemerintahan, dunia usaha hingga generasi muda. Program ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya transparansi, akuntabilitas dan zero tolerance terhadap korupsi demi mewujudkan Indonesia yang bersih dan berintegritas.

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:07 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemko Medan Kumpulkan 28 Ton Sampah dalam Gotong Royong Massal

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:25 WIB

Revitalisasi Rp1,25 Miliar di SMPN 38 Medan Jadi Sorotan, Aktivitas Belajar Berlangsung di Tengah Proyek Konstruksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:41 WIB

Kalapas IIB Padangsidimpuan Disorot Usai Temuan Ganja 6,8 Kg di Lapas, Kakanwil Ditjenpas Sumut Dukung Proses Hukum

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:23 WIB

Warga Lingkungan XIV Terjun Mengeluh: Drainase Tersumbat, Jalan Tergenang, Perhatian Pemerintah Dinilai Minim

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:11 WIB

DPO Terpidana Penggelapan Albert A Hock Ditangkap Tim Kejatisu dan Kejari Tanjungbalai

Berita Terbaru