Ilustrasi suasana Stadion Teladan Medan yang menjadi sorotan publik terkait polemik dugaan pemberian akses komunitas lari ke area rumput utama. AKTA mendesak transparansi serta meminta pihak terkait memberikan klarifikasi agar tidak memunculkan opini negatif terhadap Wali Kota Medan Rico Waas.
MEDAN, LIBAS86.COM – Polemik terkait masuknya rombongan komunitas lari ke area rumput utama Stadion Teladan Medan tanpa izin resmi terus menjadi perhatian publik. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (2/6/2026) tersebut memunculkan berbagai spekulasi mengenai pihak yang diduga memberikan akses terhadap fasilitas olahraga yang semestinya dijaga secara ketat. Situasi ini turut memantik reaksi dari Aliansi Aktivis Kota (AKTA) yang meminta adanya penjelasan terbuka kepada masyarakat.
Koordinator Pusat Aliansi Aktivis Kota (AKTA), Arigusti, menilai kegaduhan di Stadion Teladan tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab. Menurutnya, dugaan keterlibatan oknum berinisial F dalam pemberian akses terhadap komunitas lari harus dijelaskan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan sampai opini publik diarahkan seolah seluruh persoalan ini menjadi tanggung jawab penuh Wali Kota Medan Rico Waas. Jika memang ada kelalaian atau kesalahan prosedur di lapangan, maka pihak yang diduga terlibat harus tampil memberikan penjelasan dan bertanggung jawab,” ujar Arigusti saat memberikan keterangan kepada awak media.
AKTA menegaskan bahwa Stadion Teladan merupakan salah satu aset strategis Kota Medan yang sedang dipersiapkan untuk mendukung berbagai agenda olahraga penting. Oleh karena itu, pengelolaan fasilitas tersebut dinilai harus dilakukan secara profesional dengan sistem pengawasan yang ketat. Publik, kata Arigusti, berhak mengetahui bagaimana rombongan komunitas lari dapat memasuki area rumput utama yang seharusnya steril dari aktivitas umum.
Lebih lanjut, Arigusti meminta agar polemik Stadion Teladan tidak dijadikan alat untuk membangun opini negatif terhadap kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Waas. Menurutnya, substansi utama persoalan terletak pada transparansi dan akuntabilitas pihak yang diduga memberikan akses, bukan pada upaya saling menyalahkan yang berpotensi mengaburkan akar masalah sebenarnya.
Sebagai bentuk evaluasi, AKTA juga mendesak Pemerintah Kota Medan untuk melakukan peninjauan menyeluruh terhadap mekanisme pengawasan dan sistem perizinan penggunaan Stadion Teladan. Langkah tersebut dianggap penting guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pembenahan fasilitas olahraga di Kota Medan.
Penulis : LBS86/ REL
Editor : REDAKSI
































































































































































































































































































































































































































































































































































































































